Jean Cassegrain dan Kisah Longchamp

Sejak didirikan 70 tahun yang lalu, Longchamp telah tumbuh menjadi salah satu produsen tas mendunia. Wujud manisnya yang dikemas dalam perpaduan warna menarik sukses merebut perhatian kaum hawa.
Renat Sofie Andriani | 07 Desember 2018 11:36 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Sejak didirikan 70 tahun yang lalu, Longchamp telah tumbuh menjadi salah satu produsen tas mendunia. Wujud manisnya yang dikemas dalam perpaduan warna menarik sukses merebut perhatian kaum hawa.

Kiprah Longchamp tak tampak mengendur di tengah maraknya kompetisi merek-merek tas ternama. Pertengahan tahun ini saja, salah satu kebanggaan fesyen asal Prancis tersebut meluncurkan sejumlah gerai untuk memacu posisinya di Amerika Serikat (AS).

“Jika Anda melihat logo kami, Anda akan melihat seorang pria menunggang kuda dengan kecepatan penuh,” kata Jean Cassegrain, CEO sekaligus cucu sang pendiri Longchamp, seperti dilansir dari Forbes.

“Seperti itulah kami sekarang. Kami masih belum terlalu dikenal di AS. Sebagian orang mungkin mengenali kami, tetapi kami belum dikenal secara luas.”

Guna membangkitkan kesadaran pasar Negeri Paman Sam atas target yang disasarnya, Longchamp mendapuk model muda Kendall Jenner untuk menjadi wajah kampanye iklan Musim Gugur 2018.

Meski berusia terbilang sangat muda, gebrakan Jenner sebagai model tak perlu diragukan lagi. Popularitas Jenner di kalangan generasi milenial dan Generasi Z dinilai memiliki jangkauan yang jauh melampaui industri fesyen.

Dengan terpilihnya Kendall Jenner, Longchamp jelas mencoba menarik reputasi dari kalangan berusia lebih muda dan menjauhi kesan label mewah yang melekat padanya.

Bisnis Keluarga

Setelah tujuh dekade berkecimpung dalam bisnis fesyen dan dengan lebih dari 300 butik eksklusif di seluruh dunia, Longchamp tetap merupakan perusahaan keluarga yang dijalankan secara turun-temurun.

“Kami beruntung menjadi bisnis keluarga karena keputusan kami dibuat secara keseluruhan. Menjadi bisnis keluarga memberi kami banyak kontinuitas dan stabilitas. Alih-alih berjalan ke arah yang berbeda setiap musim, kami tumbuh dengan mantap,” kata Cassegrain.

Secara konsisten, Longchamp menawarkan karya-karya berkualitas yang tahan lama, baik dalam tampilan maupun pembuatan. Hingga kini bendera Longchamp telah berkibar di ribuan titik penjualan yang tersebar di puluhan negara.

“Kakek saya memulai Longchamp pada tahun 1948 dengan mendesain aksesoris dan pipa rokok. Seiring berjalannya waktu, merek ini memperbarui diri dengan meningkatkan elemen-elemen utamanya. Sejak didirikan bahan utama kami adalah kulit, selain unsur-unsur fesyen dan mewah,” ungkap Cassegrain, dikutip Malaysia Tatler.

Pada masa-masa awal berdirinya perusahaan, kakek bersama ayahnya kerapkali bepergian jauh, menerima pesanan dari para pelanggan, kemudian pulang dan mengirimkan barang-barang seperti yang diminta oleh pelanggan mereka.

“Sekarang perusahaan kami memiliki lebih banyak karyawan di luar Prancis sehingga kami benar-benar menjadi internasional. Ada campuran kebangsaan yang baik, jadi apa yang berubah adalah kami telah membangun budaya perusahaan yang lebih internasional. Dengan cara ini, kami bisa lebih selaras dengan kepekaan suatu negara,” jelas Cassegrain.

Setelah lulus dari sekolah bisnis Prancis École Supérieure de Commerce yang prestisius di Paris, Jean Cassegrain tercatat pernah menimba karier selama dua setengah tahun di konsultan manajemen sebelum bergabung dengan Longchamp

Seiring dengan bertambahnya tanggung jawab di perusahaan, Cassegrain mengambil alih posisi CEO Longchamp dari ayahnya yang kemudian terus aktif terlibat dalam perusahaan sebagai Presiden.

Sophie Delafontaine, adik perempuan Jean Cassegrain, memiliki kesan yang hangat mengenai keluarganya dan perusahaan yang telah dikembangkan bersama-sama.

“Ketika saya masih kecil, perusahaan itu benar-benar pusat keluarga kami. Tetapi sebagai anak-anak, Anda tidak benar-benar merasa bahwa itu adalah perusahaan. Anda merasa bahwa itu adalah keluarga, dan Anda semua bekerja bersama,” kenang Delafontaine, seperti dikutip Fashion Week Daily.

“Apartemen orangtua saya, apartemen kakek nenek saya, dan kantor berada di gedung yang sama. Jean dan saya sangat akrab dengannya semua orang yang bekerja di perusahaan.”

Inspirasi Longchamp

Dikisahkan oleh Jean, nama ‘Cassegrain’ dalam bahasa Prancis berarti memecah biji-bijian dan untuk melakukannya diperlukan kincir angin.

“Di Paris pada masa itu, satu-satunya kincir angin yang fungsional ditemukan di ujung lapangan pacuan kuda Longchamp, yang dulu biasa dilalui kakek saya. Jadi dia memilih nama ‘Longchamp’,” jelas Cassegrain.

Menurutnya, keterkaitan dengan kuda yang berderap sangat tepat digunakan karena pelana dalam menunggang kuda menunjukkan unsur kulit dari bisnis Longchamp.

Tak lama kemudian sang kakek memperkenalkan lini pertama barang-barang kulit kecil  dan membangun sebuah workshop di Segré, Maine-et-Loire, Prancis pada tahun 1959. Menariknya, toko pertama Longchamp justru tidak dibuka di Paris, tetapi di Hong Kong pada 1979.

Cassegrain dan keluarganya - termasuk sang ayah Phillipe Cassegrain, adik perempuannya Sophie Delafontaine yang bertindak sebagai direktur artistik, dan Olivier Cassegrain, berlaku sebagai direktur pelaksana ritel AS - telah menghabiskan dua dekade terakhir mengubah merek warisan ini menjadi bisnis aksesoris internasional dengan return yang sehat.

Longchamp meluncurkan tas wanita pertamanya pada tahun 1971 dan sejak itu menjadi salah satu produsen barang kulit terkemuka di Prancis. Lalu pada 1993, lahirlah tas ikonis karyanya yang sederhana tetapi beridentitas kuat.

Seri Le Pliage besutannya rasanya layak menyandang predikat sebagai tote bag favorit. Dengan bahan nilon yang memiliki spektrum warna maupun motif dan bertali kulit, karya Longchamp satu ini laris manis bak kacang goreng.

Terlepas dari kesuksesan tersebut, Longchamp memahami bahwa fesyen, pada dasarnya, dibangun di atas pembaruan. Inilah sebabnya mengapa merek ini sering berkolaborasi dengan desainer maupun seniman yang lebih edgy untuk sebagian koleksinya.

Setiap musim, perusahaan memperoleh pembaruan baik itu melalui peningkatan kualitas kulit maupun pemberian ornamen sebagai cara untuk menghidupkan dan menyegarkan produk-produknya.

Longchamp bahkan mengambil langkah berani dengan memasuki lini ready-to-wear setelah membuka sebuah toko di Soho di New York pada tahun 2006. Dengan ide melengkapi koleksi tasnya, lahirlah koleksi ready-to-wear Longchamp seperti jaket, celana, baju, dan baju rajut.

Akar Prancis

Meski berupaya keras merambah pasar global, Cassegrain tetap menegaskan jati diri Longchamp yang berakar di negara asalnya, Prancis.

“Kami adalah merek internasional tetapi hati kami sungguh-sungguh Prancis, jadi rahasianya adalah untuk tetap menjadi diri kami sendiri. Dari pengamatan saya terhadap pelanggan di seluruh dunia, mereka datang kepada kami untuk sifat khas yang Prancis ini,” lanjut Cassegrain.

“Banyak merek Prancis dirancang untuk selera internasional lebih daripada selera wanita Prancis, sedangkan kami sangat bangga menjadi merek favorit nomor 1 wanita di Prancis.”

Sebuah tas yang baik, menurutnya, perlu mengingat beberapa hal dalam waktu bersamaan yakni sebagai objek yang fungsional, tas tangan untuk dipakai sehari-hari, aksesoris praktis, perlindungan untuk barang-barang berharga, tetapi juga memiliki dimensi estetika.

“Kami memiliki pemahaman yang baik tentang kompleksitas hubungan wanita dengan tas tangannya. Kami ahli dalam menggabungkan 2 fitur dalam desain kami yang mewakili wanita dan simbol statusnya,” bangganya.

Sejauh ini keluarga mereka tidak tertarik untuk menjual bisnisnya. Jean Cassegrain menekankan tekad keluarga untuk mempertahankan perusahaan tetap dimiliki sendiri.

“Menjadi bagian dari grup yang lebih besar bukanlah resep ajaib yang akan menjamin kesuksesan. Keberhasilan Anda bukan karena memiliki akses ke sumber daya keuangan yang lebih kurang tidak terbatas,” lanjutnya.

“Anda juga harus melakukan yang tepat, untuk menyampaikan pesan yang tepat kepada pelanggan Anda dan membawa produk yang tepat.”

 

Tag : tokoh
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top