VINCENT COBEE: Datsun akan benar-benar dimulai di Indonesia

JAKARTA: Baru-baru ini Nissan Grup mengumumkan rencana menghidupkan kembali merek Datsun dan akan menjadikan Indonesia sebagai salah satu basis produksi dan pasar mobil tersebut. Untuk mengetahui lebih jauh rencana itu, bersama beberapa media lain, Bisnis
sunu budiman | 15 April 2012 22:19 WIB

JAKARTA: Baru-baru ini Nissan Grup mengumumkan rencana menghidupkan kembali merek Datsun dan akan menjadikan Indonesia sebagai salah satu basis produksi dan pasar mobil tersebut. Untuk mengetahui lebih jauh rencana itu, bersama beberapa media lain, Bisnis mewawancarai Vincent Cobee, Corporate Vice President Datsun Business Unit-Nissan Motor Co Ltd, saat berkunjung ke Indonesia. Berikut petikannya:

 

Bisa dijelaskan secara singkat bagaimana rencana pengembangan merek Datsun di Indonesia?

 

Peluncuran Datsun akan dipusatkan di tiga negara, yaitu Rusia, India, dan Indonesia. Ketiga negara itu tengah mengalami pertumbuhan pasar yang sangat pesat dan sebagian segmen konsumennya sesuai dengan target pasar yang ingin dibidik Datsun.

 

Di Indonesia, penetrasi merek Datsun akan dimulai pada 2014, sesuai dengan skema low cost & green car yang dirilis pemerintah. Datsun akan menyiapkan produk yang berbeda-beda di tiga negara itu.

 

Dalam hal ini, kami akan menyiapkan produk Datsun yang betul-betul disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan di masing-masing negara tersebut. Dua model Datsun akan siap diriis dalam waktu 1 tahun dan akan terus ditambah. Nantinya, penjualan Datsun akan mencapai 1/3 hingga 1/2 dari total penjualan Nissan di Indonesia.

 

Nissan telah memiliki global small car, yaitu March. Apa perbedaannya dengan model yang akan dikembangkan pada Datsun?

 

Pada dasarnya pengembangan March mengusung seluruh kapasitas teknis Nissan secara global. Di Indonesia, March memang cukup sukses menggaet konsumen, terutama dalam menjaring pelanggan berusia muda.

Namun, produk Datsun nantinya akan dikembangkan dengan mengacu pada program mobil hijau yang akan dikeluarkan pemerintah dalam waktu dekat.

Dalam skema tersebut, mobil yang berhak diikutsertakan dalam program mobil hijau harus mematuhi sejumlah persyaratan, seperti batasan kandungan lokal, perakitan secara lokal, harga jual, dan tentu saja aspek lingkungan.

Untuk bisa memenuhi berbagai persyaratan itu, tentu usaha yang harus dilakukan harus sangat optimal. Misalnya, angka penjualannya harus tinggi agar dapat memenuhi skala ekonomis produksi di dalam negeri. Agar dapat irit bahan bakar, komponennya harus menggunakan bahan yang ringan.

Kalau Nissan March merupakan produk global, produk Datsun nantinya lebih banyak mengadopsi kebutuhan lokal. Sejak awal dikembangkan, Datsun akan benar-benar dimulai di Indonesia. Jadi, secara filosofis saja sudah berbeda.

 

Jadi, apakah model Datsun di Indonesia, India, dan Rusia akan benar-benar berbeda, atau akan berbagi platform?

Kita tidak bisa melihat sesuatu secara ekstrem seperti itu. Memang, inginnya kami bisa mengadopsi semua teknologi untuk masing-masing kendaraan yang akan dikembangkan. Akan tetapi, sekali lagi, model Datsun akan dikembangkan secara berbeda-beda di masing-masing negara, sesuai kebutuhan yang spesifik.

Kebutuhan spesifikasi kendaraan di Indonesia dan Rusia tentu berbeda karena medan jalan dan iklimnya memang berbeda.

 

Anda tadi mengatakan Datsun akan dikembangkan dengan melibatkan lebih banyak insinyur lokal, pemasok lokal, dan produksi secara lokal. Tolong elaborasi lebih jauh hal ini?

Pabrik Nissan di Indonesia saat ini sudah sangat kompetitif. Karena itulah, produksi Datsun di Indonesia otomatis juga akan lebih mudah dilakukan.

Kenapa harga mobil di Indonesia saat ini relatif masih cukup tinggi? Salah satu faktornya adalah karena lokalisasi komponen masih minim.

Bagi pemerintah, peningkatan lokalisasi komponen ditujukan untuk membuka lebih banyak lapangan kerja dan menarik investasi ke dalam negeri.

Namun, bagi kami, sebetulnya lokalisasi komponen akan membuat harga produk dapat ditekan lagi. Jadi, lokalisasi komponen merupakan salah satu faktor kunci di sini.

Untuk tenaga engineer lokal, belakangan kami juga terus menambah jumlah engineer lokal dan memperkuat kompetensinya.

Dalam prosesnya, pengembangan Datsun nanti akan melibatkan jejaring R&D [research and development] Nissan Grup di Indonesia, di Thailand, dan di Jepang. Selain untuk pengembangan produk, aktivitas R&D juga akan diarahkan untuk meriset aspek pemasaran. (tw)

 

>> BACA JUGA ARTIKEL LAINNYA:

+ Harga emas setelah naik turun

+ PAK DOMO, orang kuat itu mangkat

+ Liga Champions: Di balik kekalahan REAL MADRID

+ SIAPA di belakang sepak terjang DAHLAN ISKAN?

+ CEPAT ITU PENTING, kata Dahlan Iskan

+ Bakrie Telecom masih urus izin penyelenggaraan

 

 

Tag :
Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top