Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

MULYO RAHARDJOHidup di 'rimba' herbal

Sebagai putra mahkota, sejak muda Mulyo Rahardjo sudah dipersiapkan untuk meneruskan usaha yang dirintis oleh orangtuanya yakni bisnis obat herbal. Namun, selepas kuliah di Amerika Serikat, dia malah ingin bekerja di bidang  furnitur.
Adhitya Noviardi
Adhitya Noviardi - Bisnis.com 20 Mei 2012  |  01:00 WIB

Sebagai putra mahkota, sejak muda Mulyo Rahardjo sudah dipersiapkan untuk meneruskan usaha yang dirintis oleh orangtuanya yakni bisnis obat herbal. Namun, selepas kuliah di Amerika Serikat, dia malah ingin bekerja di bidang  furnitur.

 
Sempat 1 tahun bekerja dengan orang lain, Mulyo pun akhirnya bergabung ke dalam perusahaan ayahnya PT Deltomed Laboratories dan kini menjabat sebagai managing director. 
 
Ilmu yang didapat dari kuliahnya di AS dalam bidang manajemen pemasaran pun diterapkannya di perusahaan farmasi yang berbasis herbal tersebut.   Laki-laki kelahiran Pekalongan, 10 Januari 1967 ini, terus mengembangkan bisnis yang sudah dirintis lebih dari 35 tahun lalu. 
 
“Sejarah Deltomed diawali pada 1976 di Banjarmasin. Kalimantan Selatan, dari sebuah industri rumahan penghasil obat-obatan herbal yang berasal dari sari tumbuhan alami,” ujarnya dalam percakapan dengan Bisnis.
 
Semula ayahnya membuat obat dari jamu bernama Pil Kita, yang hingga sekarang masih ada. Lalu ayahnya pindah ke Jawa Tengah dan membeli sebuah perusahaan obat herbal. Perusahaan itu kemudian memproduksi produk Strongpa dan kapsul Vigitab. 
 
Tak heran, kalau dari kecil  Mulyo sudah terbiasa hidup di antara bahan-bahan herbal tersebut.Seiring dengan pertumbuhan perusahaan, pada 1987 Deltomed pun melakukan relokasi pabriknya di Desa 
Nambangan, Wonogiri, Jawa Tengah. Pabrik tersebut kini terletak di atas lahan seluas 8 hektare.
 
 
Ingin setara
 
Ada belasan produk obat herbal yang dihasilkan oleh pabrik yang sudah menerapkan cara pembuatan obat tradisional yang baik (CPTOB) tersebut. Di antaranya Antangin, obat batuk (OB) Herbal, Antalinu, Natur Slim, Pil Tuntas dan Rapet Wangi.
 
“Kami ingin mendukung usaha pemerintah dalam mempromosikan pengobatan herbal agar memiliki kedudukan yang setara dengan pengobatan konvensional. Dukungan ini diwujudkan melalui Kampanye Hidup Sehat dengan Herbal yang didasari pada tiga pilar utama usaha Deltomed,” ungkapnya.
 
Ketiga pilar tersebut adalah pertama, produk berkualitas berupa konsisten produk herbal terbaik, yang berhasil mendapatkan pengakuan hingga ke mancanegara. Kedua, manajemen tim ahli berupa dukungan tim ahli yang profesional, berkomitmen tinggi untuk memaksimalkan kualitas produk dan layanan.
 
Ketiga,  kemitraan dengan stakeholders melalui berbagai kerja sama strategis,untuk melakukan edukasi kepada masyarakat tentang pengobatan herbal.
 
“Salah satu kampanye hidup sehat dengan herbal ini adalah untuk lebih memperkenalkan bahan-bahan herbal berkhasiat kepada masyarakat, yang memiliki beragam manfaat dalam menjaga kesehatan,”  paparnya.
 
Kampanye hidup sehat ini juga diwujudkan dalam beberapa inisiatif kerja sama, di antaranya melalui 
penandatanganan MoU dengan Kementerian Kesehatan dan S2 Magister Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, dalam upaya sosialisasi dan edukasi herbal kepada masyarakat.
 
“Selain itu, kami melakukan pemberdayaan masyarakat lokal melalui pembinaan terhadap lima kelompok tani herbal di beberapa wilayah di sekitar Wonogiri,” tutur pengusaha yang hobi membaca buku-buku manajemen dan biogra?  tokoh terkenal ini.
 
Untuk program tanggung jawab sosial (CSR), Mulyo mengaku  perusahaannya telah bekerja sama dengan Unika Atma Jaya Yogyakarta dengan menanam 5.000 pohon sengon di wilayah Gunung Merapi. 
 
Tujuannya  menjaga keberlangsungan sumber daya alam dan lingkungan.Di area pabrik dengan karyawan sekitar 650 orang, dia menerapkan lokasi bebas asap rokok. 
 
“Begitu juga di lingkungan pabrik. Kami mengajak masyarakat untuk mengampanyekan gerakan bebas asap rokok di rumah-rumah warga.” 
 
Untuk bisa menghasilkan produk yang berkualitas dan bagus, Mulyo selalu mengikuti perkembangan teknologi. 
 
Untuk teknologi ekstraksi bahan baku herbal, pengolahan, hingga pengemasan produk modern, sejak 2010 Deltomed menggunakan mesin Quadran Extraction System (QES). 
 
QES adalah mesin dari Jerman yang bisa menghasil kan  ekstrak bahan alami dengan kualitas terbaik. Harganya mencapai Rp50 miliar per unit.
 
“Kami juga menggunakan standar good manufacturing product (GMP) Eropa, National Sanitation Food (NSF), FDA, serta peraturan 3A dalam pembuatan produk,” ujar pria yang mengaku produknya telah diekspor ke Malaysia, Arab Saudi, Amerika Serika, Hong Kong, dan Brunei Darussalam.
 
Walau sudah dilengkapi dengan berbagai mesin berteknologi canggih, baginya tenaga manusia tetap 
tak tergantikan. Tangan-tangan terampil manusia tetap dipertahankan Mulyo dalam berbagai tahap proses pembuatan produk. Misalnya untuk menyortir dan menghitung produk.
 
“Ciri khas produk kesehatan obat herbal dan tradisional ini terletak pada sentuhan tangan-tangan terampil itu,” tegas lelaki yang hobi traveling dan sudah melanglang buana ke berbagai negara ini.
 
 
Ngobrol bisnis sambil gowes
 
Dalam kesibukannya mengelola bisnis obat herbal, Mulyo Rahardjo masih sempat menyalurkan hobinya. Ada 
beberapa macam kegemarannya, termasuk  meng-gowes sepeda, traveling dan keliling daerah dengan mobil off-road.
 
“Sejak beberapa tahun terakhir ini saya aktif bersepeda. Ikut klub Puri Cicling Club. Dalam seminggu bisa latihan tiga kali, pukul 06.00-07.30 WIB” ujar pengusaha yang mengaku sering bersama komunitas bersepeda keliling ke provinsi lain.
 
Mulyo menuturkan beberapa waktu lalu dia dan klubnya mengadakan touring bersepeda di Denpasar, Bali. Pesertanya bisa mencapai puluhan orang. 
 
“Ada perasaan segar saat bersepeda. Meng-gowes sepeda ternyata bisa mengurangi berat badan juga loh. Saya turun beberapa kilo. Ukuran celana saya dari 32 menjadi 28,” ungkap laki-laki yang sering bersepeda ke Bogor, Sentul, dan Puncak.
 
Menurutnya, bersepeda banyak positifnya. Selain murah biayanya, olahraga yang satu ini juga membuat badan sehat, pikiran segar, dan bisa menghilangkan stres.
 
Bagi Mulyo meng-gowes juga bisa mengegolkan masalah bisnis. Sambil istirahat sejenak saat bersepeda, katanya, waktu yang singkat bisa dipakai untuk bicara bisnis dengan rekan, selain untuk menambah relasi dan bersosialisasi.
 
“Bersepeda bisa jadi obat awet muda juga loh. Bayangkan teman-teman saya banyak yang berusia di atas 60 tahun. Mereka semua masih kuat meng-gowes dan tampak sehat dan bugar,” ujar pria yang mengaku punya lima unit sepeda ini.
 
Selain bersepeda, Mulyo suka traveling. “Hampir semua negara  sudah saya kunjungi. Tapi ada beberapa lokasi yang belum, dan saya ingin mendatangnya seperti ke kutub.” 
 
Kalau untuk menyalurkan hobi jalanjalan, dia suka pergi bersama keluarga. Tapi untuk hobi mobil off-road, Mulyo melakoni bersama kelompoknya. Dia sering juga touring ke daerah dengan mobil jip seperti melintasi Sumatra, sampai Kalimantan melewati bukit-bukit yang jalannya tidak beraturan.
 
“Ada tantangan dalam mengendarai mobil off-road. Ada kepuasan tersendiri. Beda dengan rasa puas yang didapat dari bersepeda dan jalan-jalan,” ujar pria  yang juga gemar membaca buku tentang manaje men dan marketing itu. (sut) ([email protected]
 
*) Tulisan ini diambil dari Bisnis Indonesia Weekend edisi 13 Mei 2012
 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top