Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bidik Segmen Anak-Anak, Wawan Sukses Produksi Furnitur

Dunia anak-anak yang cerah-ceria direpresentasikan melalui ruangan mereka. Selain menorehkan cat tembok warna cerah, banyak juga orang tua yang mengisi furnitur dan perabot bergambar tokoh kartun.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 28 April 2014  |  15:19 WIB
  Aanak-anak memerlukan penataan ruang dan peralatan yang sesuai dengan aktivitasnya. - Bisnis.com
Aanak-anak memerlukan penataan ruang dan peralatan yang sesuai dengan aktivitasnya. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA -- Setiap orang tua pasti ingin mengajarkan kemandirian bagi anaknya. Salah satu caranya adalah dengan menyiapkan kamar khusus bagi buah hati mereka.

Desain kamar anak berbeda dengan ruang istirahat untuk orang dewasa. Dunia anak-anak yang cerah-ceria direpresentasikan melalui ruangan mereka. Selain menorehkan cat tembok warna cerah, banyak juga orang tua yang mengisi furnitur dan perabot bergambar tokoh kartun.

Terus meningkatnya permintaan akan mebel dan aksesori bertema anak-anak dimanfaatkan dengan baik oleh Wawan Eka. Di bawah bendera Devi Showroom, pria asal Malang, Jawa Timur ini fokus menyediakan segala pernak-pernik untuk mengisi kamar anak.

Wawan mengaku awalnya dia memproduksi mebel umum. Namun, bisnisnya berubah kala ada konsumen yang meminta dibuatkan mebel untuk anak. Ternyata, banyak orang yang menyukai hasil karya Wawan. Dia pun membuka Devi Showroom sejak 1,5 tahun silam.

Dia memilih terjun ke bisnis ini karena melihat besarnya peluang yang bisa digarap. Ini karena semakin banyak orang tua yang tertarik merancang kamar khusus bagi buah hati mereka. "Pemain di bisnis ini juga terbilang jarang. Persaingannya tak seketat mebel umum," ujar pria yang sudah berkecimpung selama 15 tahun di bisnis furnitur ini.

Seiring berjalannya waktu, model-model mebel dan perabotan Wawan hasilnya terus bertambah. Beberapa produk yang laku keras di pasar, di antaranya meja, kursi, lemari kecil, lemari buku, tempat pensil, cermin, hingga kotak mainan. Semua produk Devi Showroom tampil dengan warna cerah dan tokoh kartun nan lucu. Jumlah varian produk yang dia buat lebih dari 100 model.

Harga mebel dan perabot khusus anak ini berkisar dari Rp20.000—Rp5.000.000 per buah. Harga tersebut disesuaikan dengan ukuran dan kerumitan produk. “Margin keuntungan mencapai 30%—40%,” kata Wawan.

Soal strategi pemasaran, Wawan awalnya mengandalkan promosi dari mulut ke mulut. Namun demikian, seiring dengan makin dikenalnya produk Devi Showroom, dia tak henti-hentinya mendapat pesanan dalam jumlah besar. Bahkan, produk buatan Wawan kini sudah tersedia di banyak toko ritel modern di kota-kota besar di Indonesia.

Bisnis furnitur dan perabot khusus anak-anak tak jauh berbeda dengan usaha mebel pada umumnya. Menurut Wawan, pelaku usaha di bidang ini membutuhkan pengalaman memproduksi mebel sebelumnya.

Wawan mengemukakan pendapatnya bukan tanpa alasan. “Kami melayani desain sesuai permintaan konsumen. Oleh karena itu, kami harus cepat menangkap maksud mereka dan menuangkannya menjadi produk yang mereka inginkan,” ujar Wawan.

Lebih lanjut, menurut dia, diperlukan keahlian yang cukup tinggi untuk memproduksi mebel anak-anak. Bentuk furnitur dan perabot khusus anak biasanya bergambar karakter kartun. Tak heran, perajin harus memotong kayu sesuai dengan bentuk karakter kartun yang dipesan konsumen.

Untuk bahan baku, Wawan memanfaatkan material medium density fiber (MDF). Material kayu olahan ini dipilih karena tidak terlalu berat dan memiliki serat yang halus. Dia menggunakan skema sablon dan cetak (printing) untuk menghias mebel buatannya. Namun demikian, dia merekomendasikan teknik sablon karena antiair dan lebih tahan lama ketimbang printing.

Wawan memfokuskan proses produksi di sebuah pabrik di bilangan Batu, Malang, Jawa Timur. Dia dibantu oleh 40 orang pekerja untuk menyelesaikan pesanan konsumen. “Kapasitas produksi mencapai 1.000—1.500 buah untuk setiap produk per bulan,” katanya. Dia mengaku jumlah ini masih belum bisa memenuhi keinginan konsumen yang menembus 4.000—5.000 buah setiap bulan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

peluang usaha furnitur
Editor : Setyardi Widodo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top