Griselda Sukses Bawa Tren Food Truck AS ke Jakarta

Beberapa bulan terakhir, food truck mulai muncul di jalanan Ibu Kota. Truk-truk besar tersebut dipoles sedemikian rupa hingga terlihat nyentrik. n
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 02 Juni 2014  |  13:02 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -Toni dan Desi merupakan sepasang anak muda yang hobi berburu kuliner. Tak jarang, Mereka berkeliling kota demi mendapatkan makanan enak dan tempat berkonsep tak biasa.

Sore itu, mereka mendatangi salah satu pusat perbelanjaan yang terletak di Jakarta Pusat demi melihat sajian kuliner unik.

“Kami lihat dari Twitter ada beberapa food truck yang parkir. Kami penasaran ingin merasakan sensasi makan ala orang Amerika,” ujar Toni.

Keinginan Toni dan Desi untuk menyantap kuliner yang disajikan dari sebuah truk pun menjadi kenyataan. Di lapangan parkir pusat perbelanjaan tersebut, berjejer enam truk berdesain unik lengkap dengan bangku dan meja.

Dari dekat, mereka bisa menyaksikan pemandangan unik, yaitu orang-orang memasak dan menyajikan makanan dari dalam truk.

Konsep truk makanan (food truck) memang bukan berasal dari Indonesia. Tren yang berasal dari Negeri Paman Sam ini dipopulerkan oleh kaum hispanik atau masyarakat Meksiko yang tinggal di Los Angeles, Amerika Serikat. Mereka menjual aneka macam makanan Meksiko, misalnya burrito, taco, quesadillas, dan lainnya.

Beberapa bulan terakhir, food truck mulai muncul di jalanan Ibu Kota. Truk-truk besar tersebut dipoles sedemikian rupa hingga terlihat nyentrik.  

Bukan itu saja, pelaku usaha juga menawarkan menu-menu makanan yang bercita rasa pedas dan asam yang menggugah selera.

Fenomena ini terbukti mampu menjadi strategi baru yang dimanfaatkan oleh pelaku usaha untuk menarik perhatian konsumen.

Salah satu pelaku usaha yang mencoba peruntungan dengan mengusung konsep food truck adalah Griselda Valentina. Di bawah bendera Loco Mama, perempuan berparas cantik ini merintis bisnis bersama lima orang kerabatnya sejak Desember 2013.

Inspirasi Griselda memulai bisnis Loco Mama bermula dari pengalaman pribadi. Sejak 2003-2007, dia kuliah di salah satu kampus di Los Angeles.

Dari situ, dia mengumpulkan modal dan membuat konsep kuliner food truck yang sesuai dengan budaya dan kondisi di Jakarta. 

Bukan cuma konsep food truck yang unik, dia juga ingin membawa menu-menu khas Mexico yang biasa dijual oleh pemilik food truck di Amerika Serikat.

"Masakan Meksiko itu rasanya pedas, asin, dan asam. Makanya, saya pikir rasa kuliner ini akan cocok dengan lidah orang Indonesia," tuturnya. 

Beberapa menu khas Mexico yang ditawarkan Loco Mama, di antaranya burrito, nachos, cuacamole, pinaple salsa, dan masih banyak lagi. Dia mengklaim rasa makanan tersebut diolah sesuai dengan selera masyarakat Indonesia. 

Griselda mempromosikan Loco Mama melalui media sosial, yaitu Twitter,  Facebook, dan Instagram. Di situ, dia selalu memberikan kabar di mana Loco Mama berjualan kepada konsumen. Saat ini,  Loco Mama rutin buka di daerah Kemang, Jakarta Selatan.

Dia mengklaim cara ini ampuh menggaet konsumen. Pelanggannya bukan hanya anak muda, tetapi juga kalangan ekspatriat.

"Kemang memang terkenal sebagai tempat tinggal ekspatriat. Banyak konsumen bule yang bilang mereka senang karena merasa seperti kembali ke kampung halaman," ujarnya. 

Meski belum satu tahun, nama Loco Mama perlahan semakin dikenal oleh masyarakat ibukota. Selain karena konsep tempat dan makanan yang unik, harga makanan pun cukup terjangkau.

Griselda menjual makanan ala Mexico ini mulai dari Rp20.000-Rp40.000 per porsi. Dari bisnis ini, dia bisa meraih omzet Rp8juta - Rp10juta per hari.

Modal utama berbisnis food truck adalah kendaraan. Seperti dijelaskan sebelumnya, pelaku usaha membutuhkan truk yang bisa menampung segala peralatan dapur, tetapi nyaman untuk memasak. Griselda mengaku konsep food truck yang dia tonjolkan adalah truk antik. 
 
Griselda dan teman-temannya memilih truk Chevrolet keluaran 1947. Setelah mendesain bagian mobil berupa dapur, mereka juga memoles mobil yang tadinya berkarat tersebut dengan cat berwarna orange dan krem.
 
"Proses ini membutuhkan waktu sekitar 6 bulan. Biaya yang kami keluarkan untuk mobil saja mencapai Rp500 juta," katanya. Hasilnya, 'toko berjalan' Mama tampil unik nan eksentrik.
 
Meski telah menyediakan ruang untuk memasak, Griselda mengaku mereka tak sepenuhnya melakukan produksi di dalam mobil.
 
Dia memiliki dapur utama untuk mempersiapkan bahan-bahan makanan. Adanya dapur utama ini membuat proses memasak di dalam mobil bisa dilakukan lebih cepat dan efisien. 
 
Selain untuk efisiensi waktu, Griselda memilih cara ini agar mobilnya tetap terawat. "Merawat toko berjalan lebih sulit ketimbang toko konvensional. Kami selalu membersihkan mobil sebelum dan selesai berjualan. Ini salah satu tantangan menjalankan bisnis food truck," ujar perempuan yang kini memiliki 12 karyawan ini.
 
Griselda mengaku bisnis food truck memiliki masa depan yang cerah. Selain unik, food truck bisa menjadi solusi atas mahalnya harga sewa restoran.
 
Khususnya di kota-kota besar di Indonesia. "Harga sewa toko konvensional sangat mahal. Meski di awal kami menanam investasi besar untuk mobil, ke depannya tinggal bayar sewa lahan parkir," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
peluang usaha

Editor :

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top