Taco Truck, Menyantap Lezatnya Kuliner Meksiko dari Atas Truk

Ada berbagai cara memasarkan makanan. Mulai dari membuka restoran hingga berjualan ala gerobakan kaki lima. Namun, apa jadinya jika berjualan di atas truk dengan desain nyentrik? Tentu sangat menarik bukan? Nah, konsep ini dikenal dengan sebutan truk makanan atau food truck
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 02 Juni 2014  |  13:11 WIB
Taco Truck, Menyantap Lezatnya Kuliner Meksiko dari Atas Truk
Truk saat ini juga digunakan untuk menjual makanan - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA-- Ada berbagai cara memasarkan makanan. Mulai dari membuka restoran hingga berjualan ala gerobakan kaki lima. Namun, apa jadinya jika berjualan di atas truk dengan desain nyentrik? Tentu sangat menarik bukan? Nah, konsep ini dikenal dengan sebutan truk makanan atau food truck

Konsep food truck memang bukan berasal dari Indonesia. Tren yang berasal dari Negeri Paman Sam ini dipopulerkan oleh kaum hispanik atau masyarakat Meksiko yang tinggal di Los Angeles, Amerika Serikat. Mereka menjual aneka macam makanan Meksico, misalnya burrito, taco, quesadillas, dan lainnya.

Pengusaha lain yang mencoba peruntungan di bidang ini adalah Andre Tandari. Bersama tiga orang temannya, Andre merintis usaha Taco Truck sejak September 2013.

Andre tak pernah tinggal atau kuliah di Amerika Serikat. Ide membangun food truck justru datang dari salah satu temannya yang pernah menjadi koki di Los Angeles. Dari situ, mereka mulai membangun konsep bisnis Taco Truck.

Sesuai namanya, Taco Truck menjajakan kuliner khas Meksiko. Selain belum populer di Indonesia, menu tersebut mereka pilih demi membawa orisinalitas konsep food truck. Di samping menawarkan kuliner khas ala Meksiko, seperti taco dan quasadilas, mereka juga menggabungkan dengan makanan lokal. Contoh perpaduan tersebut adalah taco rasa rendang yang disukai oleh konsumen.

Karena menyasar anak-anak muda, Andre memanfaatkan media sosial untuk berpromosi. Di akun jejaring sosial tersebut, dia dan timnya selalu mengabarkan dimana Taco Truck membuka lapak. Selain itu, dia juga mengadalkan promosi dari mulut ke mulut.

Andre mengaku Taco Truck pertama kali beroperasi di bilangan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

"Kami juga sering buka di Pantai Indah Kapuk, Pluit, dan Menteng," uajrnya.

Memanfaatkan lahan parkir, Taco Truck buka sore hingga malam hari setelah toko tutup.

Seiring berjalannya waktu, popularitas Taco Truck kian meningkat. Menurut dia, banyak konsumen yang tertarik membeli karena terpikat oleh tampilan truk yang unik. Di samping memang banyak juga konsumen yang penasaran dengan rasa makanan Meksiko.

Harga kuliner Taco Truck dibanderol mulai dari Rp20.000-Rp45.000 per porsi. Dari bisnis food truck ini, Andre bisa meraup omzet Rp5 juta - Rp6 juta per hari.

Untuk mobil, Andre tak menggunakan truk antik. Dia membeli truk baru yaitu Toyota Dyna yang ukurannya cukup besar. Mobil baru dipilih untuk mempermudah proses pengerjaan food truck.

Agar makin komplit, Andre dan teman-temannya mendesain bagian dalam dan luar truk.

"Untuk bagian dalam, saya bikin layaknya dapur. Jadi ada kompor, oven, kulkas, dan lemari untuk menyimpan makanan. Untuk bagian luar, saya poles dengan stiker dan cat agar menarik perhatian," ujar pria yang hobi otomotif ini.

Meski telah menyediakan ruang untuk memasak, Andre mengaku mereka tak sepenuhnya melakukan produksi di dalam mobil. Dia tetap memiliki dapur utama untuk mempersiapkan bahan-bahan makanan. Adanya dapur utama ini membuat proses memasak di dalam mobil bisa dilakukan lebih cepat dan efisien.

Tantangan merintis bisnis food truck tak hanya soal kendaraan. Menurut Andre, hambatan terbesar yang dia hadapi adalah lahan parkir. Sulitnya mendapat lahan parkir di Ibukota tak jarang membuat Andre dan timnya pusing kepala. Dia harus meminta izin kepada pemilik lahan dan membayar uang sewa agar bisa berjualan.

Namun, masalah tak berhenti sampai di situ. Masalah lain yang dihadapi pelaku usaha food truck adalah premanisme.

Oleh karena itu, Andre sangat berharap dia bisa berkumpul dengan pelaku usaha food truck lain dan membentuk komunitas sendiri. Tujuannya agar bisnis mereka diakui oleh pemerintah kota dan mendapat surat izin resmi. Jika berhasil, Andre berpendapat bisnis food truck bisa makin populer dan meramaikan kota Jakarta.

Meski banyak mengalami hambatan, Andre tetap optimistis bisnis food truck akan berkembang. Konsep food truck yang efisien dan modern, bisa menjadi salah satu alternatif konsep bisnis kuliner yang unik dan bisa menarik minat masyarakat.

"Dengan konsep food truck, konsumen bisa menikmati makanan dengan cara yang unik dan cepat. Saya rasa konsep ini cocok dengan masyarakat modern yang aktivitasnya padat," katanya.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
peluang usaha

Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top