KULINER SEHAT: Ayo Berbisnis Menu Diet Mayo

Berbagai metode diet mudah dan praktis bermunculan dengan tawaran menurunkan berat badan. Satu di antaranya adalah diet mayo yang menjanjikan lemak terkikis dalam waktu 13 hari hanya dengan menghentikan asupan garam, gula, lemak, dan minyak dalam setiap makanan yang disantap.
Nenden Sekar Arum
Nenden Sekar Arum - Bisnis.com 02 Januari 2015  |  09:30 WIB
KULINER SEHAT: Ayo Berbisnis Menu Diet Mayo
Berharap terus berkembang dan melayani lebih banyak orang. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Berbagai metode diet mudah dan praktis bermunculan dengan tawaran menurunkan berat badan. Satu di antaranya adalah diet mayo yang menjanjikan lemak terkikis dalam waktu 13 hari hanya dengan menghentikan asupan garam, gula, lemak, dan minyak dalam setiap makanan yang disantap.

Sebagai konsekuensinya, Anda harus dapat memilah makanan mana yang boleh dan tidak boleh masuk ke dalam perut. Memang terdengar sedikit  ribet , apalagi harus menyediakan makanan sendiri.

Bagi sebagian orang, tren tersebut justru menjadi peluang bisnis yang menggiurkan. Caranya adalah dengan menyediakan bisnis katering paket diet mayo. Bisnis tersebut, bahkan semakin menjamur dengan tawaran paket harga dan menu yang variatif.

Salah satu pelaku yang memanfaatkan peluang dari semakin populernya metode diet mayo adalah Anis Setyawati. Perempuan asal Yogyakarta yang telah memulai bisnis katering sejak dua tahun lalu tersebut mulai menyediakan paket diet mayo sejak awal Oktober 2014.

“Awalnya hanya ingin membantu teman yang kelebihan berat badan. Saya bantu menyediakan makanan tanpa garam selama 13 hari. Sekarang, justru semakin banyak yang ikut memesan paket tersebut, apalagi di Yogyakarta masih jarang yang menyediakan katering khusus,” katanya.

Untuk menyusun menu, ibu satu orang anak ini mengonsultasikannya dengan ahli gizi di mayo klinik agar menu yang disajikan sesuai dengan kebutuhan asupan gizi yang diperlukan tubuh.Hingga saat ini, dia telah melayani sekitar 50 pelanggan yang memesan paket diet mayo seharga Rp520.000 per 13 hari atau Rp40.000 per hari untuk makan pagi, siang, dan malam. Harga tersebut belum termasuk ongkos kirim. Pelanggan harus menambah Rp5.000–Rp10.000 setiap pengiriman.

Meskipun harga yang ditawar-kannya relatif murah, dari bis-nis tersebut, Anis mengaku bisa mendapatkan margin keuntungan hingga 50%. Pasalnya, bahan-bahan yang digunakan juga relatif sedikit dengan penggunaan yang ditakar.“Untuk bahan seperti daging atau ikan, ada hitungan kalorinya sehingga tidak membutuhkan banyak biaya. Yang paling banyak, lebih ke rawfood,” kata Anis.

Dalam 13 hari, pemilik katering dengan nama Dapur Mamah Fian itu mengklaim selalu memberikan menu yang variatif, berbeda dengan penyedia katering lainnya yang biasanya mengulang menu untuk hari ke delapan dan selanjutnya.

Menu yang menjadi favorit konsumen adalah burger dengan patty dari gandum. “Pada hari terakhir saya adakan polling, menu mana yang diinginkan pelanggan dan mayoritas memilih burger  gandum.”

Selama ini, Anis hanya melayani pesanan di wilayah Yogyakarta karena keterbatasan daya jangkau kurir dan kebutuhan untuk menyajikan makanan dalam kondisi segar. Mayoritas profil pelanggannya adalah kaum hawa dari kalangan mahasiswa.

“Kendala saat ini lebih ke proses pengiriman, karena banyak yang ngekos, alamatnya agak susah dijangkau. Jadi, sebelum memulai pengiriman paket, kami harus melakukan survei untuk lokasinya,” imbuhnya.

Selain menyediakan menu diet mayo, Anis juga menyediakan menu lanjutan atau menu maintenance. Sasaran pasarnya adalah konsumen yang sudah  menyelesaikan program diet mayo selama 13 hari yang harus beradaptasi dan menerima kembali asupan garam.

“Diet mayo yang disarankan hanya satu kali dalam setahun. Untuk mengakali agar pelanggan tetap loyal, kami sediakan menu maintenance bagi yang diet. Kami juga berikan hadiah atau gift away .”

PEMAIN BARU

Selain Anis, bisnis katering diet mayo ini juga dilakoni Sary Maheswary, pemilik katering Aura Diet Mayo. Sary baru memulai bisnisnya awal Desember 2014. Sary mengaku bisnis ini memiliki peluang yang sangat besar, didorong oleh kesadaran masyarakat terhadap kesehatan yang semakin meningkat. Selain itu, jumlah orang bertubuh besar di Indonesia tergolong cukup banyak.

“Respons dari masyarakat ter-hadap bisnis katering khusus diet  ini sangat besar. Animonya terus meningkat,” katanya.

Dia mengaku dalam kurun waktu  kurang dari dua pekan, sudah ada 35 orang yang mengikuti paket diet mayo yang dijalankannya. Harga paket yang ditawarkan Sary Rp715.000 untuk makan siang dan malam selama 13 hari, sudah termasuk ongkos kirim untuk wilayah Yogyakarta.

Margin keuntungan yang didapatkan juga cukup menggiurkan, yaitu bisa mencapai 50% dari harga jual. Besarnya keuntungan yang diperoleh ini membuatnya semakin bersemangat menjalankan bisnis tersebut. “Selain menguntungkan, bisnis ini juga bisa membantu banyak orang yang ingin mendapatkan keseimbangan asupan makanan,” katanya.

Di samping merontokkan lemak dan menurunkan berat badan, metode diet mayo ini juga diyakini dapat meningkatkan kemampuan metabolisme tubuh. Hal itu terlihat dari berbagai testimoni positif yang didapatkan dari pelanggannya.“Meskipun diet mayo sudah tidak populer, menu ini merupakan menu sehat yang bisa dikonsumsi oleh siapapun,” katanya.

Selama menjalankan bisnis yang dibantu oleh tiga orang pekerja tersebut, Sary mengaku tidak menemui kendala yang berarti. Kendala yang dihadapi sejauh ini hanyalah ketersediaan bahan yang agak terganggu karena pengaruh musim hujan, serta masih terbatasnya tenaga kurir yang dapat mengantarkan paket pada pukul 07.00–11.00 WIB. “Untuk pengiriman, kami batasi tidak boleh lebih dari jam 11.00. Kalau lebih dari itu, kasihan pelanggan tidak bisa makan siang,” imbuhnya.

Ke depan, Sary berharap Aura Diet Mayo yang dijalankannya ini dapat terus berkembang dan melayani lebih banyak orang yang menginginkan menu makanan sehat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kuliner

Sumber : Bisnis Indonesia, Jumat (2/1/2015)

Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top