Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Olah Limbah Tahu, 5 Perempuan Indonesia Menangi Prix Ars Electronica 2015

Lima perempuan Indonesia yang tergabung dalam tim XXLab memenangi salah satu kategori dalam kompetisi Prix Ars Electronica 2015.
M. Taufikul Basari
M. Taufikul Basari - Bisnis.com 26 Mei 2015  |  18:40 WIB
Olah Limbah Tahu, 5 Perempuan Indonesia Menangi Prix Ars Electronica 2015
Irene Agrivina Widyaningrum, Ratna Djuwita, Eka Jayani Ayuningtias, Asa Rahmana, dan Atinna Rizqiana. - Prix Ars
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Lima perempuan Indonesia yang tergabung dalam tim XXLab memenangi salah satu kategori dalam kompetisi Prix Ars Electronica 2015.

Irene Agrivina Widyaningrum, Ratna Djuwita, Eka Jayani Ayuningtias, Asa Rahmana, dan Atinna Rizqiana menang di kategori “[the next idea] voestalpine Art and Technology Grant.” XXLab mengalahkan sekitar 2.900 partisipan dari 75 negara.

Selain mendapat penghargaan, mereka juga akan tinggal di Austria untuk melakukan riset pengembangan produk. Asa Rahmana, salah satu dari tim, mengatakan proyek ini memanfaatkan limbah tahu dan tempe.

“Kami mencoba mengolah limbah cair industri tahu dengan memanfaatkan bakteri Acetobacter xylinum. Prosesnya mirip dengan pembuatan nata de coco,” ujarnya kepada Bisnis.com, Selasa (26/5/2015).

Dia menambahkan, setelah dipress dan dikeringkan, hasilnya berupa lembaran yang kuat dan dapat diolah sebagai material craft.

Limbah tahu sendiri di daerah perkotaan biasanya langsung dibuang ke sungai. Padahal dalam kondisi baru limbah ini bersifat basa dan berbahaya bagi ekosistim sungai.

“Dengan ide pengolahan limbah ini, kami berharap limbah tahu jadi punya nilai ekonomi sehingga tidak dibuang begitu saja ke sungai dan menyebabkan pencemaran,” lanjutnya.

Mereka menamai proyek ini SOYA C(O)U(L)TURE. Para anggota tim berasal dari berbagai latar belakang, seperti seniman, desainer dan programmer, dengan fokus pada seni, ilmu pengetahuan dan teknologi gratis yang difasilitasi dan didukung oleh HONF Foundation, Yogyakarta.

“Aspek interdisipliner, kolaboratif, berkelanjutan dan kreatif dari proyek ini memenuhi semua kriteria untuk sukses dan model inovasi sosial menjanjikan dan wanita XXLab pasti akan menginspirasi banyak orang lain,” ungkap juri yang Bisnis kutip dari website resmi Ars Electronica.

Disebutkan bahwa proyek ini menggunakan bahan organik yang murah, yang bisa dikembangkan menjadi berbagai produk dengan nilai ekonomi. Hal ini dapat diproduksi dan dikembangkan di setiap rumah menggunakan peralatan dapur biasa.

Selain kategori yang dimenangkan XXLab ini, hari ini Ars Electronica juga mengumumkan pemenang untuk kategori “Computer Animation/Film/VFX,” yang dimenangi Alex Verhaest dari Belgia.

Adapun untuk kategori “Digital Musics & Sound Art” dipegang Nelo Akamatsu (Jepang), kategori “Hybrid Art” dimenangi Gilberto Esparza (Meksiko), “Visionary Pioneers of Media Art” Jeffrey Shaw, dan “u19 – Create Your World” dianugerahkan untuk Gabriel Radwan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kompetisi limbah
Editor : Fatkhul Maskur
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top