HENDRA JAYA: Keyakinan Adalah Separuh dari Keberhasilan

Kini, selaku Presiden Direktur PT Pertamina Gas, Hendra bermimpi menyambungkan seluruh wilayah Indonesia dengan jaringan gas. Apa saja strateginya? Bisnis berkesempatan mewawancarainya belum lama ini. Berikut petikannya.
Lili Sunardi & Lukas Hendra | 07 Maret 2016 19:40 WIB
Presiden Direktur PT Pertamina Gas, Hendra Jaya. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA — Hendra Jaya lahir di Prabumulih, salah satu daerah yang terkenal sebagai lumbung energi. Sejak kecil, dia terbiasa berhadapan dengan ironi, menyaksikan masyarakat di sekitar Prabumulih kesulitan mengakses sumber energi.

Kini, selaku Presiden Direktur PT Pertamina Gas, Hendra bermimpi menyambungkan seluruh wilayah Indonesia dengan jaringan gas. Apa saja strateginya? Bisnis berkesempatan mewawancarainya belum lama ini. Berikut petikannya.

Bagaimana awal mula Anda bergabung ke Pertagas?

Saya berkarier selama 26 tahun di PT Pertamina (Persero). Selama 20 tahun pertama di karier saya bergabung di bisnis hulu. Saya pernah di Pertamina EP, Pertamina Hulu Energi, dan pada 2011 ditugaskan memimpin Nusantara Regas, hingga akhirnya menjadi Presiden Direktur di PT Pertamina Gas pada 2013.

Jadi saya memulai karier dari engineer, senior engineer, chief engineer, field manager, hingga grand manager di Pertamina Hulu Energi, kemudian dipercaya menjadi presiden direktur pada 2011 di Nusantara Regas, dan akhirnya menjadi presiden direktur di Pertagas.

Apakah ada perbedaan antara bekerja di upstream dan midstream migas?

Perbedaannya sebenarnya hanya fokus bisnisnya saja. Di upstream, kami fokus mencari, menemukan, dan memproduksi minyak dan gas bumi (migas), sedangkan di midstream harus memastikan gas yang diproduksi dapat disalurkan dengan baik ke konsumen, dan melakukan niaga jual beli gasnya.

Apa tantangan yang harus dihadapi Pertagas saat ini?

Tantangannya adalah bagaimana kami dapat berkompetisi secara sehat, dan di sisi lain juga harus bisa berkolaborasi dengan kompetitor. Jadi pada dasarnya, strategi kami untuk memajukan perusahaan ini dan menghadapi persaingan. Kami lakukan dengan cara kolaborasi dan kompetisi.

Kolaborasi diperlukan untuk menghindari tumpang tindih infrastruktur jaringan gas yang ada, pembangunan jaringan gas yang memerlukan kerja sama, dan pembangunan infrastruktur yang memerlukan jaringan milik kompetitor, sedangkan kompetisi dilakukan agar kami terus mendapatkan konsumen dan menjalankan bisnis secara efisien. Kompetisi juga akan menguntungkan konsumen karena memiliki pilihan provider penyedia gas dengan layanan terbaik.

Bagaimana cara mengelola sumber daya manusia di Pertagas agar mampu bekerja secara efisien?

Kata kunci untuk mendorong pekerja dapat bekerja dengan efisien dan dapat mengeluarkan seluruh kemampuannya untuk perusahaan adalah bagaimana saya sebagai pemimpin menciptakan suasana kerja yang positif dan kondusif untuk seluruh pekerja. Salah satu caranya adalah membuat standar hubungan antarpekerja yang tidak kaku, menggunakan gaya egaliter agar mampu menghilangkan batasan yang membuat pekerja takut untuk berhubungan dan mengeluarkan pendapat kepada atasannya.

Saya juga mendorong seluruh pekerja untuk memiliki sikap yang terbuka, agar mampu menumbuhkan rasa saling percaya. Rasa saling percaya inilah yang akan menjadi modal bagi para pekerja untuk dapat bekerja sama dengan baik.

Saya sendiri selalu memberikan contoh dengan membuka pintu ruangan saya, untuk menunjukkan saya terbuka kepada siapapun yang ingin berkomunikasi. Kalau memang diperlukan, pekerja dapat langsung berkomunikasi dengan saya, tanpa melalui atasannya.

Apa nilai-nilai yang coba Anda tanamkan sebagai seorang pimpinan di Pertagas?

Saya selalu menerapkan lead by example dan i do what i said, dan menunjukkan pentingnya budaya keterbukaan, kolaborasi melalui perilaku sehari-hari yang egaliter. Saya tidak menginginkan budaya ‘asal bapak senang’ atau apapun kata atasan itu benar di perusahaan ini.

Sejak awal, saya tidak pernah mau dipanggil sebagai Pak Presdir. Nama saya Hendra Jaya, dan para pekerja cukup memanggil saya dengan nama saya, karena Presiden Direktur hanya jabatan saya di Pertagas. Dengan begitu, setiap pekerja dapat dengan bebas mengeluarkan ide, kreativitas, bahkan mendebat atasannya untuk hal-hal yang memang secara prinsip perlu disampaikan.

Seperti apa pemimpin yang ideal menurut Anda?

Mampu menjalankan konsep Ing Ngarso Sung Tulodo seperti yang disampaikan Ki Hajar Dewantara. Jadi pemimpin yang baik harus dapat memberikan teladan kepada seluruh pekerjanya melalui perilakunya sehari-hari. Misalnya, perilaku yang berkaitan dengan safety.

Pekerja akan sangat melihat bagaimana orientasi seorang pemimpin terkait dengan kepedulian terhadap keselamatan bekerja. Itu dapat ditunjukkan dengan selalu menggunakan peralatan keselamatan saat di lapangan, sehingga menjadi contoh yang ditiru oleh para pekerja.

Siapa pemimpin yang menjadi panutan Anda selama ini?

Saya selalu melihat banyak pemimpin di dunia ini untuk dijadikan sebagai pembelajaran, karena gaya memimpin saya dipengaruhi oleh beberapa pemimpin. Jadi memang tidak ada satu sosok khusus yang saya jadikan panutan.

Apa kegiatan Anda selain rutinitas pekerjaan di Pertagas?

Saat ini saya aktif sebagai Ketua Ikatan Ahli Perpipaan Migas Indonesia (IAPMIGAS), dan sempat aktif di organisasi alumni sekolah bisnis. Saya juga selalu mencoba untuk menyeimbangkan waktu kerja saya dengan kegiatan olah raga, karena saya rutin lari pagi sebelum saya bekerja agar mampu menjaga kondisi fisik.

Saya juga bermain golf untuk melepas stres dan membangun networking sambil bersenang-senang dengan teman. Saya memang suka olah raga, dan sejak kecil saya suka bermain tenis. Saat ini, untuk mencegah cedera lutut, saya beralih ke golf.

Apa yang Anda pelajari dari hobi-hobi itu?

Dengan lari, saya dapat membuat dorongan untuk terus push the limit. Hal itu kemudian diterapkan saat bekerja dengan sikap optimistis dan yakin mampu menyelesaikan seluruh tugas. Keyakinan ini sangat penting, karena kita sudah separuh berhasil apabila yakin dapat menyelesaikan tugasnya. Memang slogan saya selama ini adalah apabila kita yakin bisa, itu sudah separuh berhasil.

Saya juga dapat tetap positif dengan berlari, dan selalu mengatakan be positif is always in my blood, karena memang golongan darah saya B dengan rhesus positif. Itu semua membuat saya untuk terus optimistis dan tidak mudah menyerah, karena dorongan semangat, serta keyakinan dapat membawa kita menyelesaikan tugas sesulit apapun.

Seberapa penting olahraga untuk Anda?

Sangat penting, karena pemimpin dituntut untuk dapat bekerja dengan beban yang lebih berat dan waktu yang lebih panjang dibandingkan dengan pekerja lain. Untuk itu, diperlukan kesehatan yang baik dan kondisi yang selalu fit.

Selain olah raga, seorang pemimpin juga harus meluangkan waktu untuk mengerjakan hal yang terkait dengan seni untuk menyeimbangkan hidupnya.

Saya sendiri selalu meluangkan waktu bermain musik dengan para pekerja di studio yang kami miliki. Sejak dulu saya memang menyukai jazz, dan selalu datang untuk menonton Java Jazz.. Bahkan saat saya kuliah di Bandung, saya selalu menyempatkan diri untuk menonton Jak Jazz Festival.()

 

Sumber : Bisnis Indonesia, Senin (7/3/2016)

Tag : pertagas, HENDRA JAYA
Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top