Teknologi Baru, Pertempuran Baru

Pesatnya perkembangan teknologi telekomunikasi mengharuskan pelaku industri mengambil langkah cepat agar tetap mampu bertahan. Kepada Bisnis.com, Presiden Direktur PT XL Axiata Tbk. Dian Siswarini membocorkan tantangan yang kini dihadapi industri telekomunikasi di dalam negeri.
Agnes Savithri, Lili Sunardi, Surya M.S. | 25 Mei 2016 17:40 WIB
Dian Siswarini. - Bisnis.com

JAKARTA — Pesatnya perkembangan teknologi telekomunikasi mengharuskan pelaku industri mengambil langkah cepat agar tetap mampu bertahan. Kepada Bisnis.com, Presiden Direktur PT XL Axiata Tbk. Dian Siswarini membocorkan tantangan yang kini dihadapi industri telekomunikasi di dalam negeri.

Berikut petikannya.

Bagaimana cara mempertahankan pendapatan dari voice di tengah pesatnya pemakaian layanan data saat ini?

Penggunaan voice atau telepon mungkin akan menurun ke depannya, tetapi tidak akan hilang, karena orang masih membutuhkan telepon. Ini berbeda dengan layanan pesan singkat yang sekarang tergantikan dengan aplikasi.

Penurunan permintaan voice itu disebabkan perubahan kebutuhan dan kebiasaan dari generasi saat ini yang tidak akan menelepon kalau merasa sudah cukup dengan pesan. Penurunan tarif telepon juga tidak mampu menggenjot volume voice, karena pergeseran kebutuhan yang membuat orang tidak termotivasi untuk banyak menelpon saat tarifnya diturunkan.

Apakah penurunan tarif telepon antaroperator efektif meningkatkan permintaan layanan voice?

Penurunan tarif itu tentu akan meningkatkan volume telepon antaroperator, karena masyarakat tidak lagi memerlukan multi-simcard. Akan tetapi, penaikan itu tidak banyak dan tergantung berapa besar penurunan tarifnya.

Di sisi lain, penurunan tarif telepon antaroperator juga akan memunculkan efisiensi di industri telekomunikasi, karena mengurangi pemakaian multi-simcard. Saat ini banyak masyarakat  yang memiliki lebih dari satu simcard untuk menghindari tarif telepon antaroperator yang mahal.
Saya kira efisiensi di industri telekomunikasi akan terjadi kalau perbedaan tarif telepon antaroperator tidak terlalu jomplang.

Bagaimana XL menyiapkan layanan data untuk memenuhi kebutuhan pelanggan?

Sejak 2013 memang sudah terjadi perubahan tren penggunaan data. Kalau sebelumnya pemangkasan tarif telepon dapat meningkatkan volume voice hingga delapan kali lipat, strategi itu tidak lagi efektif, karena kami harus meningkatkan layanan data.

Transformasi tren itu memang tidak mudah, karena layanan telepon sangat berbeda dengan layanan data. Telepon itu kan dilakukan saat ada kebutuhan, sedangkan penggunaan data dapat dilakukan meskipun masyarakat tidak terlalu membutuhkannya.

Untuk itu, penguatan layanan data menjadi sangat penting, dan kami mengubah strategi  menjadi bagaimana meningkatkan layanan data bagi pelanggan.

Bagaimana perusahaan memanfaatkan teknologi 4G yang baru diperkenalkan di Indonesia?

Sejak 2003, kami sudah menyiapkan layanan 3G untuk layanan data, meskipun baru dimulai pada 2006. Namun, teknologi 3G itu kurang efisien, karena sangat kompleks dan mahal.

Untungnya, kami mendapatkan lisensi 4G pada 2015, dan itu akan menjadi pertempuran baru, karena teknologi baru memberikan kapasitas baru, dan kami dapat memanfaatkan pertumbuhan penggunaan data dari pelanggan. ()

Sumber : Bisnis Indonesia, Rabu (25/5/2016)

Tag : xl axiata, Dian Siswarini
Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top