Kita's Pizza, Pizza Rasa Kita-kita

Penggemar makanan Italia seperti Pizza? Penggemar kuliner lokal pedas khas seperti ayam plecingan Lombok? Jangan khawatir, citarasa tersebut bisa dinikmati dalam satu hidangan menarik yang dikreasikan oleh Pipin Mutiawati
Eka Chandra Septarini | 03 Desember 2017 13:52 WIB
. - .

Bisnis.com, MATARAM -- Penggemar makanan Italia seperti Pizza? Penggemar kuliner lokal pedas khas seperti ayam plecingan Lombok? Jangan khawatir, citarasa tersebut bisa dinikmati dalam satu hidangan menarik yang dikreasikan oleh Pipin Mutiawati.

Sepulangnya dari Australia 12 tahun yang lalu, Pipin bermimpi memiliki usaha di bidang kuliner. Pengalaman bekerja di restoran selama mengikuti suaminya belajar di negeri kanguru, membuatnya akrab dengan selera khas 'bule' seperti pizza.

Namun, citarasa khas 'bule' tersebut nampaknya tidak terlalu cocok dengan lidah keluarga dan kerabatnya saat disuguhi panganan roti asal Italia tersebut. Meskipun dari sisi rotinya mengundang selera, nampaknya topping atau taburan di atas pizza tersebut yang kurang disukai.

Lantas, Pipin mencoba untuk membuat sendiri taburan pizza dengan selera lokal. Ayam taliwang dan ayam plecingan dipilih karena menjadi dua menu favorit khas pulau Lombok. Gayung bersambut, pizza dengan citarasa pedas khas Lombok tersebut mendapat respon yang positif.

"Dari situlah awal mula Kita's Pizza. Jadi pizza yang rasa kita-kita dan harga kita-kita," ujar Pipin kepada Bisnis.

Dari rumahnya di kawasan Pagutan, Kota Mataram, Pipin mulai berani unjuk gigi dengan menjual pizza dengan topping ayam plecingan tersebut. Disebutnya, bahan baku yang digunakan untuk membuat pizza plecingan ayam tersebut merupakan bahan baku lokal yang mudah didapatkan di pasar tradisional.

"Topping kita olah sendiri, semua pakai bahan lokal, daging, sayur, dan bahan-bahan lainnya," ujar Pipin.

Dengan modal Rp3 juta yang saat itu dimilikinya, Pipin mencoba peruntungan untuk berbisnis Pizza dengan konsep rasa lokal khas Lombok. Pipin mulai aktif mengikuti beragam pameran dan food bazaar untuk mengenalkan produknya tersebut. Berkat keaktifannya, Kita's Pizza buatan Pipin mulai banyak dipesan, bahkan untuk oleh-oleh ke luar daerah.

Sadar produknya merupakan produk olahan makanan basah, Pipin membuat pizzanya hanya berdasarkan pesanan. Menurutnya, itu lebih efektif dan efisien ketimbang menyediakan produk jadi yang belum tentu habis diborong pembeli.

Satu loyang pizza buatan Pipin dihargai mulai dari Rp50 ribu hingga Rp60 ribu. Tergolong murah untuk ukuran pizza loyang besar dengan 8 potongan besar pizza. Dalam sehari, Pipin biasanya membuat hingga 10 loyang pizza. Jumlah ini bisa lebih jika ada pesanan-pesanan khusus yang datang.

"Saya pernah dapat order pizza sampai 1.000 potong untuk sehari, itu benar-benar pesanan terbesar yang pernah saya tangani," ujarnya.

Jika sedang penuh orderan, Pipin bisa meraup margin keuntungan Rp10 juta sampai Rp11 juta dalam sebulan. Menurutnya, berbisnis kuliner merupakan pilihan yang tepat lantaran biaya modal yang kecil dan bahan yang mudah didapatkan.

Selain mengolah pizza menjadi citarasa pedas khas Lombok, Pipin juga mencoba untuk mmebuat olahan kue kering dengan bahan dasar daun kelor dan kangkung. Dua bahan tersebut merupakan jenis tumbuhan yang kerap dijadikan lauk sayur oleh masyarakat Pulau Lombok.

Ke depannya, Pipin berencana untuk membuka kelas memasak bagi anak-anak. Menurutnya, kesukaannya pada anak-anak dan dunia kuliner bisa menjadi peluang bisnis baru yang menarik untuk digarap.

Tag : peluang usaha
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top