Setiap Tahun Tenaga Kerja Berpengalaman Menghilang

Setiap tahun semakin banyak tenaga kerja berpengalaman yang hilang karena pensiun atau harus mengurus rumah tangga. Sebaliknya, profesional muda lebih mementingkan pendidikan dibandingkan dengan karier.
Dika Irawan | 08 Februari 2018 17:16 WIB
Ilustrasi - arsip.ubaya.ac.id

Bisnis.com, JAKARTA – Setiap tahun semakin banyak tenaga kerja berpengalaman yang hilang karena pensiun atau harus mengurus rumah tangga. Sebaliknya, profesional muda lebih mementingkan pendidikan dibandingkan dengan karier.

Alhasil memanfaatkan kekuatan ‘tenaga kerja tersembunyi’ ini merupakan peluang bagi perusahaan untuk memperbesar jumlah karyawan guna menjawab tantangan jurang keahlian.

Selain itu juga akan membantu mengurangi absen, meningkatkan produktivitas, serta memperbesar keterlibatan dan loyalitas karyawan.

Hans A. Utomo, Country Manager, Indonesia, Citrix Systems, Inc mengatakan, salah satu untuk memanfaatkan hal itu adalah dengan menyediakan jadwal kerja fleksibel. Menurutnya, keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi adalah lebih penting bagi tenaga kerja tersembunyi dibandingkan dengan kelompok lainnya.

“Alasannya mereka mencoba beradaptasi terhadap berbagai kebutuhan untuk tanggung jawab profesional yang tinggi dan kehidupan pribadi yang sibuk, seperti antarjemput anak di sekolah atau janji konsultasi dokter,” tutrnya dalam keterangan tertulis, Kamis (8/2/2018).

Dia menjelaskan, menghilangkan struktur kerja tradisional yang kaku dan mengadopsi jadwal kerja fleksibel, seperti minggu kerja yang dipadatkan, waktu fleksibel, berbagi kerja atau pengurangan jam kerja, adalah cara yang efektif bagi perusahaan untuk menciptakan tempat kerja yang mendorong keseimbangan ini.

Bagi perusahaan-perusahaan yang bermigrasi ke jadwal kerja baru, cari pendapat dari eksekutif dan karyawan lewat survey internal untuk membantu memperkenalkan cara baru ini.

“Memulai sebuah program perdana dengan beberapa karyawan terpilih akan memberikan peluang bagi perusahaan untuk mengoptimalkan penawarannya sebelum menyediakannya bagi seluruh karyawan.”

Tag : tenaga kerja
Editor : Bambang Supriyanto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top