PELUANG BISNIS: Melukis Dengan Tinta Ampas Kopi

Mulai sekarang jangan buang ampas kopi yang tersisa di gelas. Sebab, ampas kopi ditangan Lugu Gumilar bisa menjadi sebuah karya seni yang memukau.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 20 Februari 2018  |  08:53 WIB
PELUANG BISNIS: Melukis Dengan Tinta Ampas Kopi
. - .

Bisnis.com, DENPASAR -- Mulai sekarang jangan buang ampas kopi yang tersisa di gelas. Sebab, ampas kopi ditangan Lugu Gumilar bisa menjadi sebuah karya seni yang memukau.

Berawal dari rasa cintanya dengan kopi, Lugu membuat lukisan yang tidak biasa. Jika seniman biasanya melukis dengan tinta biasa, Lugu justru menggunakan ampas kopi sisa diminum untuk menjadi pengganti cat air.

Ide ini berawal pada 2013 dari seorang temannya yang kebetulan memiliki Kedai Kopi. Dia yang memang sejak lama telah berkecimpung di dunia seni, diminta untuk membuat lukisan dari kopi. Pertama kali mencoba, lukisan dari kopi tidak dia teruskan.

Hingga, selang beberapa lama, yakni tepatnya pada 2015, Lugu akhirnya memiliki kedai kopi sendiri yang berlokasi di Denpasar. Di sana, setiap harinya dia bergelut dengan cita rasa kopi. Mulai dari sanalah ide untuk kembali mengembangkan karya seni lukis dari kopi muncul.

"Karena kerja di kedai kopi tiap hari bisa eksperimen bikin tinta dari kopi, awalnya sketsa-sketsa, sampai akhirnya banyak yang minat dan 2017 bisa ikut sebuah pameran di Denpasar," katanya.

Sejak mengikuti pameran, makin banyak yang tertarik dengam karya seninya. Pesanan pun semakin banyak datang. Umumnya, yang memesan memang merupakan pecinta kopi.

Dari sebuah karya lukis dari tinta kopi, Lugu pun bisa meraih kocek hingga Rp4 juta rupiah. Memang, lukisan dari kopi harganya lebih mahal ketimbang karya biasa. Sebab, proses pembuatan tinta yang lebih sulit.

Jika melukis dengan tinta biasa, seoarang seniman tinggal membeli saja di toko. Tapi, bagi pelukis tinta dari kopi seperti yang Lugu lakukan, dia harus memprosesnya dari awal.

Pertama, ampas kopi dia sisihkan. Kemudian kembali dimasak. Kira-kira dalam 300 gram bubuk kopi yang dimasak hanya mampu menghasilkan 50 gram bubuk. Selanjutnya, bubuk kopi ini dicampur dengan cuka dan garam agar awet. Lalu, dinginkan dalam botol untuk beberapa lama.

Proses yang cukup lama ini, nyatanya memang membuahkan hasil. Karya lukis dari tinta kopi memiliki kesan yang begitu dramatis. Dengan warna monokrom yang dihasilkan, kesan klasik pada lukisan akan sangat mudah didapat.

"Tantangan selama ini ya mungkin karena satu warna, tapi juga aku suka ngopi dengan ketika aku bkin karya selalu aroma kopi ada," katanya

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
peluang usaha

Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top