PELUANG BISNIS: Pengalaman Tangani Bayi jadi Rezeki Baru

Perawat dan fotografi, dua hal yang jauh berbeda tetapi bisa menjadi kesatuan yang saling menguntungkan untuk Bobby. Profesi sebelumnya yang menjadi perawat, membuat Boby terlatih untuk menangani bayi. Hal tersebut yang membawanya pada rejekinya saat ini menjadi seorang fotografer bayi
Eka Chandra Septarini
Eka Chandra Septarini - Bisnis.com 20 Februari 2018  |  09:13 WIB
PELUANG BISNIS: Pengalaman Tangani Bayi jadi Rezeki Baru
. - .

Bisnis.com, LOMBOK- Perawat dan fotografi, dua hal yang jauh berbeda tetapi bisa menjadi kesatuan yang saling menguntungkan untuk Bobby. Profesi sebelumnya yang menjadi perawat, membuat Boby terlatih untuk menangani bayi. Hal tersebut yang membawanya pada rezekinya saat ini menjadi seorang fotografer bayi.

"Saya melihat banyak orang tua yang ingin foto anaknya sewaktu baru lahir. Saya punya kemampuan untuk menangani bayi, ditambah lagi hobi fotografi. Jadilah seperti sekarang ini," ungkap Bobby kepada Bisnis.

Menangani bayi yang baru lahir, menurutnya membutuhkan keahlian khusus. Konsep foto harus bisa disesuaikan dengan anatomi tubuh bayi yang masih rentan. Untuk itu, Bobby biasanya menyesuaikan konsep dan pose foto dengan kondisi bayi. Selain itu, proses pemotretan juga harus mempertimbangkan jam biologis bayi. Hal inilah yang selalu ditekankan Bobby kepada para orang tua yang ingin mengabadikan momen masa kecil sang anak.

Bekerja dengan bayi, tentunya tidak bisa disamakan dengan memotret orang dewasa. Terkadang, dalam satu hari, Bobby bisa menyelesaikan pemotretan satu bayi hingga sore hari. Pasalnya, terkadang kondisi bayi tidak bisa diprediksi sehingga harus menunggu sang bayi tenang kembali agar bisa menghasilkan gambar yang menarik.

"Saya berani motret bayi karena punya pengalaman. Kalau yang lain belum tentu, karena penanganan bayi rentan dan harus ada sertifikasinya," papar Bobby.

Biasanya, agar sang bayi nyaman dengan dirinya, Bobby terlebih dahulu melakukan pendekatan seperti menggendong dan mengajak bercanda. Hal ini juga untuk menunjukkan kepada orang tua, kemampuannya dalam menangani bayi sehingga orang tua yakin untuk melakukan pemotretan.

Dalam satu bulan, Bobby biasanya menangani hingga 7 orang bayi. Hal ini lantaran seluruh proses dilakukan sendiri olehnya, mulai dari menyiapkan konsep dan properti pemotretan, mendatangi rumah tempat bayi akan dipotret, hingga mengedit hasil foto.

Per paket foto bayi dipatoknya dengan harga Rp1 juta untuk waktu selama 4 jam dengan 15 hasil cetak kecil ditambah dengan 1 hasil cetak besar. Namun, orang tua tidak perlu khawatir jika ingin memiliki seluruh hasil foto buah hatinya. Untuk saat ini, Bobby memberikan seluruh hasilnya tanpa dikenakan biaya tambahan.

"Ini saya lakukan karena sebagai hobi. Nanti kalau sudah ada tim yang lebih besar dan lebih profesional baru saya bisa tetapkan tarif untuk penambahan foto," ujarnya.

Pria asal Pare-pare, Sulawesi Selatan ini juga mengaku sudah mendapatkan beberapa tawaran untuk melakukan pemotretan di ibu kota. Permintaan tersebut belum bisa dipenuhinya lantaran masih terkendala jarak yang cukup jauh. Hijrah ke ibu kota, merupakan salah satu langkah yang kini tengah dipertimbangkannya untuk membesarkan bisnis ini.

Untuk proses pemasaran dan pengenalan jasanya, sejauh ini Bobby mengandalkan kekuatan media sosial untuk mempromosikan bisnisnya tersebut melalui akun instagram @a.bobymb. Menurutnya, dengan media sosial tersebut promosi bisa dilakukan dengan lebih mudah dan murah.

Harapan Bobby saat ini adalah bisa mengumpulkan modal untuk bisa mengembangkan bisnis fotografi ini hingga memiliki studio pribadi. Rencananya, Bobby bersama adiknya akan mengembangkan usaha ini sehingga bisa menjadi bisnis keluarga.

"Saat ini mau kumpul modal, kalau sudah cukup saya inginnya punya studio. Kalau memungkinkan juga bisa hijrah ke Jawa supaya bisa lebih banyak lagi yang bisa pakai jasa saya," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
peluang usaha

Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top