Bisnis Bermanfaat dari Tanaman Sehat

Tanaman hias bukan hanya menjadi instrumen tambahan untuk mendekorasi sebuah ruangan atau bahkan untuk halaman rumah. Kini tren tersebut juga dapat dilakukan dengan menggunakan tanaman berkhasiat untuk kesehatan.
Rayful Mudassir | 26 Februari 2018 05:53 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -Tanaman hias bukan hanya menjadi instrumen tambahan untuk mendekorasi sebuah ruangan atau bahkan untuk halaman rumah. Kini tren tersebut juga dapat dilakukan dengan menggunakan tanaman berkhasiat untuk kesehatan.

Adalah Sansevieria, salah satu tanaman hias yang mulai banyak ditemukan sebagai hiasan. Siapa sangka tanaman yang lebih dikenal dengan sebutan bunga Lidah Mertua ini mampu mendeteksi racun serta mengeluarkan oksigen di setiap daunnya.

Peluang kesehatan tersebut mampu dibaca dengan baik oleh Shelly. Berbekal hobi dan keuletannya dalam berbisnis, Shelly sang pemilik usaha tanaman tersebut menjadikan tren ini sebagai lahan bisnis menjanjikan.

“Kami fokus pada penjualan tanaman Sansevieria. Lalu produk kami kemas dengan seni, setiap produk yang kami hasilkan edisinya terbatas,” kata Shelly belum lama ini.

Ketertarikan Shelly yang kemudian membuka Shelly Market untuk menjual tanaman Lidah Mertua ini, karena memiliki khasiat yang cukup baik. Tanaman ini diyakini mampu menyerap 107 jenis racun. Bahkan turut menghasilkan oksigen tanpa henti selama 24 jam.

Tekat dan ketekunan yang kuat yang dimilikinya itu akhirnya berhasil membuat sebuah konsep unik sehingga Shelly Market mampu menjual Lidah Mertua serta berhasil menarik minat konsumen. Masyarakat biasanya akan langsung tergoda setelah melihat tanaman tersebut.

Menurutnya, banyak pembeli yang awalnya tidak berniat memiliki tanaman itu, namun perlahan malah mengoleksi setelah mengetahui khasiat yang ditimbulkan tanaman ini.

Harga Sansevieria juga bervariasi tergantung ukuran dan bentuk. Meski tidak menjelaskan secara detail, namun kisaran harga Lidah Mertua ini mulai dari puluhan ribu hingga jutaan rupiah. Harga tersebut tergantung pada ukuran dan jenis tanaman tersebut.

“Alhamdulillah sampai sejauh ini permintaan masyarakat dapat kami penuhi. Dalam satu bulan bisa terjual sekitar 100 pot,” paparnya.

Proses perawatan Lidah Mertua juga tidak sulit, bahkan cenderung minim. Tanaman ini akan tetap hidup meski dengan sedikit air dan cahaya matahari. Dia mengaku tidak memiliki trik khusus untuk merawat tanaman ini. Hanya saja perlu di siram dan dijemur sebentar dua kali dalam sepekan.

Namun pertumbuhan tanaman Sansevieria yang melambat membuat Shelly Market tidak hanya mengandalkan dari menanam secara mandiri. Akan tetapi untuk mengejar produksi penjualan, dia juga membeli dari pihak lain.

Lidah Mertua diyakini akan cocok untuk masyarakat yang tinggal di kota-kota besar. Di tengah polusi yang tidak henti-hentinya, tanaman ini dapat dijadikan sebagai penawar. Bukan hanya untuk di rumah, Sansevieria juga layak diletakkan di atas meja kerja Anda.

Satu hal lain yang tidak dilupakan begitu saja oleh Shelly. Untuk memikat mata pembeli, Shelly Market membuat sebuah pot unik dan menarik sebagai wadah. Pot tersebut memiliki variasi bentuk yang berbeda, mulai dari berbahan kaca, kayu hingga rotan.

Masing-masing pot umumnya memiliki warna cerah sehingga memikat mata konsumen. Untuk mendapatkan pot cantik tersebut, Shelly Market sampai harus bekerjasama dengan beberapa pengrajin dan sebagian dipesan dari luar kota. Namun diantaranya juga hasil design sendiri. 

“Ciri khas kami adalah menggunakan pot buatan Indonesia. Pot yang unik menjadi salah satu daya tarik pembeli,” tuturnya.

Usaha ini dirintis dari hobi sang suami yang senang dengan tanaman. Beberapa tanaman yang dibeli awalnya digunakan untuk memperindah halaman rumah. Namun saat beberapa sanak keluarga berkunjung, mulai ada ketertarikan dari orang lain untuk membeli tanaman itu. Potensi ini yang ditangkap Shelly jadi ladang meraup pundi-pundi rupiah.

Sehingga lambat laun, Shelly dan suami berfikir unruk menjual tanaman, di samping memang sekaligus untuk mengkampanyekan budaya go green kepada masyarakat luas.

Tidak terlalu banyak kendala yang dialami oleh Shelly Market. Karena usaha ini bukan dilakukan dengan terpaksa. Shelly dan keluarganya sudah sejak lama hobi menanam tanaman dengan beragam khasiat tersebut sehingga semuanya cenderung berjalan baik.

“Suami hobi tanaman dan saya hobi jualan. Jadi menjalaninya dengan senang hati.”

Shelly Market yang beralamat di Jalan Maleo Nomor 54 Komplek Antilop, Jaticempaka - Pondok Gede Bekasi ini mulai menjadi kawasan yang digandrungi masyarakat setelah kehadiran Shelly Market. Bisnis ini diyakini masih akan sangat menjanjikan pada sektor tanaman.

“Jika ingin memulai ini, hanya dibutuhkan niat yg kuat, yakin akan berhasil, konsisten, dan berdoa sebanyak-banyaknya,” ujar Shelly.

Tag : peluang usaha
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top