PELUANG BISNIS: Latar Belakang Alam Bali, Tarif Foto Prewed Bisa Tembus Rp20 Juta Lho

I Putu Gede Maha Prayoga merasa beruntung menekuni bisnis fotografi di Bali. Sebab, dengan keindahan yang sulit ditemukan di tempat lain, Bali telah menjadi magnet bagi semua pihak, termasuk yang ingin melakukan foto prewedding.
Ni Putu Eka Wiratmini | 01 April 2018 09:44 WIB
Indahnya alam Bali. - .

 

Bisnis.com, DENPASAR – I Putu Gede Maha Prayoga merasa beruntung menekuni bisnis fotografi di Bali. Sebab, dengan keindahan yang sulit ditemukan di tempat lain, Bali telah menjadi magnet bagi semua pihak, termasuk yang ingin melakukan foto prewedding.

Dia memang tidak menyangka, hobi telah membawanya untuk menekuni profesi ini. Berawal dari melejitnya hobi fotografi, dia mencoba memanfaatkannya menjadi ladang bisnis. Maka, dari 2009 mulai aktif menggunakan kamera, dia realisasikan menjadi bisnis pada 2011 lewat Maxtu Photography.

Di Maxtu Photography dia melayani Photography hingga videography, foto wedding, prewedding dan family photo. Saat ini, Maxtu Photography bisa melayani hingga 30 klien dalam sebulan. Adapun untuk tempat-tempat yang kerap digemari untuk menjadi lokasi foto yakni Danau Tamblingan, Gunung Batur, Sawah di Tegalalang, Air Terjun Tegenungan, Pantai Melasti, hingga Pasir Hitam di Pantai Nyanyi.

Sekali melakukan foto preweding, dia bisa mematok tarif hingga di US$ 1.500 atau Rp19,5 juta dan Wedding dengan waktu kerja 12 jam sebesar US$ 2.000 atau Rp26 juta.

“Dengan nama Bali, keindahan yang sudah tidak ditanyakan lagi, saya merasa beruntung bisa menekuni bisnis ini, dengan keindahannya yang sulit di temukan di daerah lain,” katanya.

Max, sapaan akrabnya, tidak menampik bahwa pasang surut pariwistaa Bali ikut mempengaruhi bisnis ini. Seperti misalnya saat aktivitas Gunung Sinabung yang sempat membuat terganggunya penerbangan di Bali. Begitu pula saat Gunung Agung mulai memunculkan tanda-tanda erupsi, membuat banyak pihak ragu untuk datang ke Bali.

“Pasang surut kita temukan dsini, adanya bencana alam yang tidak terduga membuat penerbangan delay, tapi jika dilihat di luar itu, bisnis dan keuntungan yang kami rasakan dari awal sampe sekarang, memang selalu mengalami peningkatan,” katanya.

Saat ini sebagian besar klien Maxtu adalah wisatawan mancenegara. Jika dibandingkan, 75% merupakan klien luar negeri dan 25% orang lokal Indonesia. Kebangsaan Singapura dan Australia rupanya yang paling mnggemari alam Bali untuk menjadi lokasi foto prewediing.

Diakuinya persaingan jasa juru foto memang sangat ketat kahir-akhir ini. Namun, dia optimistis dengan inovasi produk dan pemanfaatan media social, bisnis ini tentu akan terus mampu berkembang.

“Presentase klien kita meningkat 50% dan dimulai pada akhir 2015, dan sekarang tumbuh sesuai musimnya,” katanya.

Menurutnya, selama melakukan shooting di Bali, rata-rata klien sangat menikmati pemandangan Bali. Kebanyakan klien yang dihandelnya tinggal di wilayah perkotaan. Ketika menemukan keindahan alam Bali, mereka sangat terkesima. Hampir 70% klien yang dimilikinya, mau melakukan foto di Bali karena pemandangan yang dimiliki.

Menurutnya, jika bandingkan dengan tempat lain di luar Bali, hasil foto akan sangat berbeda. Dia tempat lain, mereka biasa megambil indahnya lampu kota. Tetapi ketika berfoto di Bali, mereka mendapatkan indahnya alam.

Walaupun terkadang dia tidak selalu beruntung mendapatkan momen yang bagus karena terhambat kondisi cuaca seperti mendung maupun hujan. Namun, ketika akhirnya mendapat sinar yang bagus, terutama saat sunset maupun sunrise, foto yang didapatkan akan sangat menabjubkan.

“Mereka [klien] selalu menikmati setiap lokasi shootingnya, karena rata-rata klien kami datang dari lingkup kota, dan sangat menikmati saat dapet view kayak di bali,” sebutnya.

 

Tag : peluang usaha
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top