OJK, SRO Pasar Modal, & Pelaku Industri Jasa Keuangan Donasi Rp18,51 Miliar untuk Palu

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama pelaku industri jasa keuangan menggalang dana untuk membantu korban bencana gempa bumi dan tsunami di Kota Palu, Donggala, dan Sigi.
Tegar Arief | 19 Oktober 2018 11:28 WIB
Seorang anak membawa barang yg masih bisa diselamatkan dari reruntuhan rumahnya pascagempa, di Balaroa, Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (5/10/2018). - Reuters/Beawiharta

Bisnis.com, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama pelaku industri jasa keuangan menggalang dana untuk membantu korban bencana gempa bumi dan tsunami di Kota Palu, Donggala, dan Sigi.

Nilai bantuan yang berhasil dikumpulkan cukup signifikan, yakni menxapai Rp18,51 miliar dan bantuan Masyarakat Ekonomi Syariah senilai Rp1,8 miliar, yang di antaranya akan digunakan untuk membangun rumah hunian sementara kepada para korban.

Jumlah bantuan tersebut berasal dari OJK, Ikatan Pegawai OJK dan dari sejumlah perusahaan dan asosiasi di Industri Jasa Keuangan antara lain Bursa Efek Indonesia, KPEI, KSEI, AAUI, Asbisindo, Perbanas, APPI, Bank Mandiri, BTN, MUFG, BNI, BCA, BRI, Bank DBS, dan Bank Sumitomo.

Selain itu juga Bank Panin, Bank Permata, HSBC, Mayapada, Danamon, OCBC NISP, Sinarmas, BJB, Bank Nagari, Prudential, Maybank, Allianz, BTPN, dan CIMB Niaga.

Bantuan juga berasal sari Ciputra Life, Bank Panin Dubai Syariah, Sarana Kalteng Ventura, BCA Life, Asuransi Astra Buana, Bank India Indonesia, BBCA, Apparindo, Mandiri Inhealth, Bank Mizuho, Pegadaian, Astra Aviva Life.

Ada juga dari Panin Dai-Ichi Life, Bank Ganesha, Reasuransi Nasional, Bank ICBC, Bukopin, Asuransi Simas Jiwa, Sunlife Financial, Carlife Insurance, Bank Banten, Bank Resona Perdania, BNI Syariah, Jamkrindo Syariah, Perum Jamkrindo, APPI, Bank Victoria dan Cigna.

"Kegiatan ini merupakan inisiatif OJK dalam mengajak Industri Jasa Keuangan membantu meringankan beban masyarakat yang terkena bencana di Palu dan sekitarnya. Harapan kami kegiatan ini bisa membantu masyarakat di Palu untuk segera bangkit," kata Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam pernyataan resmi, Jumat (19/10/2018).

Penyerahan bantuan dalam rangka Program OJK-Peduli bersama Industri Jasa Keuangan itu diberikan langsung kepada Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola di Palu. Wimboh juga melakukan kunjungan ke Lokasi OJK Peduli di Desa Lolu Jono Ege, Kabupaten Sigi dan mengadakan "trauma healing" untuk anak-anak di pengungsian.

Melalui program ini, OJK telah menyalurkan bantuan kebutuhan selama tanggap darurat dan saat ini telah dan sedang membangun kamar mandi umum dan dapur umum di 8 titik pengungsian.

Titik tersebut berada di Desa Lolu, Lapangan Kelinci, Desa Dayo Dara, Kayu Malue, Lapangan STQ, Lapangan Aweli, Lapangan Kompas dan Desa Mamboro Atas.

Seluruh donasi dari IJK dan MES akan diarahkan untuk pembangunan Rumah Hunian Sementara (HUNTARA) di lokasi-lokasi yang ditentukan oleh Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Tengah. Saat ini sedang dijajaki kerjasama dengan PT. Adhi Karya (Persero) untuk pembangunan HUNTARA tersebut.

Jumlah bantuan yang dihimpun OJK untuk korban bencana di Palu dan sekitarnya masih terus dibuka melalui rekening OJK Peduli 103-00-0338888-7.

OJK juga telah menetapkan kebijakan pemberian perlakuan khusus terhadap kredit dan pembiayaan syariah perbankan, untuk debitur atau proyek yang berada di lokasi bencana alam di Provinsi Sulawesi Tengah.

Kebijakan yang dikeluarkan pada 9 Oktober lalu bertujuan untuk membantu pemulihan usaha debitur dan perbankan, serta kondisi perekonomian wilayah yang terkena dampak bencana alam.

Perlakuan khusus diberikan untuk penilaian kualitas kredit/pembiayaan syariah, restrukturisasi, dan atau pemberian kredit/pembiayaan syariah baru di Kota Palu, Kabupaten Donggala dan Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah.

Berdasarkan data sementara yang diterima OJK, jumlah kredit perbankan di Provinsi Sulawesi Tengah sebesar Rp 27 triliun atau 0,5% dari total kredit nasional sebesar Rp 5.032 Triliun. Jumlah kredit yang terdampak bencana adalah Rp 3,9 triliun atau 14,4% dari total kredit di Provinsi Sulawesi Tengah.

Sementara untuk Perusahaan Pembiayaan, terdapat potensi klaim sebesar Rp368 miliar dari 11 Perusahaan yang beroperasi. Sedangkan untuk perusahaan Asuransi Jiwa telah ada 30 perusahaan asuransi yang memberikan konfirmasi mengenai klaim polis, dengan klaim yang sudah dibayarkan sebesar Rp590,69 juta, klaim yang sudah masuk dan dalam proses segera dibayarkan sejumlah Rp399,79 juta. 

Sementara potensi klaim (yang belum dilakukan klaim) sejumlah uang pertanggungan sebesar Rp 99,67 miliar dan 12.500 dolar AS. Untuk Asuransi Umum, jumlah klaim yang sudah masuk ke OJK sebesar Rp 680 miliar, atas bangunan dan komplek bangunan sebanyak 750 klaim yang di-cover polis gempa.

Sementara laporan Jasindo menyebutkan bahwa beberapa perusahaan seperti Telkomsel mengklaim BTS dan kabel bawah laut. Selain itu terdapat Personal Claim sebesar Rp5 miliar dan klaim kapal pembawa pupuk.

Tag : Gempa Palu
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top