Mengenang Perjalanan Karier Stan Lee, Legenda Komik Marvel

Legenda komik dunia, Stan Lee, mengubah industri buku komik dengan kreasi abadi dan meninggalkan kerajaan hiburan bernilai miliaran dolar.
Aprianto Cahyo Nugroho | 13 November 2018 09:48 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Legenda komik dunia, Stan Lee, mengubah industri buku komik dengan kreasi abadi dan meninggalkan kerajaan hiburan bernilai miliaran dolar.

Legenda komik Stan Lee meninggal pada, 12 November 2018, di Los Angeles, California. Sebelumnya, pria yang menciptakan tokoh Spider-Man, Iron Man, Hulk, dan pahlawan super Marvel Comics lainnya ini telah mengurangi kemunculannya di depan publik penyakit jantungnya .

Meskipun demikian, sampai akhir hayatnya, Lee tetap menjadi bagian aktif dan penting dari komunitas komik. Dia kerap muncul di konvensi dan penandatangan di seluruh dunia dan melanjutkan dialog seumur hidup dengan penggemar melalui blog dan akun Twitter-nya.

Lee menjadi makin berpengaruh seiring berjalannya waktu, mengubah pekerjaan awalnya sebagai asisten rendahan menjadi kerajaan hiburan bernilai miliaran dolar dan merevolusi industri komik dunia pada masa hidupnya.

Lee adalah kunci untuk kesuksesan Marvel menjadi raksasa buku komik pada 1960-an ketika. Stan Lee bekerja sama dengan seniman seperti Jack Kirby dan Steve Ditko dan menciptakan pahlawan super yang akan memikat generasi pembaca muda.

Lusinan film yang diambil dari Marvel, dengan hampir semua karakter utama yang Lee ciptakan, diproduksi pada dekade pertama abad 21, dan telah meraup lebih dari US$20 miliar di bioskop di seluruh dunia.

Berkat Bantuan Pamannya

Lee lahir dari pasangan imigran Rumania dengan nama Stanley Martin Lieber di New York pada 28 Desember 1922. Pada usia 17, ia menjadi pekerja di Timely Comics, perusahaan yang nantinya berevolusi menjadi Marvel. Menurut otobiografi Lee “Excelsior!”, Lee mendapat pekerjaan dengan bantuan dari koneksi dalam, pamannya.

Lee segera mendapat tugas menulis dan promosi. Dia menulis kisah-kisah dan romansa Barat serta kisah-kisah superhero, dan sering kali menulis di beranda Long Island, New York, rumah yang ia tempati bersama istrinya, Joan Lee, yang dinikahinya pada 1947 dan meninggal pada tahun 2017.

Pasangan tersebut memiliki dua anak, Joan Celia yang lahir pada tahun 1950 dan Jan Lee yang meninggal dalam waktu tiga hari setelah kelahirannya pada tahun 1953.

Pada tahun 1961, atasan Lee melihat kesuksesan penerbit saingan mereka dengan komik bertema tentara salib, kemudian menyuruh Lee untuk membuat cerita tim superhero.

Lee pada saat itu merasa komik adalah karir buntu. Tetapi istrinya mendesaknya untuk mencoba satu kesempatan lagi dan menciptakan karakter kompleks yang diinginkannya, bahkan hal tersebut berujung pada pemecatannya.

Hasilnya adalah karakter Fantastic Four, yang terdiri dari Mr Fantastic, calon istrinya, Invisible Woman, saudaranya, Human Torch dan The Thing. Mereka seperti keluarga yang setia tetapi disfungsional.

"Karakter Stan selalu merupakan pahlawan super yang memiliki sejumlah rasa kemanusiaan tertentu serta sejumlah kekurangan," kata Shirrel Rhoades, mantan wakil presiden eksekutif Marvel pada pertengahan 1990-an, seperti dikutip Reuters.

"Mungkin diibaratkan seperti Superman, dia dianggap sebagai Pramuka. Dia tidak memiliki kekurangan nyata," kata Rhoades. "Nyatanya dia menciptakan Spider-Man, anak-anak mengidentifikasikan dirinya karena dia punya masalah seperti halnya mereka.”

Lee melibatkan para senimannya dalam proses menciptakan cerita dan bahkan karakter itu sendiri, yang kemudian dikenal sebagai "Metode Marvel." Kadang-kadang hal ini menyebabkan kritik terhadap Lee karena mendapat pengakuan untuk ide-ide yang tidak sepenuhnya miliknya sendiri.

Dia menggambarkan proses kreatifnya kepada Reuters dalam menguraikan bagaimana dia membuat Thor, dewa petir yang diangkat dari mitologi Norse.

"Saya mencoba memikirkan sesuatu yang akan sangat berbeda. Apa yang bisa lebih besar dan bahkan lebih kuat daripada Hulk? Dan aku pikir kenapa bukan dewa legendaris?" katanya.

Untuk memberi Thor lebih banyak retoris, Lee memberinya dialog yang ditata berdasarkan Alkitab dan Shakespeare.

Adapun dalam menciptakan karakter Tony Stark (Iron Man), Lee mendapat inspirasi dari industrialis Howard Hughes.

Stan’s Soapbox

Stan melangkah dari posisinya sebagai pemimpin redaksi pada tahun 1972 untuk menangani peran Penerbit di Marvel Comics. Kecintaannya terhadap komik bahkan diperluas dalam serangkaian perannya sebagai pembicara di sejumlah. Ia mengambil kesempatan untuk mendidik dan menyinari industri. Seluruh generasi pembaca muda memperluas dan memperkuat kosakata dan pengetahuan mereka melalui cerita-cerita Lee.

Lee terus terhubung dengan penggemarnyanya. Dia memperkenalkan kolom yang disebut "Stan’s Soapbox" yang terkenal sebagai media berbicara langsung kepada para pembacanya. Di sini, dia sering menyelipkan slogan “'Nuff Said" atau tanda "Excelsior!" Pada tahun-tahun terakhirnya, ia kerap memposting di akun Twitter-nya.

"Stan adalah karakter. Dia adalah seluruh karakter yang pernah dia ciptakan. Dia menciptakan dirinya sendiri, dengan cara tertentu," kata Rhoades.

"Stan Lee sama luar biasanya dengan karakter yang ia ciptakan. Seorang pahlawan super dalam dirinya untuk penggemar Marvel di seluruh dunia, Stan memiliki kekuatan untuk menginspirasi, menghibur, dan terhubung. Skala imajinasinya hanya dilampaui oleh ukuran hatinya," ungkap Bob Iger, Chairman dan CEO Walt Disney Company.

Cameo Marvel yang Terkenal

Di usia 40 ia berhenti membuat komik, dengan serian Fantastic four menjadi rilisan terbarunya. Dalam tahun-tahun terakhirnya, Stan Lee menjadi terkenal karena aktingnya sebagai cameo dalam sejumlah film box office Marvel.

Dia terus muncul di film-film Marvel bahkan pada usia 95, termasuk pada film "Venom" bulan lalu dan "Ant-Man dan Wasp". Dia bahkan muncul dalam film superhero pesaing Marvel, DC Comics, “Teen Titans Go! Untuk Film." Di film ini, ia mengatakan "Saya tidak peduli apakah ini film DC. Saya suka menjadi cameo!”

Lee dikenal karena merekam aktingnya dalam jumlah banyak. Jadi penampilannya di film kemungkinan masih akan berlanjut dalam beberapa bulan mendatang, dan mungkin bertahun-tahun, setelah kematiannya.

Dia diperkirakan akan muncul di film Walt Disney Co., "Ralph Breaks the Internet” akhir bulan ini. Co-director dari film The Avengers 4, yang dijadwalkan tayang pada Mei 2019, juga mengisyaratkan dalam wawancara dengan BBC bahwa adegan cameo Lee sudah diambil untuk film tersebut.

Tag : marvel
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top