Usaha Bingkai Hj. Sukarni, Dari Depok Tembus Pasar Jepang

Dari usaha bingkainya itu, Sukarni mampu mengantarkan empat anaknya menjadi sarjana. Menurutnya, kunci suksesnya adalah kepercayaan konsumen dan tanggung jawab terhadap komitmen dan kualitas produk yang dibuatnya.
Sandi Purnomo
Sandi Purnomo - Bisnis.com 29 Mei 2019  |  20:14 WIB
Usaha Bingkai Hj. Sukarni, Dari Depok Tembus Pasar Jepang
Pekerja tengah memotong bahan bingkai di rumah produksi Delapan Bingkai, Depok./Sandi Purnomo - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA - Berawal dari sebuah toko kelontong, pada 8 tahun yang lalu Hj. Sukarni tergerak untuk mengembangkan usaha dengan membuat kerajinan bingkai. Idenya tersebut muncul karena melihat potensi suaminya yang bekerja sebagai pemotong kaca. 

Hingga saat ini usahanya bertahan dengan merek produk “Delapan Bingkai” yang menyuplai bingkai ke sejumlah toko di Jatinegara, Tanjung Priok, Pasar Minggu, hingga ke Bandung tepatnya di daerah Cimahi dan Buah Batu.

Pada awalnya usahanya hanya bermodalkan uang Rp4 juta. Dengan konsistensi dan kerja keras, usaha bingkainya dapat berkembang dan bertahan hingga saat ini dengan dibantu oleh enam orang karyawan di rumah produksinya di wilayah Pasir Gunung, Depok, Jawa Barat

Di wilayah Pasir Gunung memang  sempat berkembang sejumlah perajin bingkai. Namun karena tidak dapat bersaing di pasar, saat ini hanya ada empat perajin yang bertahan, dan Sukarni adalah salah pengusaha yang tergolong paling sukses.

Memang tidak mudah bagi Sukarni untuk bertahan, lantaran serbuan produk bingkai dari China dengan harga yang lebih murah dan variasi produk yang beragam, sempat membuatnya terseok-seok dalam mempertahankan bisnis frame foto dan lukisan ini. 

Sukarni mengatakan produk bingkai asal China berani menawarkan harga yang sangat murah, tapi kualitasnya berbeda. Sukarni menawarkan bingkai  dari bahan yang beragam sesuai dengan selera konsumennya, yaitu bahan aluminium, fiber, plastik, dan kayu. 

Dia mengklaim Delapan Bingkai menjadi satu-satunya di Jakarta yang menyuplai bingkai berbahan dasar kayu. Untuk bingkai kayu, bahan dasarnya dipasok dari Jepang. Usahanya tersebut juga telah sampai ekspor ke Jepang.

Tidak hanya menyuplai, dia juga sering mengikuti berbagai event, seperti yang terbaru  dalam pameran di Mall Artha Gading.

Dari usaha bingkainya itu, Sukarni mampu mengantarkan empat anaknya menjadi sarjana. Menurutnya, kunci suksesnya adalah kepercayaan konsumen dan tanggung jawab terhadap komitmen dan kualitas produk yang dibuatnya.

Produk bingkainya dijual mulai dari Rp5.000 untuk ukuran paling kecil, hingga Rp2 juta tergantung pada bahan dan detail bingkai.

Nama Delapan Bingkai sendiri diambil dari nomor rumah Sukarni. "Sempat ada masalah saat menunaikan ibadah Haji tiga tahun lalu, pekerja tidak dapat bekerja sesuai dengan target."

Berkat kegigihan dan usahanya meyakinkan para konsumennya, Sukarni dapat kembali memperbaiki usahanya. Saat ini, Sukarni mampu memproduksi hingga 50 lusin bingkai per hari yang semuanya sebagai pesanan dengan spesifikasi yang ditentukan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ukm

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top