Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

3 Hal yang Perlu Anda Ketahui Sebelum Memulai Bisnis Layanan Pengiriman

Pengusaha dapat mempertimbangkan untuk memulai bisnis pengiriman di kota mereka.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 28 Juni 2020  |  17:03 WIB
Ilustrasi jasa kurir
Ilustrasi jasa kurir

Bisnis.com, JAKARTA -- Pengiriman makanan online berkembang secara alami dari layanan ride hailing seperti Uber dan Lyft di AS atau Gojek dan Grab di Indonesia.

Mereka menggunakan tenaga crowdsourced sebagai infrastruktur penyedia jasa pengiriman itu.

Sekarang, pandemi telah menyebabkan lonjakan permintaan pengiriman karena masalah kesehatan.

Dilansir melalui Entrepreneur, pengusaha dapat mempertimbangkan untuk memulai bisnis pengiriman di kota mereka. Biaya awal dapat ditekan menjadi rendah dengan menggunakan kontraktor independen dan dengan melisensikan aplikasi yang sesuai.

Permintaannya tentu tinggi. Jika dilakukan dengan benar, operator dapat berkoordinasi dengan toko dan pusat distribusi untuk menyinkronisasi sistem.

Atau bisnis kecil dapat berintegrasi dengan infrastruktur TI perusahaan besar. Salah satu opsi yang meningkatkan keuntungan adalah membebankan mark-up untuk barang yang dibeli di samping biaya pengiriman.

Atau mungkin menjamin pesanan yang disiapkan menggunakan praktik kesehatan yang ketat untuk mendapatkan pelanggan baru.

Untuk menghindari kesalahan, berikut adalah beberapa hal yang harus diwaspadai:

1. Pelanggan menginginkan eksekusi yang hampir sempurna.

Pemilik bisnis mungkin berpikir bahwa tingkat keberhasilan 95 persen untuk pengiriman cukup baik. Mungkin juga tidak.

Berkat upaya konstan Jeff Bezos untuk layanan logistik yang sempurna, konsumen telah meningkatkan harapan mereka. Jadi, pastikan hanya ada sedikit ruang untuk pengiriman dengan barang yang salah, barang rusak, keterlambatan pengiriman, dan lain lain jika Anda ingin startup Anda berhasil.

2. Usaha kecil harus mengoptimalkan logistik last-mile.

Fokus utama logistik last mile adalah mengirimkan barang ke end-user secepat mungkin.

Kontraktor independen harus memilikiinisiatif untuk menemukan rute yang dapat memotong waktu tempuh dan kemacetan lalu lintas, menentukan lokasi yang tepat, mengandalkan aplikasi seluler untuk bekerja secara lancar, dan mengirim pemberitahuan kepada pengguna untuk status penerimaan pesanan.

3. Jangan ceroboh dengan protokol keamanan selama pandemi.

Pengirim barang harus dipastikan memiliki disiplin untuk mengikuti protokol kesehatan baru seperti menjaga jarak sosial dan mengenakan alat pelindung diri. Praktik keselamatan dapat mencakup pemindaian barcode dan konfirmasi serta pembayaran tanpa kontak.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tips bisnis kurir
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top