Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

FWS Jadi Peluang Coworking Space

Head of Marketing GoWork, Matthew Ardian mengatakan sebagai brand coworking terbesar, GoWork membuat paket baru dan lebih fleksibel sesuai permintaan masyarakat yakni dengan unlimited akses.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 13 Juli 2020  |  21:33 WIB
Ruang kerja bersama (coworking space) Greenhouse di Kuningan, Jakarta. - dok. Greenhouse
Ruang kerja bersama (coworking space) Greenhouse di Kuningan, Jakarta. - dok. Greenhouse

Bisnis.com, JAKARTA - Fexiblle working space atau FWS yang didorong Menteri Keuangan di tengah pandemi, dijadikan peluang bagi pengelola bisnis coworking space seperti GoWork.

Head of Marketing GoWork, Matthew Ardian mengatakan sebagai brand coworking terbesar, GoWork membuat paket baru dan lebih fleksibel sesuai permintaan masyarakat yakni dengan unlimited akses. "Kami membantu mendukung program Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang ingin mendorong diterapkannya flexible working space (FWS)," ujarnya kepada Bisnis beberapa waktu lalu.

Dia menerangkan operator GoWork terus berinovasi untuk membuat paket baru yang lebih ekonomis dan flexible untuk perusahaan-perusahaan atau member mereka. Adaptasi menurut Matthew diperlukan dan pihaknya tidak takut untuk mengubah model dan produk bisnis sejalan dengan perkembangan pasar. Hasilnya, di era reopening ekonomi ini permintaan sewa ruang perkantoran GoWork naik sekitar 30%.

Matthew optimis industri coworking akan pulih secara keseluruhan dalam jangka waktu 6 bulan. Dia juga memprediksi adanya peningkatan permintaan dari perusahaan yang membutuhkan fleksibilitas dan distribusi geografis untuk mendukung kerja tim pasca Covid-19. Dari situasi ini, dia melihat perusahaan-perusahaan akan menjadi lebih disiplin secara finansial setelah Covid-19 dan mencari ruang kerja bersama sebagai solusi efisien modal untuk persyaratan ruang kerja mereka.

Bukan hanya melihat prospek bisnis yang cerah, penerapan protokol kesehatan juga diberlakukan di area ruang kerja bersama ini. Matthew menjelaskan ada 8 upaya strategis yang digencarkan GoWork dalam rangka menyambut fase new normal.

Mereka mewajibkan penggunaan masker bagi karyawan, penyewa, serta anggota komunitas mereka. Sebelum ke lokasi, penyewa atau member wajib melakukan verifikasi kesehatan melalui QR Code.

"Untuk tambahan fasilitas, kami memfokuskan ke protokol verifikasi kesehatan melalui QR Code, dimana semua terintergrasi melalui teknologi dan pengunjung atau member kami tidak perlu melakukan kontak fisik ketika memasuki area GoWork," jelas Matthew.

Kemudian saat memasuki ruangan, penyewa atau member diperiksa suhu tubuhnya dan diberi tanda lolos verifikasi kesehatan. Saat di area coworking, diberlakukan physical distancing atau jaga jarak, disiplin sanitasi berkala. GoWork juga melakukan pembatasan akses kawasan yang rawan kontak fisik, serta mempublikaaikan standar keamanan secara online.

Senior Director Office Service Colliers International Indonesia Bagus Adikusumo menilai operator coworking bisa mengambil kesempatan di era kenormalan baru saat pandemi ini dengan penerapan kerja yang fleksibel.

Memang di Indonesia coworking space masih lebih banyak diisi oleh perusahaan rintisan (startup) dibandingkan dengan perusahaan multinasional dengan perbandingan 20:80%. Perusahaan multinasional yang sudah stabil umumnya menyewa ruang kantor untuk jangka panjang dan masih jarang yang menggunakan coworking space. Sebab, perusahaan tersebut umumnya memerlukan ruangan besar untuk menampung banyak tenaga kerja dan masih memerlukan karyawannya untuk bekerja dan hadir di kantor.

Namun dengan kondisi pandemi ini, perusahaan baik milik pemerintah maupun swasta dipaksa untuk menerapkan pola kerja fleksibel atau kerja dari rumah (WFG) karena ada pembatasan aktivitas di kantor sebesar 50%.

Bagus memprediksi, walaupun nanti vaksin telah ditemukan dan Covid-19 tak lagi marak, serta ekonomi kembali pulih, beberapa perusahaan mungkun akan tetap melanjutkan kebijakan WFS/WFH yang diwujudkan dengan pengurangan ruangan kantor.

"Kemudian saat ekonomi berkembang, butuh higher orang baru lagi, bukan ngambil space di line out yang sama, kontrak 3 tahun, 5 tahun, tapi ngambilnya bisa coworking space," sebutnya.

Dia menuturkan di Amerika Serikat saat ini menjamur side lite office. Perusahaan menyewakan ruang kantor yang tak jauh dari tempat tinggal karyawannya. Sebab perusahaan memahami bahwa sulit untuk bekerja dari rumah karena berbagai faktor seperti akses internet yang jelek, ruang gerak di rumah yang terbatas, rumah yang kurang nyaman untuk bekerja, dan sulitnya berkonsentrasi saat bekerja di rumah.

Para operator coworking space menurut Bagus bisa mengadopsinya dan menjadikannya peluang bisnis baru. Sebab Indonesia belum ada yang membuat side lite office.

"Tapi harus hati-hati. Trigernya harus ada demand. Sayangnya infrastruktur pun sekarang belum ada. Tapi kedepannya menjanjikan," bebernya.

Untuk membangun side lite office pun tak memerlukan kocek yang besar mengingat masih banyak tanah di pinggir kota yang harganya terjangkau. Cukup bangun 4-5 lantai ruang kantor. Bangun ruang perkantoran yang nyaman apalagi saat ini sudah banyak arsitek Indonesia yang bisa merancang ruang kantor yang membangkitkan gairah kerja.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

coworking space peluang bisnis
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top