Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kenali Ragam Tantangan UMKM Era Pandemi

Kalau mau jadi entrepreneur jangan cengeng, ingat juga harus kerja sama, cari orang lain karena pada masa krisis tidak bisa dilalui sendiri.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 24 Juli 2020  |  13:36 WIB
ilustrasi entrepreneur
ilustrasi entrepreneur

Bisnis.com, JAKARTA – Proses adaptasi menjadi salah satu tantangan terbesar bagi UMKM selama masa pandemi.

Founder dan CEO Legalku M. Philosophi mengungkapkan banyak temuan bahwa usaha kecil mikro menengah (UMKM) ini sangat tersegmentas sehingga sulit untuk beradaptasi. Kondisi itu masih diperparah dengan cash flow yang seret dan membuat mereka kesulitan dalam melakukan eksekusi saat krisis.

Kendala dari proses adaptasi kerap kali sebagai akibat dari ketergantungan UMKM pada satu atau dua klien saja. Misalnya, bagi UMKM yang bergerak B2G dengan pemerintah, akan sangat terdampak saat pandemi ini karena anggaran dalam pemerintahan pun sedang dialokasikan untuk hal-hal lain di luar pembelanjaan.

“Makanya dalam kondisi saat ini, mereka tidak cukup kuat dan pasar mereka menjadi sangat sempit. Oleh sebab itu, diversifikasi market itu sangat penting, lalu adaptasi, perluas target market,” ujar Philo saat IG Live bersama Bisnis, Jumat (24/7/2020).

Dia menyatakan, saat ini tantangan lain yang menghantui UMKM adalah sisi permodalan yang kian ketat. Hal ini seringkali disebabkan banyaknya UMKM yang tidak mempunyai sistem yang jelas dna terukur untuk melakukan mitigasi risiko, integrasi usaha, hingga pindah usaha.

Kendala lain yang masih mengakar pada pelaku usaha UMKM juga terkait paradigma berpikir alias mindset pengusaha yang tidak optimis alias tidak punya growth mindset. Kondisi ini menghalangi tumbuhnya inovasi perusahaan di tengah pandemi. Padahal ada banyak hal yang bisa dievaluasi selama pandemi dari mulai perbaikan permodalan, sampai inovasi lain untuk diversifikasi produk di pasar. Misalnya dengan merumuskan dan mengurus merk usaha dan ciri khas produk agar menjadi pembeda dari produk sejenis yang juga beredar di pasaran.

“Jadi kalau jadi entrepreneur ini jangan cengeng, memang harus kerja sama, cari orang lain karena pada masa krisis tidak bisa kita lalui sendiri. Padahal untuk masalah permodalan saja kita bisa join dengan koperasi, atau lainnya,” ungkapnya.

Memiliki mitra sesama UMKM untuk melancarkan usaha juga sangat penting selama pandemi. Philo menyebut, saat ini kolaborasi menjadi kunci ketahanan UMKM. Dia memerinci, ada banyak kiat untuk menjadi rekan kerjasama atau platform kerjasama.

“Jadi saran saya, penting untuk berkolaborasi juga dengan platform atau ornag yang sudah dikenal secara personal, bisa siapapun, asalkan ornag itu diyakini punya keahlian khusus. Apalagi kita juga sudah tahu bahwa keahlian itu adalah keahlian yang dibutuhkan dalam bisnis kita,” ungkap Philo.

Pada awalnya, kerjasama dengan mitra lain memang penuh lika-liku dan temuan yang tak terduga. Potensi kegagalan juga cukup besar mengintai selama proses kolaborasi. Meski begitu dengan proses validasi terus menerus dan riset pasar yang mumpuni, niscaya sejumlah potensi kegagalan bisa dimitigasi dengan baik. Selain itu UMKM perlu memerinci, apa saja partner yang bisa diajak kerjasama dari sisi internal maupun eksternal dalam rangka memperluas ekspansi dan usaha.

“Poin utamanya kita cari dulu fungsinya, kalau fungsi sama biasanya bentrok. Semua usaha itu yang menentukan bukan produk tapi people karena produk bisa berubah market berubah produk. Maka mulai kolaborasi kita identifikasi dulu fungsinya. Kenali dulu karakter saya, dan kebutuhan saya. Lalu cari orang yang punya fungsi sesuai yang kita butuh,” tuturnya.

Dia pun menambahkan ada banyak cara mudah mencari platform kerjasama. Salah satu cara termudah dengan googling, menggunakan kata kunci antara lain; komunitas pengusaha terdekat. Pasalnya di media sosial sudah banyak komunitas usaha yang segmented. Misalnya komunitas pengusaha muslim koperasi.

“Nah UMKM bisa mulai dari situ biasanya nanti related nanti mulai ke komunitas dan mulai untuk investor dan bagus buat produk. Nanti jejaringnya atau visit di Legalku minta rekomendasi karena karakternya beda-beda. Ada yang bisa bantu permodalan, ada yang bantu ekspansi, tergantung kebutuhan,” pungkasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

entrepreneur umkm covid-19
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top