Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Inovasi Menjaga Bisnis Kecil Tetap Hidup

Mereka yang tetap bertahan menerapkan berbagai strategi melalui kombinasi inovasi dan imajinasi.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 04 Agustus 2020  |  18:25 WIB
Ilustrasi UKM
Ilustrasi UKM

Bisnis.com, JAKARTA -- Tidak dapat disangkal, pandemi virus corona telah menghantam sebagian besar usaha kecil dan banyak yang harus menutup bisnis mereka.

Mereka yang tetap bertahan menerapkan berbagai strategi melalui kombinasi inovasi dan imajinasi.

Data dari Biro Statistik Australia menunjukkan sekitar 33% dari bisnis kecil telah melaporkan penurunan pendapatan lebih dari 50% selama setahun terakhir.

"Usaha kecil Australia telah beradaptasi, memodifikasi model bisnis mereka dan bahkan melampaui kinerja mereka sebelumnya dengan merangkul strategi proaktif," seperti dikutip dari The Lighthouse, Macquarie University Australia, Selasa (4/8).

Sektor usaha kecil memainkan peran penting dalam ekonomi Australia, membentuk 98% dari semua bisnis Australia sambil menciptakan lebih dari 5,6 juta pekerjaan dan menyumbang 57% dari pertumbuhan lapangan kerja Australia.

Banyak bisnis harus melakukan penyesuaian dan memposisikan diri mereka sendiri untuk selamat dari pandemi, dan beberapa telah melakukan ini dengan memperluas target pasar mereka di luar batas domestik.

Bisnis-bisnis ini, yang biasanya mempekerjakan kurang dari 20 pekerja, termasuk bisnis mikro berbasis rumahan, bisnis keluarga, toko roti, restoran, gimnasium, toko perhiasan, binatu dan sejenisnya, yang semuanya dianggap layanan penting pada masa normal.

Banyak juga bisnis kecil yang melakukan diversifikasi penawaran mereka dan mengubah model bisnis mereka. Contohnya seperti pemilik gym lokal yang bergabung dengan sebuah komunitas pensiunan dengan menawarkan rutinitas olahraga kepada para lansia.

Toko roti yang mengirimkan donat dan sandwich gratis kepada staf rumah sakit selama sepekan untuk distribusi produk ke kafe rumah sakit.

Atau restoran yang mengurangi menu mereka dan sekarang melayani makanan yang aman untuk pengiriman seperti pizza beku dengan bermitra dengan penyedia layanan pengiriman.

Sebagian besar usaha kecil Australia juga sudah menerapkan digitalisasi sebelum pandemi melanda dengan menggunakan platform media sosial dan basis data elektronik.

"Ini telah membantu mereka maju lebih jauh dan terlibat dalam digitalisasi dengan menggunakan kehadiran online mereka, diversifikasi penawaran produk, rebranding, dan terlibat dengan pelanggan baru antar negara bagian dan luar negeri untuk meningkatkan pangsa pasar mereka," tulis artikel tersebut.

Usaha kecil perlu mengalihkan fokus mereka ke kelangsungan hidup dengan menemukan cara untuk menciptakan bisnis baru, memotong biaya dan menjaga arus kas.

Banyak bisnis kecil sekarang telah memperluas basis pendapatan mereka dengan menjangkau pelanggan internasional dan memperluas kehadiran online mereka melalui platform Facebook Marketplace, Etsy dan Amazon.

Untuk mempertahankan tingkat kebangkitan dan pemulihan ini, usaha kecil perlu memanfaatkan bantuan yang diberikan oleh pemerintah dan peningkatan keterampilan dengan mendaftar untuk kursus gratis yang ditawarkan oleh banyak pihak.

Mereka dapat lebih lanjut membawa bisnis menjadi cerdas secara digital dan mengadopsi sistem akuntansi dan logistik terbaru untuk memastikan kelangsungan bisnis mereka di masa-masa sulit yang sekarang menjadi normal baru.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

peluang bisnis tips bisnis
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top