Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

5 Hal yang Dapat Dipersiapkan Pengusaha untuk Krisis Berikutnya

Laporan ini menekankan kepada para pengusaha di seluruh dunia untuk berhenti menganggap mesin sebagai musuh dan merangkul teknologi untuk membantu kita bertahan dari potensi krisis berikutnya.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 16 Oktober 2020  |  15:54 WIB
Entrepreneur muda sedang rapat - ilustrasi
Entrepreneur muda sedang rapat - ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA -- Dihadapi dengan resesi terburuk sejak Depresi Hebat tahun 1930-an dan ekonomi global yang diperkirakan menyusut 4,4% pada akhir tahun, sebuah tim di PwC telah membuat lima rencana untuk memastikan bisnis tidak terjerat oleh krisis global berikutnya.

Laporan ini menekankan kepada para pengusaha di seluruh dunia untuk berhenti menganggap mesin sebagai musuh dan merangkul teknologi untuk membantu kita bertahan dari potensi krisis berikutnya.

Ketakutan akan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) mencegah peluncuran alat yang akan membantu bisnis menghadapi badai ekonomi berikutnya, kata PwC, seperti dikutip melalui World Economic Forum, Jumat (16/10).

Berikut adalah lima hal yang menurut PwC dapat dilakukan bisnis sekarang untuk mempersiapkan diri:

1. Mulailah dengan mengamati secara mendalam bagaimana Anda menanggapi pandemi.

Pahami bagaimana kinerja semua bagian bisnis Anda - dari karyawan hingga pemasok - dalam krisis saat ini. Gunakan itu sebagai dasar untuk menyusun visi jangka panjang tentang bagaimana Anda dapat menggunakan teknologi untuk meminimalkan gangguan dan meraih peluang baru dalam krisis masa depan.

Data yang dihasilkan oleh teknologi dapat digunakan untuk merencanakan transformasi organisasi yang akan membuat perusahaan Anda lebih gesit di masa depan, dapat beralih ke cara baru dalam bekerja dan melayani pelanggan.

2. Jadikan teknologi sebagai bagian integral dari budaya bisnis Anda.

"Ini lebih dari sekadar mengintegrasikan teknologi ke dalam praktik kerja. Ini tentang perubahan pikiran," kata PwC.

Manusia dan mesin harus "berinteraksi dengan mulus" di masa depan, dan pengambilan keputusan manusia harus didasarkan pada data yang diverifikasi oleh mesin, kata PwC.

Untuk mencapai ini, Anda memerlukan budaya yang mempercayai mesin sebagai sekutu, daripada takut pada mereka sebagai saingan.

3. Mengembangkan kemampuan data kelas dunia.

Perusahaan yang sukses akan membina orang-orang terbaik mereka, menghargai pengetahuan bisnis di samping wawasan dari analisis data. AI memiliki peran kunci untuk dimainkan dalam membantu menganalisis massa data yang akan dihasilkan oleh teknologi.

Strategi bisnis harus digerakkan oleh data, tetapi pada saat yang sama perusahaan harus memungkinkan orang-orangnya menggunakan data tersebut untuk menggerakkan bisnis ke arah baru dan berinovasi.

4. Bangun kepercayaan dalam cara Anda menggunakan data.

Konsumen perlu merasa yakin bahwa data mereka aman. Bersikaplah proaktif dalam melindungi data yang akan digunakan oleh perusahaan Anda.

Bisnis perlu bersiap untuk penggunaan AI yang lebih besar dan lebih demokratis" dengan memastikan bahwa penggunaannya bertanggung jawab atas keamanan, bebas dari bias, etis, dapat dijelaskan, dan diatur dengan baik.

5. Tingkatkan ketangkasan.

Perusahaan harus menghilangkan ketakutan mereka akan kegagalan. Inovasi harus dimulai di unit bisnis dan proses di mana perubahan berpotensi menghasilkan keuntungan terbesar, dan mereka tidak boleh takut gagal.

“Terus evaluasi kembali kemampuan dan kebutuhan perusahaan, dan menentukan seberapa cepat teknologi yang berkembang dapat memenuhinya,”kata PwC.

Perusahaan kemudian akan menemukan diri mereka di jalur operasi yang dapat berputar lebih cepat dan bijak, dalam seluruh organisasi yang didukung oleh data dan ditingkatkan oleh AI.

Laporan Forum Ekonomi Dunia Data Science in the New Economy memperkirakan bahwa pada tahun 2022, pekerja manusia dan proses otomatis akan membagi beban kerja tugas saat ini secara merata, sementara teknologi akan menciptakan peran baru bagi karyawan manusia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pengusaha krisis
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top