Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ketika Platform Digital Jadi Andalan Pelaku Kuliner di Masa Pandemi

Pelaku usaha kuliner kini semakin percaya diri memulai usaha hanya dengan memanfaatkan platform tersebut.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 06 November 2021  |  19:37 WIB
Roemah Naskoen melayani penjualan melalui GoFood. - istimewa
Roemah Naskoen melayani penjualan melalui GoFood. - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Tak dapat dimungkiri pandemi Covid-19 yang berlangsung sejak awal 2020 telah menghantam berbagai lini usaha yang ada di Indonesia. Namun, kondisi tersebut justru mendorong para pelaku usaha terus berinovasi agar bisnisnya dapat bangkit dan terus bertumbuh di masa pandemi.

Salah satu bentuk inovasi yang banyak dilakukan para pelaku usaha adalah dengan go digital. Tak sedikit diantara mereka yang memanfaatkan platform digital yang disediakan oleh platform digital.

Adapun jenis layanan yang cukup signifikan mendongkrak perkembangan bisnis para pelaku usaha adalah layanan pesan antar makanan seperti GoFood. Bahkan pelaku usaha kuliner kini makin percaya diri memulai usaha hanya dengan memanfaatkan platform tersebut.

Mereka tak perlu susah-susah mencari lokasi usaha yang strategis atau menyewa tempat yang mahal. Sebab, hanya berjualan dari rumah atau gerai kecil saja, omzet bisnisnya dapat melesat hingga berkali lipat.

Betapa tidak, di masa pandemi ini ketika terjadi pembatasan sosial dan banyak masyarakat yang beraktivitas dari rumah,banyak diantara mereka yang memesan makanan melalui layanan ojek online. Ini tentu saja membawa berkah tersendiri bagi pelaku usaha kuliner yang beradaptasi memanfaatkan platform digital.

Salah satu pelaku bisnis yang sukses memulai usaha kuliner di masa pandemi dengan memaksimalkan layanan pesan antar ojek online adalah Burger Lokal. Bisnis yang baru saja dimulai pada April 2020 lalu oleh kakak beradik Aldo Renathan dan Adriansyah Pamungkas ini berkembang sangat signifikan di masa pandemi.

Mulanya Burger Lokal hanya dijual dari rumah dengan memanfaatkan aplikasi GoFood dan pemasaran melalui media sosial. Ternyata burger tersebut disukai oleh konsumen sehingga penjualannya pun terus meningkat dari yang hanya sekitar 30 porsi per hari, menjadi 100 porsi bahkan hingga 300 porsi per hari.

Dengan pertumbuhan yang terus meningkat, Burger Lokal kemudian membuka gerai offline pertama di kawasan Jatiwaringin. “Melihat penjualan yang terus meningkat maka kami benar-benar menjalaninya dengan serius karena memang ada timingnya di saat ekonomi lagi stagnan tetapi kami harus lebih kreatif dengan memanfaatkan platform digital,” ujar Adriansyah yang akrab disapa Rian ini.

Di gerai tersebut pun, 90 persen pembelian dilakukan secara takeaway dan dari pemesanan ojek online. Pembeli yang memesan secara langsung juga banyak yang memanfaatkan pembayaran digital seperti GoPay.

Kini, bisnis yang dikembangkan Burger Lokal terus melesat. Bahkan hanya dalam kurun waktu 1,5 tahun sejak diluncurkan mereka telah memiliki sekitar 10 cabang dengan sistem kemitraan. “Saat ini pun sebagian besar penjualannya masih memanfaatkan pemesanan secara online,” ujarnya.

Burger Lokal hanya contoh satu dari 250.000 mitra usaha yang baru bergabung di GoFood pada 2020. Dimana berdasarkan data dari Survei Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI), 47 persen diantara mereka adalah pengusaha pemula yang baru memulai usaha di masa pandemi.

Jumlah pelaku usaha kuliner yang bergabung menjadi mitra GoFood di masa pandemi ini memang terbilang cukup tinggi. Sebab, sejak berdiri pada 2015 hingga saat ini jumlah mitra GoFood mencapai 1 juta -yang 99% diantaranya berskala UMKM-.  Artinya 1 dari 4 mitra GoFood baru mulai bergabung di masa pandemi.

Kevin Aluwi, Co-Founder dan CEO Gojek mengatakan banyaknya pengusaha kuliner yang memilih mendigitalkan usahanya dengan menjadi mitra GoFood karena kehadiran GoFood dinilai tidak hanya mempermudah pengusaha pemula untuk go online tetapi juga mendukung pertumbuhan usahanya di tengah pandemi.

"Pendapatan rata-rata bulanan mitra usaha yang baru bergabung ke GoFood di masa pandemi hingga saat ini melonjak 7 kali lipat. Ini pula yang membuat sebagian besar mitra yang bergabung optimistis dengan bisnis yang mereka jalankan," ujarnya.

Kontribusi Terhadap Perekonomian

Dengan meningkatnya pendapatan para pelaku usaha kuliner yang menjadi mitra GoFood, tentu saja membawa dampak bagi perekonomian nasional. Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bsinis Universitas Indonesia (LD FEB UI) yang berjudul Dampak Ekosistem Gojek terhadap Perekonomian Indonesia 2021, kontribusi ekosistem Gojek dan GoTo Financial diperkirakan mencapai Rp249 triliun, meningkat 60 persen dibandingkan tahun sebelumya atau 1,6 persen dari PDB Indonesia tahun 2020.

"Bila tahun lalu temuan utama riset kami menemukan bahwa ekosistem Gojek membantu mitra bertahan di tengah pandemi, riset tahun ini menunjukkan bahwa mayoritas mitra dalam ekosistem Gojek mulai mengalami pemulihan pendapatan dibandingkan awal pandemi. Hal ini menunjukkan ekosistem Gojek membantu percepatan proses pemulihan pada mitranya," ujar Peneliti LD FEB UI Dr. Alfindra Primaldhi.

Keberhasilan Gojek bersama ekosistem digitalnya  dalam mendongkrak pertumbuhan pelaku usaha mikro kecil dan menengah ternyata sampai terdengar hingga ke mancanegara.

Dalam rangkaian acara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Roma, Italia, secara terang-terangan Ratu Belanda Maxima Zorreguieta Cerruti memuji keberhasilan Gojek membantu perkembangan bisnis pelaku UMKM di Indonesia.

 “Salah satu dari banyak contoh inspiratif yang saya lihat ada di Indonesia, namanya Gojek. Aplikasi transportasi online ini menggunakan ekosistem digitalnya untuk membantu usaha kecil mendigitalkan manajemen inventaris, pemasaran, pembayaran, kredit dan penjualan mereka. Dan sekarang tiba-tiba, UKM ini terhubung ke dunia yang lebih besar,” paparnya.

INFOGRAFIS

·         Kontribusi ekosistem Gojek dan GoTo Financial untuk perekonomian nasional diperkirakan mencapai Rp249 triliun               

Setara dengan 1,6% PDB Indonesia pada tahun 2020

·         Jumlah Mitra GoFood hingga saat ini mencapai 1 juta, 99% diantaranya berskala UMKM

·         Tercatat 250ribu mitra GoFood baru bergabung pada 2020, dan 43% diantaranya merupakan pengusaha pemula

·         Pendapatan rata-rata bulanan mitra usaha yang baru bergabung GoFood naik hingga 7 kali lipat pada kuartal II/2020

·         Pendapatan mitra UMKM GoFood rata-rata naik 66% di tahun 2021 dibandingkan 2020

Empat manfaat utama yang dirasakan UMKM dari kemitraan GoFood adalah

1. Kesempatan promosi GoFood

2. Perluasan akses pasar

3. Kemudahan pengelolaan operasional melalui aplikasi GoBiz

4. Pelatihan kewirausahaan

Sumber : Gojek Indonesia, LD FEB UI

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

umkm bisnis kuliner Gojek
Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top