Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Michael Riady, Suksesor Bisnis Kopi Indonesia Terbesar di AS

Mengenal Michael Riady, generasi ketiga penerus Lippo Group yang sukses jalani bisnis kopi di Amerika.
Michael Riady/instagram
Michael Riady/instagram

Bisnis.com, JAKARTA - Michael Riady dan penyanyi rapper ternama Snoop Dogg meluncurkan produk kopi Indonesia bernama INDOxyz di AS. 

"1, 2, 3 dan ke 4… Snoop Doggy Dogg dan Riady hadir. Bersama, Kakek Mochtar 94, bapak, om, sepupu ngopi bareng Indo," tulisnya melalui akun pribadi @michaelriady pada Selasa (31/1/2023). 

Melansir dari situs perusahaan INDOxyz, dalam kunjungannya ke Indonesia, Snoop Dogg diperkenalkan dengan kopi lokal melalui lima generasi asli Indo, Michael Riady.

"Hanya satu kali tegukan, Snopp Dogg langsung terpikat,” tulisnya.

Sebagai informasi, Michael Riady merupakan cucu Mochtar Riady sekaligus keponakan James Riady, yang masuk ke dalam generasi ketiga dari bisnis keluarga konglomerasi Lippo Group.

Berdasarkan Forbes, harta kekayaan keluarga Riady mencapai US$1,4 miliar atau setara dengan Rp21,6 triliun, di mana kekayaan tersebut berasal dari grup bisnis yang telah terdiversifikasi, mulai dari properti, ritel, kesehatan, media hingga pendidikan. 

Lantas, seperti apa sebenarnya sosok Michael Riady yang menjadi co-founder dari INDOxyz, brand kopi ternama AS ini? Berikut ulasan Bisnis selengkapnya. 

Michael Riady lahir dan menghabiskan masa remajanya di Jakarta. Lalu, keluarganya memutuskan untuk dirinya melanjutkan perguruan tinggi mengambil jurusan administrasi bisnis dari California State University, Fullerton, AS. 

Lalu, dirinya mengikuti program MBA Eksekutif UCLA-NUS dan lulus dengan gelar MBA dari UCLA Anderson School of Management dan MBA dari National University of Singapore.

“Saya kembali ke Indonesia setelah saya lulus di akhir 2003,” jelasnya dilansir dari Buzz Magazine, Kamis (16/3/2023). 

Kala itu, dirinya terlibat penuh dalam Grup Lippo. Michael mengawali karier di PT Lippo Karawaci Tbk, untuk memimpin Metropolis Town Square, Tangerang dan sukses membangun Kemang Village. 

Berkat kepiawaiannya mengemban banyak peran, membuat Michael dipercaya sebagai chief manager officer The St. Moritz Penthouses and Residences, area terintegrasi di kawasan pusat bisnis di Jakarta Barat pada 2008.

Pada waktu yang bersamaan juga, Michael turut dipercaya menjadi chief executive officer (CEO) Lippo Shopping Malls hingga September 2013. 

Setelah sembilan tahun berada dalam Grup Lippo, akhirnya dia memutuskan untuk meninggalkan posisi CEO Lippo Shopping Malls dan memilih membangun kerajaan bisnisnya sendiri, PT Bliss Properti Indonesia atau kini dikenal dengan nama Blacksteel Construction. 

Melansir dari Linkedin, perusahaan ini berfokus pada pembangunan pusat komersil dan perumahan sembari terlibat dalam sejumlah proyek BUMN Indonesia untuk menciptakan infrastruktur Indonesia di Jawa dan Sumatera.

Dari Bisnis Properti ke Kopi

Dia mengungkapkan, kebiasaan minum kopi sebenarnya sudah ada saat dia SMA. Baru setelah bekerja 14 tahun di real estate, sampai akhirnya Michael memutuskan mengejar hasratnya untuk berbisnis kopi. 

“Bisnis untuk masuk ke industri kopi, sebenarnya sudah ada sejak 2000. Saat itu saya masih kuliah dan adik ipar saya bilang ‘kita harus bikin kopi’,” ungkapnya. 

Terinspirasi dari industri wiski, di mana negara Skotlandia, Jepang dan Amerika jadi penghasil terbaik dunia. Maka, dirinya punya ambisi untuk memperkenalkan kopi Indonesia ke kancah dunia. 

Hal yang membuat dirinya kian mantap untuk membuka bisnis ke Amerika, saat melihat konsumen kopi terbesar di dunia dengan pangsa pasar 35 persen adalah Amerika dan Indonesia adalah produsen terbesar keempat. 

Michael mengatakan, jika MAXX Coffee milik bisnis keluarganya sudah ada di Indonesia. Maka, giliran dirinya ingin membangun Tentera Coffee, yang jadi coffee shop terbesar di Amerika. 

“Akhirnya, pada tahun 2017, saya pindah kembali secara permanen ke AS setelah menghabiskan bertahun-tahun di Indonesia dan secara resmi memulai usaha baru, dan saya menjual semua Ferrari saya dan berinvestasi di pemanggang kopi,” ungkapnya di Voyage LA. 

Sebelum bisa sesukses sekarang. Menurutnya, semua bisnis memiliki tantangan. 

“2018 jadi tahun terberat. Saya harus mengalami jatuh bangun, mulai dari mencari biji kopi, mengimpor, melakukan perizinan, pemasaran, dan tak jarang mengalami penolakan berkali-kali,” ujarnya. 

Kini, Tentera Coffee yang berbasis di Los Angeles telah menjadi jaringan kopi terbesar di Amerika, di mana selebriti dunia banyak yang menyukainya. 

Saat ini, produk Tentera Coffee tersedia di seluruh ritel Amerika, dan rencananya jaringan kopi ini akan berekspansi ke Asia. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Arlina Laras
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper