Bisnis.com, JAKARTA — Biaya pendidikan anak yang terus melonjak dari tahun ke tahun menjadi salah satu tantangan finansial terbesar bagi kebanyakan orang tua.
Dengan kenaikan biaya di kisaran 10-15% per tahun, diperlukan strategi yang matang agar dana pendidikan anak bisa tercapai sesuai rencana.
Head of IPOT Fund & Bond, Dody Mardiansyah mengatakan bahwa salah satu solusinya adalah melalui investasi instrumen obligasi.
Menurutnya obligasi, yang sering dianggap sebagai instrumen investasi konservatif, kini menunjukkan sisi lain yang sangat menarik.
Dibandingkan dengan produk investasi lain yang sudah lazim seperti reksa dana, obligasi menawarkan stabilitas dan pendapatan tetap, menjadikannya pilihan yang ideal untuk tujuan jangka panjang seperti dana pendidikan.
"Di tengah kenaikan biaya pendidikan yang terus menanjak, obligasi menawarkan kombinasi antara stabilitas, kepastian imbal hasil, dan keamanan dana pokok," katanya dalam riset yang dipublikasi, Sabtu (13/9/2025).
Baca Juga
Dody menjelaskan bahwa strategi ini bukan sekadar cara berinvestasi, tetapi sebuah perencanaan cerdas untuk memastikan masa depan anak tidak terganggu oleh ketidakpastian ekonomi.
Obligasi yang merupakan surat utang menawarkan sejumlah keunggulan yang membuatnya ideal untuk tujuan jangka panjang ini.
Agar investasi obligasi bisa optimal, Dody memaparkan beberapa strategi yang dapat diterapkan. Pertama, tentukan jangka waktu dan target dana.
Hitung estimasi biaya pendidikan di masa depan dan kapan dana tersebut dibutuhkan. Hal ini akan membantu dalam memilih produk obligasi dengan tenor yang tepat.
Kedua, investasi konsisten dan bertahap. Para orang tua bisa memulai investasi sedini mungkin dengan nominal terjangkau. Efek bunga berbunga (compounding) akan bekerja maksimal seiring waktu dan konsistensi.
Ketiga, diversifikasi jenis obligasi. Kombinasikan obligasi pemerintah dan obligasi korporasi untuk meraih imbal hasil optimal tanpa mengambil risiko berlebihan.
Keempat, investasikan kembali kupon. Gunakan keuntungan dari kupon obligasi untuk diinvestasikan kembali. Strategi ini akan mempercepat pertumbuhan aset.
Dody menilai strategi investasi tersebut sangat cocok untuk orang tua yang memiliki jangka waktu investasi cukup panjang. Idealnya 5 sampai 10 tahun atau lebih dan yang memprioritaskan keamanan dana di atas potensi keuntungan yang sangat tinggi.
Strategi ini, lanjutnya, adalah cara yang cerdas dan terukur untuk memastikan bahwa biaya pendidikan anak tidak menjadi beban finansial di masa depan.