Gurita Bisnis Pieter Tanuri, Pemilik Buana Capital yang Dicaplok Robinhood Markets

Pieter Tanuri, pemilik Buana Capital, diakuisisi Robinhood Markets untuk masuk ke pasar Indonesia. Pieter dikenal dengan bisnisnya yang luas di sektor keuangan, manufaktur, dan olahraga.
Pieter Tanuri/essa.ic
Pieter Tanuri/essa.ic

Bisnis.com, JAKARTA - Nama pengusaha Pieter Tanuri jadi sorotan lantaran baru-baru ini perusahaan sekuritas miliknya, Buana Capital diakuisisi oleh perusahaan perdagangan saham dan kripto asal Amerika Serikat, Robinhood Markets. 

Akuisisi tersebut dilakukan sebagai langkah masuknya Robinhood Markets ke Indonesia, melihat tingginya potensi pasar yang dimiliki Indonesia dengan minat tinggi terhadap investasi dan jumlah penduduk yang besar. 

Di samping kepemilikannya pada Buana Capital, Pieter Tanuri juga dikenal karena bisnisnya yang menggurita. Sayangnya, nilai kekayaannya tak pernah diungkap ke publik.

Profil dan Gurita Bisnis Pieter Tanuri

Mengutip laman resmi Essa, di mana Pieter menjabat sebagai komisaris, dia merupakan pria kelahiran tahun 1963, yang menyelesaikan pendidikannya dan mendapat gelar sarjana ekonomi dari Universitas Trisakti pada 1988. 

Pieter memulai bisnis profesionalnya di sektor keuangan dengan menjabat sebagai Presiden Komisaris PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk. pada 2003-2006. Dia kemudian memimpin PT Buana Capital Sekuritas dari 2009 hingga sekarang. 

Selain ahli di bidang pasar modal, Pieter juga membangun keahlian di berbagai bidang usaha. Pada 2004, Pieter mengambil alih perusahaan ban yang memproduksi Achilles dan Corsa,  dan menjadi Presiden Direktur di PT Multistrada Arah Sarana Tbk. Dia mengantarnya hingga diakuisisi oleh Michelin pada 2019.

Selain itu, Pieter juga memimpin sejumlah bisnis Grup Salim, dengan komisaris di PT Philadel Terra Lestari sejak 1996. Perusahaan tersebut mengakuisisi PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET), yang awalnya bernama Dyviacom Intrabumi, sebuah ISP di era 90-an.

Di bawah kepemimpinannya, DNET bertransformasi menjadi holding ritel yang turut menaungi merek-merek bisnis makanan dan minuman seperti Indomaret, KFC, dan Sari Roti. 

Pada tahun 2000, dia juga memimpin beberapa perusahaan sebagai Presiden Direktur di PT Multistrada Agro International, PT Meranti Laksana, dan PT Meranti Lestari hingga sekarang. 

Selain di dunia industri, nama Pieter Tanuri juga dikenal di dunia olahraga, sebagai salah satu pengusaha yang pertama kali membawa klub bola melakukan penawaran umum perdana alias IPO (Initial Public Offering). 

Pada 2019, Pieter membawa Bali United menjadi klub sepak bola pertama di Asia Tenggara yang melantai di Bursa Efek Indonesia pada 2019 dengan harga saham perdana Rp175.

Add Bisnis.com as a preferred source on Google

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Mutiara Nabila
Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler