Bisnis.com, JAKARTA – Pasar industri otomotif di Indonesia menjadi salah satu yang paling berkembang di kawasan Asia, khususnya Asia Tenggara. Saat ini, merek-merek kendaraan otomotif asal Jepang masih mendominasi pasar nasional.
Mengutip data resmi dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) pada tahun lalu, mengambil contoh dari penjualan kendaraan roda empat, merek otomotif dari Jepang masih menguasai posisi tiga teratas di Indonesia dalam hal penjualan, baik pabrik ke dealer maupun dealer ke konsumen.
Pada penjualan pabrik ke dealer, Toyota berhasil menjual 250.431 unit mobil, Daihatsu dengan 130.677 unit mobil, dan Mitsubishi Motors 71.781 unit mobil (data dirilis 12 Januari 2026).
Sedangkan pada penjualan dari dealer ke konsumen, Toyota berhasil meraih penjualan 258.923 unit mobil, Daihatsu 137.835 unit, dan Honda 71.233 unit (data dirilis 12 Januari 2026).
Dominasi merek Jepang tersebut tidak lepas dari peran tokoh-tokoh pelopor industri otomotif di Indonesia yang berhasil membuat fondasi untuk merek-merek tersebut kuat bertahan di Indonesia hingga saat ini.
Berikut 4 Tokoh Pelopor Industri Otomotif Indonesia, Bawa Merk Jepang Mendominasi
1. Soebronto Laras
Komisaris Utama PT Indomobil Sukses Internasional ini berhasil membawa merek otomotif Suzuki ke Indonesia pada tahun 1970-an. Soebronto saat itu memiliki tujuan untuk menghadirkan mobil berkualitas tinggi, namun tetap terjangkau oleh masyarakat.
Baca Juga
Dia berhasil melobi perusahaan Suzuki di Jepang untuk merakit mobil mereka di Indonesia. Mobil pertama yang diproduksi yakni mobil niaga Suzuki ST 10.
Saat ini, Suzuki Indonesia berdiri di bawah naungan PT Indomobil Sukses Internasional dan berhasil mengekspor produk ke 85 negara di dunia dengan penjualan lebih dari 1,3 juta unit.
Memang sejak kecil, dunia otomotif seakan menjadi bagian napasnya. Mulai dari perbengkelan, mekanik, hingga menjadi pembalap roda dua bersama Tinton Soeprapto. Beradu cepat merupakan hal yang lazim dilakukan semasa remaja. Hal ini tak lepas dari latar belakang keluarga Soebronto. Ayahnya, R. Moerdono, ialah importir sejumlah merek seperti Citroen, Tempo dan VW Combi sejak 1949.
Selepas SMA, pria kelahiran 1943 ini mengenyam pendidikan di luar negeri. Soebronto Laras mengantongi gelar Sarjana Teknik Mesin dari Paisley College di Skotlandia pada 1969. Kemudian Diploma of Business Administration dari Hendon College di London pada 1972. Berbekal banyak pengalaman belajar di Inggris. Ia lantas mulai membangun pengalaman bersama Suzuki. Bahkan memiliki hasrat untuk menjual mobil berkualitas namun terjangkau.
2. William Soeryadjaya
William Soeryadjaya merupakan pendiri Astra Group atau PT Astra International pada tahun 1957. Bisnis otomotif yang pertama dilakoni oleh Astra yakni sebagai importir dan perakit truk merek Chevrolet dari General Motors (GM) asal Amerika Serikat.
Pada tahun 1979, William dengan perusahaannya berhasil menggandeng Toyota dan berhasil mendominasi penjualan kendaraan roda empat di Indonesia. Selain itu, saat ini Astra Group juga menjadi mitra untuk merek Daihatsu dan Honda Motor Corporation.
Seperti ditulis Ensiklopedi Tokoh Indonesia, tokoh kelahiran Majalengka 20 Desember 1923 yang akrab dipanggil Om William ini mampu membangun PT Astra International yang merupakan "salah satu mimpinya" pada 1957.
Dalam waktu 13 tahun, sebanyak 72 perusahaan bernaung di bawah bendera perusahaan yang didirikannya itu. Jumlah perusahaan yang bernaung di bawah PT Astra terus bertambah menjadi sekitar 300 buah yang tidak hanya bergerak di sektor otomotif namun juga keuangan, perbankan, perhotelan dan properti.
Kini PT Astra International Tbk tumbuh menjadi perusahaan besar yang kiprahnya diakui secara nasional dan internasional, termasuk tiga kali mendapat pengakuan dari Majalah "AsiaMoney".
3. Hadi Budiman
Hadi Budiman merupakan salah satu nama di balik suksesnya merek Honda di pasar otomotif Indonesia. Hadi mendirikan PT Istana Mobil Raya Motor pada era tahun 1960-an. Imora Motor berhasil menggandeng Honda pada tahun 1973 dengan model Honda Life, dengan produk Honda Civic.
4. Sjarnoebi Said
Pendiri PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) ini berhasil menggandeng raksasa otomotif Jepang, Mitsubishi Corporation. Bersama Sjarnoebi, Mitsubishi Corporation memperluas manufakturnya di Indonesia dengan mendirikan perusahaan baru yakni PT Krama Yudha Ratu Motor (KRM) pada 1973.