Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

DAHLAN ISKAN: BUMN jangan panik

JAKARTA: Badan usaha milik negara selama ini memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi. Selain sebagai agent of development, BUMN juga diharapkan dapat menjadi motor penggerak yang dapat memacu perekonomian nasional. Apa peran yang
Teguh Purwanto
Teguh Purwanto - Bisnis.com 17 Mei 2012  |  16:37 WIB

JAKARTA: Badan usaha milik negara selama ini memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi. Selain sebagai agent of development, BUMN juga diharapkan dapat menjadi motor penggerak yang dapat memacu perekonomian nasional. Apa peran yang dapat dilakukan BUMN untuk berkontribusi lebih besar terhadap pembangunan, terutama setelah Indonesia masuk radar investasi? Berikut wawancara Menteri BUMN Dahlan Iskan:

 
Indonesia baru saja memasuki investment grade, tanggapan Anda? 
Biasa-biasa saja, kerja tetap saja harus dilakukan. Yang terpenting itu kan setelah tercapainya investment grade kinerja kita akan seperti apa? Apakah akan melonjak atau begini-begini saja.
 
Bagaimana Anda melihat gambaran keadaan Indonesia saat ini?
 
Indonesia ini sudah bisa dibilang masuk dalam negara modern karena situasi ekonomi dan politik tidak dicampur adukan.
 
Seperti kita tahu, di televisi-televisi berita, politik Indonesia ramai dibicarakan. Kesannya bangsa ini kacau sekali dan sudah akan ambruk. Tapi jika me lihat kondisi ekonomi, pertum buhan itu terus berjalan. Tingkat inflasi juga sangat terjaga. Prospek pertumbuhan terus po sitif. Ini masa di mana perkem bangan politik dan ekonomi benar-benar terasa jauh terpisah.
 
Indikator pertumbuhan ekonomi lainnya?
 
Revolusi masyarakat ekonomi bawah ke tingkat masyarakat menengah juga mulai terjadi.
 
Hal ini bisa dilihat dari semakin tingginya tingkat penjualan motor. Kalau dulu masyarakat masih mengandalkan transportasi umum, sekarang dengan lebih mudahnya mengajukan kredit motor, dengan cicilan yang juga terjangkau mulai ada perubahan pola pikir.
 
Daripada mereka keluarkan uang untuk ongkos angkutan umum sehari-hari, dengan cicilan yang jumlahnya tidak jauh ber beda lebih baik mereka cicil mo tor dan dalam 3 tahun ke de - pan sudah menjadi hak milik mereka.
 
Apakah pertumbuhan ekonomi di Indonesia pada kisaran 6,5% sudah menunjukkan ekonomi yang baik?
 
Kita itu suka tergiur dengan angka statistik rata-rata. Kalau disebutkan ekonomi Indonesia rata-rata 6,5% artinya ada yang di atas itu, ada pula yang di bawah itu. Ada yang 7%, 10%, 15% tetapi ada juga yang 5%, 3%, 0% bahkan negatif. Jadi jangan hanya puas dengan kinerja rata-rata.
 
Gambaran pertumbuhan BUMN ke depan?
 
Kalau rata-rata pertumbuhan ekonomi 6,5%, perusahaanperusahaan harus bisa menargetkan lebih tinggi dari itu.
 
Kalau hanya menargetkan 6,5% artinya hanya mengejar pertumbuhan rata-rata. Jika masing-masing perusahaan, tidak hanya BUMN tetapi juga swasta, menargetkan pertumbuhan kinerja yang tinggi, maka rata-rata pertumbuhan ekonomi di Indonesia pun akan semakin tinggi.
 
Bagaimana peran BUMN terhadap perekonomian Indonesia, terutama dengan masih berlangsungnya krisis ekonomi di Eropa?
 
BUMN mengambil peran sebagai penghadang meluasnya dampak krisis ekonomi global, terutama di Eropa. BUMN bisa dikatakan harus menjadi stabilitator suasana kejiwaan. Jika perusahaan swasta panik, BUMN jangan panik jika ada masalah krisis ekonomi di Eropa. Karena pada dasarnya secara makro dan mikro ekonomi Indonesia masih baik.
 
Hal apa yang masih harus ditingkatkan atau diperbaiki oleh BUMN?
 
Selama ini jika BUMN bekerja sama dengan partner lain untuk mengembangkan bisnis, pengerjaannya hanya sampai tahap penyusunan kontrak bersama dan itu yang akan menjadi landasan mereka dalam bekerja.
 
Patokan mereka hanya kontrak kerja itu. Seharusnya BUMN bisa menyelami lebih dalam, menyelami suasana kebatinan partner kerja. Jadi harus benarbenar mengenal siapa partner kerja mereka.
 
Bagaimana dengan imbauan pengalihan deposito BUMN-BUMN ke instrumen jangka panjang untuk mendukung BI meningkatkan industri perbankan?
 
BUMN ini kan perusahaan milik negara. Tujuan BUMN di bentuk bukan hanya untuk berbisnis, jadi ada tugas lain untuk BUMN, yakni membangun ekonomi negara. Dan itu memang harus ada pengorbanan. Dana BUMN memang besar dan kami mendukung untuk adanya pengalihan ke instrumen jangka panjang. Kalau tujuannya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, kenapa tidak.
 
Bagaimana soal besaran setoran dividen BUMN? Apakah akan ada perubahan atau penurunan?
 
Misi untuk memajukan negara itu hal penting nomor satu. Dividen mungkin yang kedua.
 
Asal tidak menyulitkan pertumbuhan BUMN, harus mendukung misi negara. Untuk BUMN yang sudah sangat maju, sudah selayaknya untuk mengabdi kepada negara. Bisa melalui setoran dividen, bisa juga melalui penyerapan tenaga kerja, yang penting tujuannya agar iklim ekonomi di Indonesia menjadi lebih baik.
 
Pewawancara: GITA A. CAKTI 
 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top