Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Oleh-Oleh Khas Daerah, Ajang Usaha Menggiurkan

Berkat rasa yang kue yang unik dan legit, Julian bisa menjual 500 kotak kue Miss Pumpkin dalam satu hari. Bolu labu Miss Pumpkin dijual mulai dari Rp30.000-Rp35.000 per boks.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 28 Februari 2014  |  07:24 WIB
Gerai Oleh-oleh Miss Pumpkin di Bogor, Jawa Barat - Miss Pumpkin
Gerai Oleh-oleh Miss Pumpkin di Bogor, Jawa Barat - Miss Pumpkin

Bisnis.com, Jakarta - Indonesia merupakan satu negara yang memiliki banyak destinasi wisata yang potensial. Peminatnya bukan hanya wisatawan mancanegara (wisman), tetapi wisatawan nusantara (wisnus). Lebih dari itu,

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengklaim bahwa jumlah perjalanan wisnus terus mengalami peningkatan hingga menembus angka 245 juta pada 2013.

Peningkatan jumlah perjalanan wisnus ini tentu membawa dampak positif bagi industri pariwisata domestik. Efeknya bukan sekadar meningkatkan pendapatan negara, tetapi para pelaku usaha yang bergerak di bidang pariwisata. Selain benda kerajinan tangan, produk lain yang juga diincar oleh turis lokal adalah oleh-oleh kuliner khas daerah.

Tingginya permintaan membuat oleh-oleh khas daerah menjadi peluang bisnis yang menggiurkan. Tak heran, toko-toko yang menjual buah tangan tersebut menjamur di beberapa kota besar yang menjadi destinasi wisata populer. Masing-masing daerah juga memiliki oleh-oleh yang spesial.

Misalnya, Yogyakarta dengan bakpia, Bandung yang terkenal karena peyeum, hingga Bogor yang lekat dengan asinan dan roti unyil.

Legitnya bisnis oleh-oleh khas daerah membuat banyak pelaku usaha yang tergerak untuk terjun ke bidang ini. Hasilnya, kini bermunculan produk buah tangan baru di berbagai daerah.

Selain menawarkan produk baru yang inovatif, mereka juga mengemas oleh-oleh tersebut dengan kemasan modern dan mempromosikan produknnya secara gencar. Perlahan tapi pasti, oleh-oleh tersebut mulai dicari konsumen, khususnya mereka yang sedang melancong.

Salah satu pelaku usaha yang mencoba peruntungan di bidang oleh-oleh khas adalah Julian Noor. Julian merintis bisnis kue dari labu kuning yang diberi nama Miss Pumpkin sejak pertengahan 2013. Kendati belum genap satu tahun, produk buatan Julian telah menjadi salah satu oleh-oleh khas kota hujan.

Julian mengaku, ide membuka bisnis ini datang karena minimnya terbatasnya variasi buah tangan khas kota Bogor.

“Oleh-oleh makanan dari Bogor cukup terbatas. Produk yang jadi ciri khas diantaranya asinan, roti unyil, dan yang terakhir kue lapis talas. Makanya, saya tertarik untuk memberikan makanan alternatif bagi warga dan wisatawan yang berkunjung ke sini,” ujar Julian.

Julian memilih buah labu kuning sebagai bahan utama. Alasannya karena dia melihat belum ada produsen yang menggunakan labu kuning untuk produk kuliner, khususnya oleh-oleh khas daerah.

Berkat rasa yang kue yang unik dan legit, Julian bisa menjual 500 kotak kue Miss Pumpkin dalam satu hari. Bolu labu Miss Pumpkin dijual mulai dari Rp30.000-Rp35.000 per boks.

Selain Julian, pelaku usaha lain yang merintis bisnis buah tangan adalah Muhammad Solihin, 34. Pria asli Lampung ini membuat produk keripik pisang dengan merek Mr. Banana sejak 2012 silam.

Berbeda dengan Julian, Solihin justru mengambil keuntungan dari nama besar keripik pisang. “Lampung itu terkenal dengan perkebunan pisang. Tak heran, di sini banyak pelaku usaha yang membuatnya jadi keripik.

Sayangnya, kebanyakan produk keripik tak memiliki kemasan yang representatif. Dari situ, saya ingin membuat keripik pisang dengan tampilan modern,” ujar Solihin.

Selain mengubah tampilan kemasan jadi lebih modern, keripik Mr. Banana digemari konsumen. Hebatnya, Solihin bisa memproduksi 10.000 kemasan per bulan dan memperoleh margin keuntungan mulai dari 20%-50%. Keripik Mr. Banana dibanderol Rp12.000 per kemasan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

peluang usaha
Editor : Ismail Fahmi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top