Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harpa Craft Buatan Yogya Tembus Pasar Eropa

Desain pernak-pernik pengisi rumah terus berkembang mengikuti tren pasar. Perkembangan ini tak melulu soal model, tetapi juga ragam material.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 30 April 2014  |  11:56 WIB
Harfa Craft buatan Perajin Yogyakarta. Tembus pasar Eropa - JIBI
Harfa Craft buatan Perajin Yogyakarta. Tembus pasar Eropa - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA--Desain pernak-pernik pengisi rumah terus berkembang mengikuti tren pasar. Perkembangan ini tak melulu soal model, tetapi juga ragam material.

Ada berbagai jenis bahan baku yang bisa dimanfaatkan untuk memproduksi produk elemen interior. Selain material alami, para pelaku usaha tak jarang menggunakan bahan sintetis. Salah satu jenis yang sedang populer di kalangan masyarakat adalah kulit sintetis atau vinyl.

Berbekal kreativitas, para perajin di bidang ini membungkus bagian luar kotak tisu, boks perhiasan, toples, baki, hingga tempat baju kotor dengan kulit sintetis aneka warna. Hasilnya, produk-produk pengiri rumah tersebut tampil mewah nan elegan.

Ida Nurwulansari adalah salah satu pelaku usaha yang sukses membuat pernak-pernik rumah berbahan dasar kulit sintetis. Di bawah bendera Harpa Craft, perempuan asal Yogyakarta ini menekuni bisnis sejak 2001.

Ida menuturkan alasan dia memilih material vinyl karena harga kulit asli sangat mahal. Dia lantas memakai bahan vinyl demi menekan biaya produksi. Meski lebih murah, hasil jadi produk kerajinan kulit sintetis tersebut tak murahan. Tampilan produknya tak tetap elegan dan berkelas layaknya kulit asli, tetapi harganya lebih terjangkau.

Ida dan para perajiannya mengaplikasikan lembaran-lembaran kulit sintetis menjadi berbagai produk. Barang-barang tersebut di antaranya kotak perhiasan, kotak jam tangan, kotak permen, kotak kartu nama, baki, tempat buah, hingga wadah pakaian kotor. Selain membuat desain sendiri, Harpa Craft juga menerima pesanan sesuai permintaan konsumen.

Selain digemari konsumen lokal, produk kerajinan berbahan vinyl ini juga digemari pembeli dari luar negeri. Buktinya, Ida sudah mengekspor barang-barang buatannya ke beberapa negara. “Konsumen utam kami di antaranya Malaysia, Singapura, dan Spanyol.”

Produk rumah tangga berbahan dasar kulit sintetis ini dijual mulai dari Rp50.000—Rp350.000 per buah. Harga tersebut disesuaikan dengan ukuran dan tingkat kerumitan desain. Margin laba yang didapat dari bisnis ini mencapai 30%—40%.

Selain harganya murah dan mudah dirawat, proses produksi kerajinan dari material kulit sintetis terbilang mudah. Ida menuturkan ada beberapa tahap yang harus dilakukan, yaitu membuat rangka, membentuk detail bagian dalam, hingga melapis bagian luar.

Ida dan perajinnya menggunakan triplek kayu dan karton tebal untuk rangka. Kendati demikian, dia memilih menggunakan triplek kayu untuk produk berukuran sedang dan besar karena lebih kuat dan kokoh. Dia menambahkan, rangka kayu tersebut nantinya dilapisi dengan karton tebal.

Selanjutnya, dia membuat detail bagian dalam. “Detail tersebut disesuaikan dengan fungsi. Bagian dalam kotak perhiasan, jam, dan kosmetik tentu berbeda-beda,” ujar Ida. Agar terlihat makin elegan, dia melapisi seluruh dimensi di dalam kotak dengan bahan bludru sintetis.

Setelah selesai, proses produksi masuk ke tahap terakhir yaitu melapisi rangka dengan bahan vinyl. Proses ini dilakukan dengan cara pengeleman. Meski terlihat sederhana, proses pengeleman harus dilakukan secara hati-hati. Jika ada lem yang melekat di permukaan vinyl, lem tersebut tidak bisa dihilangkan. Alhasil, produk akan terlihat tak sempurna alias cacat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

peluang usaha
Editor : Ismail Fahmi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top