Dirut Krakatau Steel, dari Atlet Basket sampai Finalis Abang None

Di sela kesibukannya menjalani tugas sebagai direksi perusahaan baja terbesar di Indonesia, Dirut PT Krakatau Steel (Persero) Irvan Kamal Hakim masih sempat bermain basket bersama anak-anaknya saat akhir pekan.
Riendy Astria | 18 Oktober 2014 15:25 WIB
/Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Di sela kesibukannya menjalani tugas sebagai direksi perusahaan baja terbesar di Indonesia, Dirut PT Krakatau Steel (Persero) Irvan Kamal Hakim masih sempat bermain basket bersama anak-anaknya saat akhir pekan.

Ya, hobi bermain basket memang sudah Irvan lakukan sejak masa sekolah. Bahkan, ketika duduk di tahun pertama SMA Negeri 4 Jakarta pada 1979, Irvan sudah menjadi bagian klub basket Indonesia Muda. Irvan bergabung dengan klub tersebut cukup lama, hingga 14 tahun.

Irvan pun juga sempat aktif di organisasi klub tersebut sampai akhirnya kesibukannya membuat dia tak punya waktu lagi. Meski tak lagi bisa berkumpul dengan teman-temannya di Indonesia Muda, Irvan mengaku tidak bisa meninggalkan basket hingga saat ini.

Kini, hobi bermain basket tersebut dia salurkan bersama anak-anaknya. Hobi bermain basket memang turun kepada dua anak laki-lakinya.

“Dulu itu kalau sudah jadi anggota basket di sekolah, mudah untuk masuk ke Indonesia Muda. Sekarang ini saya harus hati-hati karena lutut saya sudah cidera, saya main bersama anak-anak saya one on one setiap weekend di rumah, biar anak saya tahu bapaknya pernah jago bermain basket,” kata Irvan ketika ditemui Bisnis di Jakarta belum lama ini.

Hal yang tidak bisa dia lupakan adalah ketika mengikuti kejuaraan-kejuaraan nasional dan internasional ketika itu. Menurutnya, basket adalah bagian hidupnya yang tidak bisa dia tinggalkan. Ketika para petinggi perusahaan memilih bermain golf atau tenis, Irvan mengaku tetap memilih basket.

Laki-laki kelahiran Surabaya, 28 Mei 1964 ini juga sangat suka berorganisasi. Selain pernah aktif di klub basket Indonesia Muda, Irvan juga pernah aktif di organisasi Abang None Jakarta.

Ya, lulusan Teknik Metalurgi Universitas Indonesia ini memang pernah menjadi finalis Abang None pada 1986. Kegiatan itulah yang membuatnya cinta terhadap kesenian betawi hingga kini.

”Saya suka kesenian Betawi karena belajar ketika itu, saya bisa logat dan sebagian besar kesenian betawi meski saya bukan orang betawi,” kata laki-laki yang mendapat gelar MBA di Belanda ini.

Tag : krakatau steel
Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top