Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rachmat Saleh Luncurkan Legacy Sang Legenda

Pemimpin haruslah memiliki karakter yang baik. Dia bisa marah, tetapi harus terukur sehingga tidak mematahkan semangat bawahan. Meski marah, pemimpin juga tahu cara merangkul anak buah.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 28 Januari 2015  |  14:30 WIB
Rachmat Saleh bukanlah pemimpin yang mengabdi untuk pencitraan.  - Bisnis.com
Rachmat Saleh bukanlah pemimpin yang mengabdi untuk pencitraan. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Pemimpin haruslah memiliki karakter yang baik. Dia bisa marah, tetapi harus terukur sehingga tidak mematahkan semangat bawahan. Meski marah, pemimpin juga tahu cara merangkul anak buah.

Adapun Rachmat Saleh, seorang yang pernah menjadi Gubernur Bank Indonesia, Menteri Perdagangan sekaligus pendiri Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI). Dia meluncurkan buku berjudul Legacy Sang Legenda.

Rachmat Saleh merupakan Gubernur BI pada 1973-1983 dan Menteri Perdagangan 1983-1988. "Ayah saya menegaskan agar menjadi pemimpin yang jujur dan adil," ucapnya dalam sambutan peluncuran buku Legacy Sang Legenda, Rabu (28/1/2015).

Rachmat mengenang pesan-pesan yang disampaikan oleh ayahnya ketika hidup yakni ketika bekerja, hendaklah selalu memberikan yang terbaik agar menghasilkan yang terbaik.

"Pakailah ilmu yang aman. Pakai segala fisik. Yang kamu lakukan itu akan berguna untuk kamu juga kelak. Dan memberikan hasil terbaik ketika jadi pimpinan," tuturnya, sambil mengenang ayahnya.

Dia mengatakan pemimpin yang adil akan disenangi oleh anak buah. Menurutnya, dukungan paling besar akan datang dari kelompok yang dipimpin ketika bos memberikan keadilan.

Bukan Pencitraan

Sementara itu, Direktur Utama LPPI, Hartadi A. Sarwono mengungkapkan bahwa Rachmat Saleh merupakan sosok pemimpin yang seutuhnya, mengabdi dengan iklas dan tidak mengutamakan popularitas.

Dalam proses produksi Legacy Sang Legenda, Hartadi menceritakan bahwa penulis mengalami kesulitan untuk menghasilkan tulisan. Dia mengungkapkan Rachmat tidak ingin diwawancarai dan disanjung dalam buku tersebut.

"Buku ini murni sudut pandang orang-orang yang ada di sekitar Pak Rachmat," ucapnya.

Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla mengibaratkan Rachmat Saleh seperti seorang dirigen yang hebat. Pria yang akrab disapa JK mengungkapkan Rachmat memiliki keberpihakan kepada pribumi.

"Rachmat Saleh bukanlah pemimpin yang mengabdi untuk pencitraan," ucapnya dalam kata sambutan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

buku Rachmat Saleh
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top