Gantungan Unik Ini Bisa Jadi Aksesori Pesta Pernikahan

Selain untuk penggunaan sehari-hari, gantungan pakaian juga bisa menjadi pelengkap momen bahagia seperti pernikahan. Dengan konsepwedding hanger, gantungan baju berubah jadi aksesori cantik bagi kedua mempelai pengantin.
Nenden Sekar Arum | 28 Januari 2015 16:15 WIB
Buatan tangan. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Selain untuk penggunaan sehari-hari, gantungan pakaian juga bisa menjadi pelengkap momen bahagia seperti pernikahan. Dengan konsepwedding hanger, gantungan baju berubah jadi aksesori cantik bagi kedua mempelai pengantin.

Yolanda Sylvia, merupakan salah satu pemain yang melihat peluang bisnis ini dari mulai banyaknya pemanfaatan hanger untuk keperluan penyelenggaraan pernikahan, termasuk properti untuk kebutuhan foto pranikah.

“Sebelumnya saya bisnis membuat bando untuk bayi dengan berbahan pita, tetapi tidak berjalan baik. Karena sudah membeli bahan banyak, akhirnya saya coba buat aksesori bunga-bungaan, lalu iseng saya tempel di hanger, dan ternyata bagus,” katanya.

Ide tersebut kemudian terus dikembangkan dengan melihat referensi dari website luar negeri yang ternyata sudah lama memanfaatkan wedding hanger. Inspirasi pun terus bermunculan hingga Yolanda yakin untuk menjadikan hal itu sebagai bisnis.

Sebagai langkah awal membuat wedding hanger dengan brand Bellicimo, modal yang diperlukan sekitar Rp1 juta, yang digunakan untuk membeli kawat, pita, dan hanger polos dari pengrajin, serta peralatan lain untuk merangkai aksesori wedding hanger.

Untuk proses produksi, secara garis besar adalah pada pembuatan aksesori sesuai dengan pesanan konsumen, serta pembuatan nama atau identitas menggunakan kawat yang dipasang di gantungan, setelah itu dirangkai menjadi wedding hanger yang utuh.

“Proses pengerjaan sepasang hanger dalam satu hari selesai, kecuali untuk yang memesan hanger warna membutuhkan waktu hingga tiga hari, karena memerlukan proses untuk pengeringan cat,” paparnya.

Karena masih dikerjakan sendiri, kapasitas produksi Bellicimo terbatas. Dalam sepekan hanya mampu memproduksi sekitar 12 pasang hanger. Hal itu diakui belum dapat memenuhi semua pesanan yang masuk dari para calon pembeli.

Sementara itu, kisaran harga yang dibanderol untuk tiap gantungan disesuaikan dengan banyaknya aksesori yang ingin ditambahkan. Untuk hanger standar, atau single line hanger yaitu gantungan dengan kawat nama dipatok sebesar Rp100.000 per buah, untuk penambahan aksesori dikenakan biaya sekitar Rp20.000-Rp45.000 tiap item.

“Aksesori utamanya memang berbentuk bunga-bungaan, tapi konsumen bisa memesan sesuai dengan keinginan atau hobinya, misal pernah ada yang pesan aksesori berupa sepatu sneaker, lalu kami buatkan menggunakan pita,” paparnya.

Dari harga yang dipatok tiap hanger, Yolanda mengaku bisa mendapatkan untung sekitar 40% dari total ongkos produksi yang harus dia keluarkan, besaran tersebut juga tergantung dari seberapa rumit aksesori yang dipesan pembeli.

Selain memasarkan produknya secara online, Bellicimo juga menggandeng beberapa wedding organizer sebagai reseller, sehingga bisa menjual produknya langsung kepada klien yang ditangani oleh mereka.

Di sisi lain, Bellicimo juga menerima pemesanan untuk gantungan pakaian anak custom yang biasanya digunakan sebagai souvenir pesta ulang tahun. Namun, hal ini merupakan pesanan khusus dengan minimal pembelian.

Meskipun pemain di lini bisnis ini mulai bermunculan, Yolanda yakin prospeknya masih terbuka lebar, seiring dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap produk-produk personal.

“Masyarakat juga semakin terbuka dengan kebudayaan barat, karena wedding hanger ini memang berasal dari sana,” katanya.

Sebagai strategi untuk tetap memenangkan pasar, Bellicimo fokus untuk memasarkan produknya kepada segmen perempuan dengan usia siap menikah dan kelas ekonomi menengah ke atas.

“Bellicimo juga akan terus memperbanyak variasi aksesori yang bisa digunakan untuk mempercantik wedding hanger, karena mayoritas  kompetitor hanya menyediakan desain yang sederhana,” katanya.

Tag : peluang usaha, pernikahan
Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top