Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PELUANG USAHA: Dongkrak Nilai Sandal Jepit Lewat Ukiran

Sandal jepit karet murah yang biasa ditemukan di warung-warung ternyata bisa diubah menjadi produk cantik bernilai tinggi. Hanya dengan memberikan sentuhan kreativitas, Muhammad Ikbal bisa mengerek harga sandal yang hanya belasan ribu itu menjadi ratusan ribu rupiah.
Nenden Sekar Arum
Nenden Sekar Arum - Bisnis.com 25 Februari 2015  |  13:35 WIB
Sandal Jepit.  - Bisnis.com
Sandal Jepit. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Sandal jepit karet murah yang biasa ditemukan di warung-warung ternyata bisa diubah menjadi produk cantik bernilai tinggi. Hanya dengan memberikan sentuhan kreativitas, Muhammad Ikbal bisa mengerek harga sandal yang hanya belasan ribu itu menjadi ratusan ribu rupiah.

Salah satu caranya dengan mengubah wujud alas kaki sejuta umat itu, dari sandal polos menjadi sandal cantik dengan beragam variasi motif ukiran yang bisa disesuaikan dengan keinginan pemesan. Bisnis ini resmi dimulai Ikbal sejak bulan lalu.

Meskipun relatif baru dalam menjalankan bisnis ini, Ikbal yang berprofesi sebagai desainer itu mendapatkan respons yang sangat baik dari masyarakat. Saat itu, 10 produk perdana yang dilepas ke pasar langsung diburu konsumen.

Diakui Ikbal, modal awal yang dibutuhkan ketika memulai bisnis ini tergolong kecil. Dia hanya mengeluarkan Rp50.000 untuk membeli beberapa sandal jepit karet dan beberapa aksesori untuk keperluan pengemasan.

Teknik pembuatannya juga cukup mudah. Langkah pertama, menggambar pola yang akan diukir di atas sandal jepit. Setelah itu, dilanjutkan dengan proses pengukiran, yang dilakukan secara teliti dengan menggunakan cutter. Langkah selanjutnya, bekas ukiran diampelas agar lebih halus dan rapi.

Ikbal membutuhkan waktu sekitar 2-5 hari untuk mengukir sepasang sandal secara manual. Dengan demikian, butuh waktu sekitar satu pekan hingga produk buatannya sampai ke tangan pemesan.

Setiap sandal jepit ukirannya dihargai beragam. Untuk ukiran dengan desain karakter kartun dibanderol seharga Rp35.000 per pasang, sedangkan untuk ukiran batik dan karikatur dihargai Rp100.000. Harga tersebut bisa lebih tinggi jika motif yang dipesan lebih rumit. “Margin keuntungannya bisa sampai 75% dan semakin besar jika tingkat kerumitannya juga tinggi,” katanya.

Sebagai bentuk pengembangan bisnis usahanya, Ikbal akan mencoba untuk membuat sandal ukir dengan berbagai jenis sandal jepit, selain sandal karet yang selama ini digunakannya.

Hal itu juga sebagai strategi untuk menyiasati kendala yang dihadapinya dalam menjalankan usaha ini, yakni terbatasnya warna sandal jepit yang selama ini masih dia dapatkan dari pemasok sandal umum.

“Warna sandal jepit karet cuma itu-itu saja, sehingga pemesan tidak memiliki pilihan yang banyak untuk disesuaikan dengan keinginannya,” katanya. Ke depannya, Ikbal juga ingin membuat pelatihan ukir sandal jepit, sebagai upaya untuk membantu rekan-rekannya yang selama ini belum mendapatkan pekerjaan.

Dia menilai prospek bisnis ini sangat cerah. Modal yang dibutuhkan relatif kecil. Di sisi lain, permintaan dari pasar juga terus ber-tambah. Selain bisa digu nakan seha ri-hari, sandal ukir ini juga bisa dijadikan sebagai hadiah atau suvenir unik.

“Siapa saja bisa memulai bisnis ini, karena bisa menggunakan sandal jepit bekas layak pakai. Peluangnya juga masih besar, apalagi produknya bisa dikemas baik, sehingga semakin banyak masyarakat yang tertarik,” katanya. []

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

peluang usaha sandal

Sumber : Bisnis Indonesia, Rabu (25/2/2015)

Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top