Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Membingkai Untung dari Bisnis Pembuatan Pigura

Waktu memang tak kan pernah bisa diulang, tetapi momen-momen terbaik dalam hidup bisa diabadikan melalui foto. Foto momen yang tidak bisa diulang itu sudah selayaknya dirawat dengan baik.n
Nenden Sekar Arum
Nenden Sekar Arum - Bisnis.com 24 Agustus 2015  |  12:27 WIB
/Ilustrasi/tokobingkaimagenta.om
/Ilustrasi/tokobingkaimagenta.om

Bisnis.com, JAKARTA - Waktu memang tak kan pernah bisa diulang, tetapi momen-momen terbaik dalam hidup bisa diabadikan melalui foto. Foto momen yang tidak bisa diulang itu sudah selayaknya dirawat dengan baik.

Bingkai foto pun menjadi salah satu hal yang wajib dimiliki. Tak sekadar untuk membingkai kenangan manis dan merawat kondisi fisik foto, tapi lebih jauh bisa menjadi pelengkap dekorasi rumah.

Dari sana, peluang bisnis pigura terbuka. Siapa saja bisa memanfaatkan celah tersebut. Tak heran, banyak penjual dan produsen pigura foto bisa dengan mudah ditemukan di kanan-kiri jalan.

Jumlahnya pun tidak sedikit dan lantas membuat persaingan cukup sengit, tetapi hampir semua pelaku usaha bisnis pigura masih tetap bertahan. Hal itu menunjukkan bahwa roda bisnis di sektor ini masih berputar.

Misalnya, produsen pigura Toko Bingkai Magenta yang dimiliki oleh Rahmad Efendi sejak 2008. Ide bisnisnya didapatkan saat dia masih bekerja di sebuah perusahaan kayu. Dia merasa gemas ketika melihat limbah-limbah kayu yang dibuang begitu saja.

Dia pun memanfaatkan limbah tersebut untuk dipasok kepada para pengrajin bingkai foto. Tak lama kemudian, pesanan untuk langsung dibuatkan pigura malah berdatangan. Sejak saat itu, dia belajar membuat bingkai dengan merekrut kenalan-kenalannya yang telah dulu berbisnis membuat pigura.

Karena melihat permintaan produk yang cukup tinggi, akhirnya dia memutuskan keluar dari pekerjaannya dan mencoba berbisnis secara mandiri. Tak tanggung-tanggung, dia mengucurkan dana hingga Rp60 juta sebagai modal awal.

Setelah dua tahun berjalan menjadi produsen bingkai kayu, dia pun melihat adanya pergeseran tren pigura. Saat itu masyarakat mulai mencari pigura dengan bahan fiber. Selain lebih murah, waktu pengerjaannya pun relatif lebih cepat.

“Saat membuat bingkai kayu minimal membutuhkan waktu tiga hari, tetapi untuk bingkai fiber bisa selesai dalam waktu kurang dari satu jam,” katanya.

Dalam sebulan Toko Bingkai Magenta bisa menjual lebih dari 400 bingkai foto, dengan kapasitas produksi hingga 2.000 pigura. Adapun, pigura yang diproduksi terdiri atas berbagai macam desain, warna dan ukuran.

Harga yang ditawarkan pun beragam, mulai dari Rp10.000 untuk pigura ukuran 3R, hingga jutaan rupiah untuk pigura ukuran 2,8 meter. “Semua pigura diproduksi sesuai dengan pesanan pelanggan, hasilnya bisa ditunggu jika tidak ada banyak antrean,” katanya.

Adapun, pigura yang paling diminati konsumen dalam beberapa tahun terakhir adalah bingkai fotobergaya minimalis dengan ukuran A2. Biasanya pigura tersebut digunakan untuk memajang foto pre-wedding para pasangan baru.

Selama ini, Toko Bingkai Magenta paling banyak memproduksi bingkai untuk dipasok ke berbagai toko-toko penjual pigura, sedangkan penjualan secara ritel biasanya dia dapatkan dari pemesanan secara online di website tokobingkaimagenta.com.

“Lokasi toko saya kurang strategis karena berada di bawah jembatan layang, sehingga mau tidak mau harus mengoptimalkan penjualan secara online,” katanya.

Rahmad mengakui, persaingan bisnis di bingkai foto sangat ketat. Sudah banyak para produsen dan penjual pigura yang dapat ditemukan dengan mudah oleh konsumen, bahkan di beberapa daerah ada sentra industri yang khusus menampung para pengrajin pigura.

“Salah satu strategi untuk bertahan di bisnis ini adalah selalu mengikuti perkembangan, baik dari keinginan konsumen, hingga memanfaatkan teknologi untuk pemasaran,” imbuhnya.

Untuk itu, dia tetap optimistis bisnisnya tersebut masih bisa berjalan lancar dengan catatan dia bisa terus mengoptimalkan penjualan secara online, sehingga bisa menyasar para calon konsumen yang lebih memilih berbelanja melalu dunia maya ketimbang datang langsung ke lokasi penjual.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

peluang usaha
Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top