Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ivee Guitars, Gitar Resonator Lokal yang Tersohor di Eropa

Keterampilan tangan para perajin Indonesia sebenarnya sudah banyak yang diakui dunia, termasuk dalam urusan produksi gitar. Sudah tak terhitung berapa banyaknya gitar lokal yang berjaya di luar negeri.
Nenden Sekar Arum
Nenden Sekar Arum - Bisnis.com 06 Oktober 2015  |  11:36 WIB
iVee Guitars buatan Ivan Mulia banyak diburu pecinta gitar di Eropa
iVee Guitars buatan Ivan Mulia banyak diburu pecinta gitar di Eropa

Bisnis.com, JAKARTA - Keterampilan tangan para perajin Indonesia sebenarnya sudah banyak yang diakui dunia, termasuk dalam urusan produksi gitar. Sudah tak terhitung berapa banyaknya gitar lokal yang berjaya di luar negeri. 

Salah satu perajin gitar atau luthier yang memiliki keunikan tersendiri adalah Ivan Mulia. Dia memproduksi gitar resonator berbahan logam atau metal yang diberi nama Ivee Guitars.

Ivan mulai memproduksi prototipe gitar logam pertamanya pada 2009 setelah 10 tahun melakukan riset dan eksperimen dalam pembuatan gitar logam. Sebelumnya, Ivan sudah mendalami gitar sejak 1991 dan mulai menekuni seni pengecoran logam sejak 1999.

“Saya sangat mencintai musik dan tertarik kepada gitar resonator yang berbodi logam atau metal. Kebetulan gitar seperti itu langka dan mahal karena berkualitas, dan saya terdorong untuk membuatnya,” paparnya.

Saat tengah memproduksi prototipe gitarnya, Ivan aktif di beberapa forum gitar Eropa untuk bertanya, mengumpulkan data serta meng-update perkembangan dari gitar buatannya untuk mendapatan masukan dari para ahli.

Keputusannya untuk aktif di forum Eropa tersebut juga merupakan langkah besar, karena produknya langsung dikenal dan disejajarkan dengan gitar butik Eropa lainnya. Belum lagi, ketika Ivan memberikan sentuhan ornamen ukiran khas nusantara, respons yang didapatkan sangat positif dari masyarakat luar negeri.

“Audiens yang mengamati perkembangan Ivee dari awal sudah menempatkan Ivee sejajar dengan range gitar butik Eropa lainnya,” katanya.

Karena gitar buatannya sangat eksklusif dengan proses pembuatan yang tidak sederhana, kapasitas produksinya pun sangat terbatas. Apalagi, hingga saat ini Ivan masih mengerjakannya sendiri di sela-sela kesibukannya menjalankan bisnis workshop pengecoran logam di Cimahi, Jawa Barat.

Dalam setahun, Ivee Guitars hanya diproduksi sekitar 20-30 unit, di mana sebanyak 12-20 unit di antaranya dibuat sesuai pesanan, dan sisanya untuk stok atau dilelang.

Semua gitar buatannya tersebut dibuat sesuai dengan pesanan konsumen. Semuanya bisa dikustomisasi sesuai dengan kepribadian pemesanan. Dia membutuhkan waktu cukup lama untuk mengenal dan mengumpulkan data yang sesuai dengan pemesan.

“Awal tahun mulai menerima pemesanan dan merupakan waktu untuk menengan dan mengumpulkan data, kemudian merumuskan dan perhitungan gambar kerja dan teknis sampai pertengahan tahun. Akhir tahun baru masa produksi dan mulai kirim pada Desember,” katanya.

Meskipun hanya dipasarkan dan dipromosikan melalui media sosial, Ivan mengaku pesanan yang datang ke padanya sudah melampaui kemampuan produksinya. Bahkan saat ini dia sudah memiliki daftar pesanan hingga Desember 2017.

Adapun, komposisi konsumen Ivee Guitars mayoritas berasal dari Eropa, karena di sanalah konsep gitar resonator logam berkembang. Sementara itu, para konsumen pun lebih banyak menjadikannya sebagai pajangan ketimbang dipakai karena sayang digunakan.

Harga yang dibanderol untuk satu unit Ivee Guitars berada pada kisaran 4.000-7.000 euro untuk semua model. Harga yang relatif tinggi tersebut sebagai biaya untuk karya seni yang dibuatnya, ditambah dengan beberapa bagian yang harus diimpor dengan harga tinggi dan biaya pengolahan logam yang tidak murah.

“Dalam beberapa kasus, kadang hasil dari penjualan gitar juga untuk menutupi biaya karyawan di bengkel pengecoran saya,” katanya.

Melihat antusiasme pasar yang sangat tinggi terhadap produk buatannya, Ivan akhirnya berencana untuk mengeluarkan second brand untuk gitar logam buatannya dengan nama Eve Guitars.

Gitar tersebut dikonsep untuk diproduksi secara berulang, sehingga memungkinkan dirinya membagi tugas dengan karyawan dan mengajarkan tahapan-tahapan produksi gitar yang dapat diproduksi dalam jumlah cukup besar. Untuk Ivee Guitar akan tetap diproduksi dalam jumlah terbatas,” imbuhnya.

Ivan melihat prospek bisnis dari usaha yang dijalankannya masih sangat cerah dengan peluang yang terus terbuka lebar, karena produsen gitar dengan konsep gitar butik berbahan logam tidak banyak di dunia.

“Peluang sangat besar jika berhasil masuk pada konsep gitar butik. Jika hanya produk gitar biasa peluangnya kecil karena pemainnya sudah sangat banyak.”

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

peluang usaha
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top