Bisnis Lampion dengan Beragam Variasi

Lampion tak bisa dilepaskan dari aneka tradisi China dan menjadi salah satu elemen utama dekorasi dalam tiap acara masyarakat Tionghoa.
Ardhanareswari AHP | 05 Februari 2016 17:30 WIB
Pekerja memasang lampion untuk menyambut Tahun Baru Imlek. - Antara/Rivan Awal Lingga

Bisnis.com, JAKARTA- Lampion tak bisa dilepaskan dari aneka tradisi China dan menjadi salah satu elemen utama dekorasi dalam tiap acara masyarakat Tionghoa.

Alfi Faizati Nimah jeli melihat peluang tersebut dan bahkan mengembangkan bisnis yang tetap menyala sepanjang tahun. Dia menuturkan saat ini dirinya memproduksi beragam jenis lampion, mulai dari lampion gantung konvensional, lampion terbang, hingga lampion karakter dengan berbagai ukuran.

Untuk perayaan Imlek serta acara tradisional China lainnya, lampion bermodel bulat warna merah masih menjadi favorit para konsumen. Penawaran berbagai lampion itu menjadi kunci untuk tetap menjaga bisnis lampionnya kendati Imlek atau perayaan khusus lain telah lewat.

Sementara itu untuk urusan harga lampion dibanderol beragam sesuai dengan jenisnya. Lampion gantung dijual dengan harga antara Rp20.000Rp1 juta sedangkan untuk lampion karakter dipatok dengan kisaran harga Rp500.000Rp15 juta.

Pada hari-hari biasa rerata pesanan lampion yang dikerjakan berkisar 1.000-2.000 buah lampion sedangkan jelang perayaan atau acara tertentu jumlah pesanan bisa melambung tajam hingga 5.000-7.000 buah per bulan. Sementara, kapasitas produksi sejauh ini masih sekira 3.000-5.000 buah per bulan.

Hampir seluruh lampion yang dijual adalah lampion produksi pengrajin lokal, yakni sekitar 90%. Namun, sisanya Alfi masih mengimpor lampionnya. Persebaran produk Lampionku.com sudah menjangkau hampir ke seluruh Indonesia.

Kalau pemasaran dalam negeri dari Aceh sampai Raja Ampat sudah, tetapi kalau ekspor masih ancang-ancang. Kita ingin memperkuat produksi dulu jangan sampai kita malah keteteran karena permintaan luar negeri besar, katanya.

Untuk memenuhi pesanan, Alfi mempekerjakan sepuluh pengrajin untuk membuat lampion gantung dan dua orang pengrajin khusus untuk lampion karakter serta tiga orang lainnya mengurus manajemen usaha yang dirintis sejak akhir 2012 tersebut.

Di luar Imlek dan tradisi China, pasar lampion juga kian berkembang seiring dengan tren membuat taman-taman lampion di berbagai daerah. Aneka bentuk lampion belakangan populer digunakan juga sebagai pajangan yang mempercantik taman kota dan kantor. Proyek terakhir di Bojonegoro dan kita juga mengirimkan lampion ke Balikpapan, tutur Alfi.

Saat ini, Lampionku.com bahkan tengah menjajaki jasa desain taman lampion. Selain itu, Alfi juga berencana memperlebar cakupan usahanya dengan memproduksi lampu hias serta dekorasi interior. Menurutnya, lini usaha tersebut masih sebidang dengan usaha lampion yang selama ini ditekuni.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
imlek

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top