Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

ASDP Bantu Produktivitas Perajin Tenun Sutera Bone

Sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) tahun ini mengalokasikan anggaran senilai total Rp 13 miliar.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 13 Maret 2016  |  21:50 WIB
Nene Panggau (88), memintal benang di sentra tenun Saddang, Tana Toraja, Sulawsi Selatan, Minggu (24/1). Tenun Toraja yang memiliki motif tradisi kepercayaan leluhur dan biasa digunakan pada upacara adat Toraja itu dijual dengan harga Rp100.000 hingga jutaan rupiah.  - ANTARA
Nene Panggau (88), memintal benang di sentra tenun Saddang, Tana Toraja, Sulawsi Selatan, Minggu (24/1). Tenun Toraja yang memiliki motif tradisi kepercayaan leluhur dan biasa digunakan pada upacara adat Toraja itu dijual dengan harga Rp100.000 hingga jutaan rupiah. - ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA - Sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) tahun ini mengalokasikan anggaran senilai total Rp 13 miliar.

Total anggaran PKBL tersebut akan disalurkan bertahap untuk program kemitraan sebesar Rp 5,6 miliar dan bina lingkungan sebesar Rp 7,4 miliar.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Danang S Baskoro mengatakan, pihaknya telah berkomitmen untuk berpartisipasi aktif dalam pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penyelenggaraan program PKBL yang menjadi kewajiban perusahaan.

"Khusus program Bina Lingkungan, ASDP menggulirkan bantuan senilai Rp 200 juta pada triwulan I-2016 ini untuk mendukung program pemberdayaan masyarakat dengan memberikan bantuan alat tenun bukan mesin (ATBM) kepada kelompok penenun tradisional di Desa Opo, Bone, Sulawesi Selatan," ujarnya, dalam siaran pers, Minggu (13/3/2016).

Selain itu, juga diberikan bantuan lampu energi air laut bagi nelayan di pantai Bajoe, dan penanaman sejumlah pohon di kawasan pelabuhan Bajoe untuk penghijauan.

Dia menambahkan dukungan PT ASDP dalam program Bina Lingkungan bagi masyarakat penenun tradisional tersebut, diharapkan tidak hanya dapat meningkatkan keahlian dan kesejahteraan ekonomi perajin tenun di Desa Opo, tetapi juga melestarikan produk tenun sutera nusantara yang menjadi kekayaan budaya bangsa.

Selama ini, sekitar 107 penenun di Desa Opo hanya mampu memproduksi sekitar 52 helai kain sutera atau 2.000 meter selama setahun, menggunakan alat tenun tradisional warisan leluhur. Diharapkan, dengan bantuan ATBM yang lebih memadai, produktivitas penenun dapat ditingkatkan hingga 50.000 meter kain per tahunnya.

Pada triwulan II mendatang, ASDP akan memberikan pelatihan khusus bagi para penenun untuk menggunakan ATBM baru di Jepara kepada seluruh penenun di Desa Opo secara bertahap. Targetnya, dalam tiga tahun mendatang, ASDP dapat menyalurkan bantuan bina lingkungan berupa ATBM kepada 107 penenun tradisional Desa Opo, secara bertahap.

"Kami siap menjadikan Desa Opo menjadi desa binaan PT ASDP, sehingga hasil produksi tenun dapat ditingkatkan dan dikenal seluruh Indonesia, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Opo sendiri," tuturnya.

Bupati Bone Andi Fahsar M Padjalangi mengapresiasi perhatian dan bantuan bina lingkungan PT ASDP Indonesia Ferry kepada kelompok penenun tradisional di Desa Opo, yang juga menjadi cikal bakal desa tenun di wilayah Bone, Sulawesi Selatan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asdp
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top