Remaja Tampubolon: I'm Lucky

Pria yang satu ini nampak awet muda dan punya raut wajah yang ceria. Persis seperti namanya, Remaja Tampubolon. Setelah sempat menjalani lebih dari 20 tahun karier di dunia perbankan, dia kini mengisi hari-harinya dengan berbagi ilmu dan motivasi.
Tisyrin Naufalty Tsani | 08 April 2016 03:33 WIB
Remaja Tampubolon - Instagram

Bisnis.com, JAKARTA - Pria yang satu ini nampak awet muda dan punya raut wajah yang ceria. Persis seperti namanya, Remaja Tampubolon. Setelah sempat menjalani lebih dari 20 tahun karier di dunia perbankan, dia kini mengisi hari-harinya dengan berbagi ilmu dan motivasi.

Namanya kini dikenal sebagai seorang trainer dan motivator. Semuanya tidak terjadi secara kebetulan. Selama bekerja di bank, dia sudah menyimpan keinginan untuk menjadi seorang trainer dan motivator profesional. Oleh karena itu, pria yang akrab dipanggil Jaja ini memanfaatkan betul waktunya dengan mengajar sembari bekerja.

Lulusan Universitas Jember ini pernah menduduki berbagai posisi dan ditempatkan di berbagai kota selama berkarir di Bank Niaga (sekarang CIMB Niaga) sejak 1989. Setelah menjalani kehidupan sebagai staf biasa pada tahun pertama bekerja, dia berkesempatan mengikuti officer development program yang bertujuan menyiapkan karyawan menjadi pimpinan. Program itu mengantarkannya meraih jenjang karir yang lebih tinggi.

“Ceritanya selama saya bekerja di bank, saya juga sudah mempersiapkan apa yang harus saya lakukan setelah [bekerja] di bank?” katanya.

Setiap orang pasti akan mengalami masa pensiun. Entah itu pensiun dini, pensiun normal, atau terkena PHK. Dia sudah memikirkan betul apa yang dikerjakannya. Dia merasa diberi talenta untuk mengajar.

Untuk membuktikannya, sembari menjalani tugasnya sehari-hari, dia menawarkan diri menjadi trainer internal di Bank Niaga. Dia pun melatih kemampuannya dengan berbagi ilmu di learning center kepada karyawan baru.

Siapa sangka, dia menerima beberapa award selama menjadi trainer. Dia semakin yakin dirinya memiliki talenta mengajar karena apresiasi dari kantornya tersebut.

Hatinya semakin mantap. Sosok kelahiran Balige, Sumatera Utara, 20 Agustus 1965 ini kemudian memutuskan jika kelak tak lagi berkarier di bank, dia akan menjadi trainer dan motivator.

Baginya, keinginan yang muncul di hati seseorang adalah sesuatu yang ada atas ijin Tuhan. “Kalau ada keinginan, ada suara, semacam inspirasi yang tiba-tiba datang, itu bukan siapa-siapa, yang ngasih Tuhan,” katanya.

Dia sangat bersyukur perusahaan memberikannya kesempatan untuk menempa kemampuannya mengajar. Pengalaman mengajarnya itu dapat dikatakan sebagai latihan untuk menghadapi masa depan yang dia impikan. Impian yang sudah digenggam itu hanya menunggu waktu untuk diwujudkan, menunggu kesempatan.

Dia tak mau terburu-buru menjadi trainer dan motivator profesional dan memilih memperkaya pengalaman kerjanya terlebih dahulu.

Suatu ketika, jalan pun terbuka. Bank Niaga harus merger dengan Bank Lippo dan berubah nama menjadi CIMB Niaga. Karyawan tidak bisa dipaksakan tetap bertahan, mereka boleh memilih. Suami dari Nervin Siagian itu pun memilih berhenti.

Setelah itu, rupanya keinginannya untuk menjadi trainer dan motivator profesional masih harus tertunda. Saat membidik Bank Mandiri untuk memberikan pelatihan, dia malah mendapatkan tawaran dari petingginya untuk bekerja di sana. Alasannya, untuk menambah pengalaman agar lebih siap mengajar nantinya.

Setelah merasa cukup, dia memutuskan untuk benar-benar berhenti menjadi karyawan bank dan serius mewujudkan impiannya.

Pada awal perjuangannya, dia merasa tahu diri bahwa namanya belum dikenal sebagai trainer dan motivator profesional. Mau tak mau dia pun harus bergabung dengan salah satu training provider terlebih dahulu. Di situlah dia juga banyak belajar.

Bergabung dengan training provider hanyalah ‘jembatan’ baginya untuk menuju tempat yang lebih baik. Namanya pun perlahan dikenal sebagai trainer dan motivator meskipun masih terbatas di kalangan klien yang pernah diberi pelatihan.

Dia mulai memikirkan cara lainnya untuk lebih dikenal yaitu dengan menulis buku, dengan buku pertama berjudul Sales in You. Dia tak mengalami kesulitan sebab bukunya menceritakan pengalamannya selama kurang lebih 20 tahun di bidang perbankan.

Setelah memutuskan memisahkan diri dengan training provider, dia mulai membawa namanya sendiri Remaja Tampubolon dalam sebagai trainer dan motivator profesional. Saat ini dia bahkan sudah membentuk perusahaan bernama PT Remaja Talenta Indonesia. Dia juga tak lupa untuk kembali menulis buku-buku berikutnya.

Permintaan untuk mengisi pelatihan terus berdatangan. Klien yang puas pun menjadi pelanggan dan merekomendasikan nama Remaja Tampubolon kepada rekan-rekannya. Sebagian besar kliennya adalah kalangan perbankan. Sementara materi yang disampaikan terbagi menjadi sales, leadership, serta motivasi. “Sekarang duduk manis pun ada permintaan,” katanya.

Saat ini, hampir setiap hari jadwalnya padat. Bahkan, mungkin saja dia mengisi pelatihan di dua kota yang berbeda di hari yang sama. Penghasilannya pun telah mencapai kurang lebih 30 kali lipat dibandingkan dengan saat menjadi karyawan.

Setidaknya selama 5 tahun terakhir dia merasa kebutuhan akan pelatihan semakin meningkat di bidang perbankan. Hal itu karena adanya tuntutan untuk bersaing lebih ketat, apalagi di era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Dia pun merasa mendapat dukungan dari keadaan, karena pasarnya semakin terbuka lebar. “I’m lucky,” katanya.

Kesuksesan yang diraih olehnya bukan semata karena keberuntungan saja. Dia berpendapat kesuksesan dapat terjadi karena dua hal yaitu persiapan dan kesempatan. Selain itu, untuk hidup sebagai wiraswasta, seseorang harus menemukan passion, latihan, memiliki keberanian, dan memiliki jaringan. “Passion itu harus dilatih terus.”

Dia mencontohkan seorang pebalap yang terus berlatih sembari menunggu kesempatan bertanding di tingkat internasional. Jika tanpa latihan, tentu akan sulit menjalani kesempatan untuk bertanding.

Ada hal yang sering dia bagikan saat memberi motivasi, yaitu mengenai bekerja dan belajar. Baginya, dasar untuk bekerja adalah belajar. Dia beranggapan banyak orang bekerja hanya untuk uang. Padahal sejatinya mencari uang hanyalah tujuan jangka pendek. Seseorang seharusnya bekerja sambil belajar. Ingatlah bahwa pekerjaan sekarang digeluti belum tentu dapat diandalkan untuk selamanya.

“Saat bekerja kebutuhan jangka pendek terpenuhi dan jika melakukannya sambil belajar maka tujuan jangka panjang akan terpenuhi,” ungkapnya.

Anak muda saat ini, menurutnya, banyak yang hanya memikirkan jangka pendek seperti jalan-jalan ke luar negeri saat akhir tahun. Padahal layaknya seseorang harus menyiapkan tujuan jangka panjang dan jangan sampai tujuan jangka panjang terabaikan hanya karena kepentingan tujuan jangka pendek.

Bekerja memang cara terbaik untuk mencari penghasilan yang dapat memenuhi kebutuhan. Namun, tanpa mengimprovisasi atau menguasai apa yang dikerjakan maka seseorang tidak akan punya value. Disinilah pentingnya seseorang untuk belajar.

Semakin Dikenal

Ke depan, bapak dua anak ini memiliki mimpi untuk memperluas jangkauannya dalam melakukan edukasi terutama soal sales. Selama ini masyarakat seakan memiliki anggapan negatif terkait sales, yaitu profesi yang senang memaksa atau hanya mengambil keuntungan.

Padahal, sales adalah sesuatu yang tak jauh dari kehidupan. Seorang karyawan misalnya, harus ‘menjual’ waktunya selama 8 jam agar memperoleh bayaran. ”Untuk hidup itu seseorang musti ‘menjual’ sesuatu, to life you must selling something.”

Untuk mewujudkan keinginannya, dia berencana membuat program televisi bekerjasama dengan televisi swasta. Cara lain yang yang dilakukan yaitu dengan membuat Youtube channel sehingga masyarakat dapat mengakses kapan pun videonya.

Keinginan lainnya yaitu melakukan regenerasi. Dia akan mendidik anak muda yang tertarik di bidang trainer dan motivator. Setidaknya, mereka nantinya juga dapat mengisi program di Youtube channel Remaja Tambubolon jika sudah terwujud nanti.

Profil Remaja Tampubolon

Nama                                      : Remaja Tampubolon

Tempat, tanggal lahir           : Balige, Sumatera Utara, 20 Agustus 1965

Pendidikan                             : Manajemen Ekonomi Universitas Jember

Pekerjaan                               :

--Profesional Trainer dan Motivator (Maret 2010 - sekarang)

--Vice President - Head of Corporate Communications Division PT Bank Mandiri Tbk. (Maret 2009 - Maret 2010)

--Area Manager (VP) for Retail Sales and Service in East Indonesia PT Bank Niaga Tbk (Maret 2008 - Januari 2009)

--National Credit Cards Sales and Services, Assistant Vice President PT Bank Niaga Tbk (Januari 2003 - Maret 2008)

--Structural Positions Overall PT Bank Niaga Tbk (Oktober 1989 - Maret 2009)

Tag : motivator
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top