KAMPANYE LINGKUNGAN: Reswara Ajarkan Budaya Bersih pada Siswa SD

Terik matahari pagi dengan suhu 29 derajat celcius tidak menyurutkan puluhan siswa sekolah dasar memunguti sampah di bibir pantai Bunati, Kecamatan Angsana. Mereka bergegas mencari sampah yang terselip di bawah pasir, di balik semak belukar atau pohon yang tumbuh di pantai berombak landai yang berjarak sekitar 200 meter dari sekolah mereka
Asep Mh Mulyana | 25 Maret 2017 12:18 WIB
Pelajar SDN Buntani bersama karyawan PT Tunas Inti Abadi mengikuti program aksi bersih-bersih pantai. - .Bisnis/ Asep Mh. Mulyana

Bisnis.com, TANAH BUMBU, Kalsel -- Terik matahari pagi dengan suhu 29 derajat celcius tidak menyurutkan puluhan siswa sekolah dasar memunguti sampah di bibir pantai Bunati, Kecamatan Angsana. Mereka bergegas mencari sampah yang terselip di bawah pasir, di balik semak belukar atau pohon yang tumbuh di pantai berombak landai yang berjarak sekitar 200 meter dari sekolah mereka.

Kurang dari satu jam para siswa kelas 4, 5 dan 6 SDN Bunati ini menyisir pantai, sekitar 12 kantung plastik besar sudah dipenuhi sampah organik dan anorganik. Botol plastik bekas kemasan air mineral dan botol kaca mendominasi sampah anorganik.

Siswa-siswi ini, Sabtu (25 Maret) bersama puluhan karyawan PT Tunas Inti Abadi (TIA), anak usaha PT Reswara Minergi Hartama yang memiliki konsesi tambang batu bara di Kabupaten Tanah Bumbu, kalimantan Selatan, melaksanakan aksi bersih-bersih sampah di pantai Bunati yang masih perawan. Kegiatan ini sebagai rangkaian dari program Earth Hour di lingkungan PT Reswara Grup.

Reswara akan melaksanakan Earth Hour, Sabtu malam, dengan cara mematikan genset utama selama satu jam mulai pukul 20.30 sampai 21.30 sehingga aliran listrik di lingkungan perkantoran, pemukiman karyawan dan kawasan pelabuhan mati. Tujuan program ini untuk mengampanyekan hemat pemakaian listrik.

Kepala Sekolah SDN Bunati Suhadi menyambut baik kampanye lingkungan yang dilaksanakan perusahaan tambang di wilayah tersebut. Aksi bersih-bersih pantai diharapkan dapat menanamkan budaya hidup bersih sejak dini pada anak-anak.

"Kalau bersih dan dirawat dengan baik, pantai ini bisa jadi tujuan wisata dan aset daerah. Selama ini wisatawan yang datang masih sedikit," ujarnya.

External Relations and Community Development Superintendent PT TIA Dani Jaya menjelaskan aksi bersih pantai kali ini, selain merupakan rangkaian acara earth hour, juga menjadi bagian dari program Karyawan Mengajar.

Program ini dijalankan di 7 SD yang berada di 5 desa lingkar tambang PT TIA. Tujuannya untuk mengajarkan budaya hidup bersih sejak dini kepada pelajar.

Menurut dia, tema dalam program Karyawan Mengajar terdiri dari pemilahan sampah bagi kelas satu sampai kelas tiga serta perilaku hidup bersih dan sehat untuk kelas empat sampai kelas enam.

"Program ini semula berupa pengajaran mata pelajaran akutansi oleh bagian finance bagi siswa SMK. Mulai tahun ini programnya lebih terstruktur dan melibatkan semua divisi," tuturnya.

Tag : lingkungan
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top