Tujuh Hal yang Harus Dihadapi di Kantor Setelah Izin Sakit

Akhir-akhir ini, cuaca seringkali tidak bisa ditebak. Panas pada siang hari bisa tiba-tiba berubah menjadi hujan deras pada sore hari. Apa saja yang mungkin terjadi ketika kembali ke kantor setelah izin sakit?
Annisa Margrit | 05 Februari 2018 07:48 WIB
Ilustrasi. - Popsugar

Bisnis.com, JAKARTA - Akhir-akhir ini, cuaca seringkali tidak bisa ditebak. Panas pada siang hari bisa tiba-tiba berubah menjadi hujan deras pada sore hari.

Akibatnya, jika kondisi tubuh tidak fit, kita akan mudah terserang penyakit. Pekerjaan pun sangat mungkin terbengkalai dan kita terpaksa harus mengajukan izin sakit ke kantor.

Namun, meski hanya beberapa hari tapi terkadang ada banyak hal yang terjadi di kantor. Anda juga harus kembali menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja.

Apa saja yang mungkin terjadi ketika kembali ke kantor setelah izin sakit? Berikut beberapa hal yang mungkin dihadapi seperti disarikan dari Metro dan Qerja:

1. Tidak bisa tidur malam sebelumnya
Setelah tidak masuk kantor selama beberapa hari, Anda jadi terbiasa bangun lebih siang dari biasanya. Supaya tidak terlambat masuk di hari pertama setelah sakit, biasanya Anda ingin memastikan bisa kembali bangun pagi. Sayangnya, hal ini biasanya berujung pada berulang kali mengecek alarm dan akibatnya malah sulit terlelap.

2. Melupakan rutinitas
Entah karena panik atau bukan, Anda bisa melupakan beberapa hal pada pagi hari sebelum bekerja. Lupa di mana meletakkan seragam, lupa di mana menyimpan kartu karyawan, bahkan lupa di mana menaruh flash disk yang menyimpan dokumen penting.

3. Tidak tahu harus memulai dari mana
Biasanya, Anda langsung siap meneruskan pekerjaan sehari sebelumnya. Tetapi, karena sudah beberapa hari tidak masuk, Anda jadi tidak tahu apa yang harus dikerjakan dan memulai dari mana.

Untuk mengatasi hal ini, pertama-tama nyalakanlah komputer dan lihat sejarah pekerjaan Anda.

4. Mendapatkan email terlalu banyak
Setelah tidak membuka email selama beberapa hari, sudah bisa diduga akan ada puluhan atau bahkan ratusan email yang belum dibaca. Beberapa di antaranya mungkin penting dan mendesak Anda untuk segera menjawab.

5. Menjelaskan kondisi pada semua orang
Kemungkinan ada banyak rekan kerja yang tidak tahu mengapa Anda tidak masuk kerja atau ingin memberi perhatian dan berbasa-basi dengan menanyakan kondisi Anda. Meski mereka bermaksud baik, tapi hal ini kadang mengganggu karena Anda sudah menjelaskan hal yang sama berkali-kali.

6. Dihindari oleh beberapa rekan kerja
Meski sudah merasa baikan, tapi mungkin saja Anda masih batuk atau bersin. Sebagian orang mungkin mereka akan menghindari Anda karena takut tertular.

Sebelum mendapat perlakuan tidak nyaman, sebaiknya Anda melengkapi diri dengan masker saat di kantor.

7. Merasa buruk tentang diri sendiri
Saat sakit, rekan kerja Anda terpaksa mengambil alih pekerjaan. Ketika kembali bekerja, Anda pun belum tentu bisa langsung beradaptasi dengan sempurna. Anda masih melakukan pekerjaan dengan lambat karena masih merasa pusing, sehingga produktivitas menurun.

Akhirnya, Anda merasa tidak enak sendiri. Padahal, atasan dan rekan kerja akan memaklumi jika mengetahui kondisi Anda yang sebenarnya. Apalagi, kalau mereka melihat bagaimana upaya Anda menyelesaikan pekerjaan dengan susah payah.

Sumber : Qerja, Metro

Tag : pekerjaan
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top