Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

HSBC Indonesia Latih 60 Dosen Pelajari Tekfin

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank HSBC Indonesia bekerja sama dengan Putera Sampoerna Foundation menyelenggarakan program edukasi Training for Trainers bagi para pengajar di bidang keuangan dan perbankan.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 06 Agustus 2018  |  20:55 WIB
HSBC Indonesia Latih 60 Dosen Pelajari Tekfin
Kantor pusat HSBC. - hsbc.com

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank HSBC Indonesia bekerja sama dengan Putera Sampoerna Foundation menyelenggarakan program edukasi Training for Trainers bagi para pengajar di bidang keuangan dan perbankan.

Head of Corporate Sustainibility HSBC Indonesia Nuni Sutyoko mengatakan bahwa kerja sama tersebut merupakan jawaban atas dinamika keuangan global saat ini yang semakin kompleks. Dengan perkembangan teknologi, perbankan harus beradaptasi dan bertransformasi.

“Perkembangan ilmu keuangan dan perbankan merupakan salah satu fokus utama HSBC Indonesia, apa lagi di tengah transformasi industru yang demikian cepat. Kami melihat perlunya penguatan edukasi bagi pengajar strategis yang merupakan garda terdepan institusi pendidikan tinggi,” katanya di Jakarta, Senin (6/8/2018).

Melalui kerja sama tersebut, HSBC dan Sampoerna University akan mengajak lebih dari 60 dosen dari berbagai daerah di Indonesia untuk mengikuti pelatihan lewat modul ilmu keuangan terkini, dengan materi khusus mengenai teknologi finansial (tekfin).

Nunik menuturkan, modul tersebut merupakan modul tekfin pertama yang dibuat di Indonesia. Adapun, topik yang menjadi pembasah utama dalam modul tersebut adalah microfinance, wealth management, dan tekfin.

“Lewat modul pelatihan ini, HSBC Indonesia ingin berbagi pengalaman dan kapabilitas kami sebagai praktisi industri, semoga dapat bermanfaat bagi para dosen keuangan dan perbankan untuk mendidik para calon bakir profesional di daerah masing-masing,” katanya.

Sementara itu, Project Manager Program Kerja Sama HSBC-PSF Wahyu Soedarmono mengatakan bahwa kebutuhan sumber daya manusia (SDM) untuk kebutuhan industri perbankan modern masih sangat minim di Indonesia.

Padahal, menurutnya perkembangan teknologi di industri keuangan membuat kebutuhan bankir yang memilki pengetahuan dan kemampuan baik di bidang perbankan maupun tekfin sangat dibutuhkan untuk menciptakan kolaborasi yang baik.

“Lewat pelatihan berbasis modul yang up to date ini, kami berharap para dosen dapat beradaptasi dengan perkembangan pesat industri modern, sehingga dapat menciptakan efek berganda tehadap kemajuan dunia pendidikan keuangan dan perbankan di Indonesia,” katanya.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira juga menyoroti dunia pendidikan keuangan dan perbankan Indonesia yang masih tertinggal dari negara berkembang lainnya seperti India dan China.

Dia mengatakan bahwa pekerja di Indonesia, 60% di antaranya hanya memilki pendidikan terakhir setara SMP/sederajat. Selain itu, pendidikan dan kemampuan berbahasa Inggris pekerja di Indonesia juga cukup rendah.

“Di India, pelajar mereka hampir pasti memiliki dua kemampuan utama, yakni bahasa Inggris yang baik dan kemampuan matematika yang baik. Kedua hal itu adalah dasar untuk menguasai teknologi informasi,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hsbc indonesia
Editor : Farodilah Muqoddam

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top