Paul Allen: Sejarah Microsoft dan Akhir Perjuangan Melawan Kanker

Salah seorang pendiri Microsoft, Paul Allen, tutup usia pada 15 Oktober 2018, di usia 65 tahun karena komplikasi limfoma non-Hodgkin (sejenis kanker kelenjar getah bening).
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 17 Oktober 2018  |  09:47 WIB
Paul Allen: Sejarah Microsoft dan Akhir Perjuangan Melawan Kanker
Paul Allen - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Salah seorang pendiri Microsoft, Paul Allen, tutup usia pada 15 Oktober 2018, di usia 65 tahun karena komplikasi limfoma non-Hodgkin (sejenis kanker kelenjar getah bening).

Sebagai salah satu pendiri Microsoft, Paul Allen memang tidak setenar Bill Gates. Tetapi kesuksesannya tidak kalah dari rekannya tersebut. Tak hanya merambah dunia teknologi, Paul juga sukses di industri lain seperti penerbangan, musik, dan olahraga. Selain itu, ia juga aktif dalam kegiatan sosial dan amal.

Siapa Paul Allen?

Pria bernama lengkap Paul Gardner Allen ini lahir di Seattle, Washington, pada Januari 1953. Saat dibesarkan di kota tersebut, ia belajar di Lakeside School dan bertemu dengan Bill Gates.

Allen dan Bill Gates memiliki minat yang sama, mereka tertarik pada ilmu komputer, dan bersama-sama mereka mulai mengasah keterampilan pemrograman komputer.

Allen melanjutkan pendidikannya di Washington State University. Namun, ia keluar pada tahun 1974, setelah dua tahun, memilih untuk bekerja sebagai programmer komputer untuk perusahaan teknologi Amerika Honeywell Inc. di Boston, kota yang sama tempat Gates belajar di Harvard University.

Karir di Microsoft

Allen dan Gates bertemu kembali dan bersama-sama mengembangkan perangkat lunak untuk mikrokomputer pertama dengan BASIC, bahasa pemrograman populer yang digunakan pada komputer besar, untuk digunakan pada mikrokomputer.

Pada tahun 1975, Allen dan Gates mendapatkan kontrak dengan perusahaan elektronik AS, Micro Instrumentation and Telemetry Systems (MITS), untuk mengadaptasi BASIC dan digunakan pada komputer personal pertama di dunia, Altair.

Allen kemudian pindah ke markas MITS di Albuquerque, New Mexico, di mana ia menjabat sebagai wakil presiden dan direktur bidang perangkat lunak. Dengan keberhasilan proyek ini, Gates meninggalkan Harvard di tahun pertamanya, dan pada tahun 1975 ia dan Allen membentuk Micro-Soft (nama awal Microsoft Corporation).

Di tahun yang sama pula, Allen meninggalkan MITS dan bekerja penuh di Microsoft. Di sini, ia memainkan peran penting dalam meraih lisensi non-eksklusif untuk sistem operasi DOS di tahun 1980. Selain itu, ia juga menjadi perantara hak untuk menyediakan perangkat lunak untuk Internasional Business Machines Corporation (IBM).

Dalam mengembangkan Microsoft, Allen juga kerap disebut sebagai “idea man” karena berperan penting dalam berbagai gagasan pengembangan perusahaan, di samping perang Bill Gates yang dijuluki sebagai “man of action”.

Karir Allen di Microsoft tak berlangsung lama. Pada tahun 1983, ia didiagnosa mengidap penyakit sejenis kanker kelenjar getah bening, yakni limfoma Hodgkin. Keadaan ini memaksa Allen untuk mengundurkan diri dari perusahaan, meskipun masih menjabat sebagai dewan direksi hingga tahun 2000.

Kerajaan Investasi

Pada tahun 1986 Allen bersama saudara perempuannya Jo Lynn Allen Patton mendirikan perusahaan induk Vulcan Inc. untuk mengawasi investasinya. Ia menjadi pemilik tim bola basket profesional Portland Trail Blazers (dari 1988) dan salah seorang pendiri dari Paul G. Allen Family Foundation (1990), sebuah yayasan swasta yang ditujukan untuk memperkuat dan mengembangkan komunitas di Pacific Northwest melalui dukungannya terhadap berbagai organisasi nirlaba.

Allen mulai menjadi gitaris untuk kelompok musik Seattle, Grown Men di tahun 1996. Pada tahun 1997 ia mendirikan perusahaan produksi film independen Vulcan Productions dan menjadi pemilik tim sepakbola profesional Seattle Seahawks.

Di tahun 2000, Allen mengundurkan diri dari dewan direksi Microsoft dan kemudian menjual sebagian besar sahamnya di perusahaan. Dia kemudian mendirikan Experience Music Project (EMP) dan Allen Institute for Brain Science (2003),

Pada tahun 2004 ia mendirikan Allen Science Fiction Museum dan Hall of Fame dan mendanai SpaceShipOne, yang menjadi usaha perjalanan sipil pertama ke luar angkasa. Allen juga menjadi salah satu pemilik tim Seattle Sounders yang berlaga di Major League Soccer.

Proyek-proyek penting Allen selanjutnya termasuk Allen Institute for Artificial Intelligence yang ia dirikan pada 2013. Ia juga terlibat dalam eksplorasi laut dalam dan memimpin ekspedisi yang menemukan bangkai kapal Perang Dunia II, terutama USS Indianapolis (2017) dan USS Lexington (2018).

Pada tahun 2011 Allen menerbitkan memoar Idea Man, yang mencatat munculnya Microsoft dan menggambarkan hubungannya dengan Bill Gates.

Perjuangan melawan kanker

Sejak didiagnosa menderita kanker pada tahun 1983, Allen terus menjalani pengobatan, termasuk perawatan radiasi. Setelah berbulan-bulan, kesehatan Allen berangsur pulih.

Tetapi, di tahun 2009, Allen menerima pukulan lain terhadap kesehatannya. Ia didiagnosa menderita limfoma non-Hodgkin dan harus menjalani lebih banyak perawatan radiasi.

Pada Oktober 2018, Allen mengungkapkan bahwa dia memulai perawatan untuk limfoma non-Hodgkin tersebut. Setelah berbagai upaya, Paul Allen meninggal dunia pada 15 Oktober 2018, akibat komplikasi.

"Saya sedih dengan meninggalnya salah satu teman tertua dan tersayang," ungkap Bill Gates dalam sebuah pernyataan menyusul wafatnya Allen, seperti dikutip Bloomberg. “Paul adalah rekan sejati dan sahabatku. Komputasi pribadi tidak akan ada tanpa dia."

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
microsoft, paul allen

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top