Binny Bansal dan Perjalanan Membesarkan Flipkart

Salah satu pendiri situs e-commerce terbesar India, Flipkart, Binny Bansal, menjalani kehidupan yang cukup menarik sebelum menjadi salah satu pengusaha yang paling dicari di India.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 08 Maret 2019  |  10:27 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Salah satu pendiri situs e-commerce terbesar India, Flipkart, Binny Bansal, menjalani kehidupan yang cukup menarik sebelum menjadi salah satu pengusaha yang paling dicari di India.

Bagi Binny Bansal, Flipkart muncul bukan karena merupakan proyek impiannya, tetapi karena Google menolak untuk memberinya pekerjaan.

Sebelum Flipkart

Kisah sukses Binny Bansal berawal dari kecintaannya terhadap teknologi dan segala yang berhubungan dengan teknologi. Bahkan, dia sangat mencintai dunia mesin, dia bahkan mengikuti sejumlah kursus kecerdasan buatan dan pembelajaran mesin.

Setelah lulus dari IIT Delhi, Bansal menyadari bahwa teman-temannya semua ditempatkan di berbagai pekerjaan bergaji tinggi. Meskipun dia melamar pekerjaan, tidak ada yang membuatnya gembira. Saat itulah Binny tahu benar tentang cinta pertama dalam hidupnya: teknologi.

Dengan pilihan untuk membanting setir dari bekerja di perusahaan multi nasional adalah pilihan yang sulit bagi Binny. Sementara ada rasa nyaman dan kepuasan yang kuat dengan passion-nya, ada kegembiraan yang hilang. Ketika dia diperkenalkan pada Sachin Bansal, Binny menyadari bahwa dia akhirnya menemukan jalan hidupnya.

Meskipun platform e-commerce bukan menjadi pilihan pertamanya, Binny Bansal tahu dia akhirnya mengerjakan sesuatu yang dia sukai.

Awal dari Flipkart

Flipkart awalnya berjalan cukup sulit. Dalam pengembangannya, Binny dan rekannya bekerja di sebuah apartemen satu kamar, tanpa bantuan nyata. Tantangan pertama yang dihadapi Binny dan rekannya, Sachin Bansal, adalah meyakinkan orang untuk berinvestasi.

Dari 40 toko buku yang mereka dekati, hanya dua yang setuju. Dengan gaji yang telah ditabung Binny dari pekerjaan sebelumnya, mereka mulai mengembangkan Flipkart. Meskipun memiliki arus kas yang stabil, cukup sulit membuat orang mengetahui bisnis mereka.

Pada periode awal Flipkart, mereka hanya menjual kurang dari 10 buku. 

Meskipun awalnya Flipkart hanya menjadi platform pengiriman buku, gagasan perusahaan rintisan ini mulai menyebar dan Binny menyadari saatnya telah tiba untuk memperluas jangkauan produk perusahaan.

Salah satu alasan utama untuk pertumbuhan besar Flipkart adalah bahwa Binny dan Sachin memutuskan untuk tidak pernah kehabisan modal. Mereka akan memutuskan untuk memperluas layanan Flipkart hanya jika mereka memiliki cukup uang dan kapasitas untuk kategori lain.

Selama bertahun-tahun, Binny Bansal sangat membantu pertumbuhan Flipkart, ia mulai bersaing dengan platform-platform besar lain seperti Amazon, Big Basket dan Alibaba.

Meskipun Binny dan rekannya tidak memiliki kemampuan teknologi seperti yang dimiliki pengusaha saat ini, mereka selalu selangkah lebih maju. Setiap langkah yang diambil Binny adalah untuk meningkatkan pertumbuhan Flipkart secara keseluruhan.

Dengan mencurahkan seluruh hatinya untuk menemukan investor yang tepat bagi bisnisnya, Binny mengubah Flipkart menjadi platform e-commerce terbesar tidak hanya di India, tetapi juga di seluruh dunia.

Pada 2016, Binny menjadi CEO Flipkart dan bertanggungjawab pada pengembangan strategis, arahan, dan manajemen bisnis perusahaan. Pada tahun 2017, ia menjadi CEO Flipkart Group dan posisinya sebelumnya diserahkan kepada Kalyan Krishnamurthy.

Mundur dari Flipkart

Pada 2018, Walmart mengakuisisi 77% saham Flipkart Group. Namun, pada November Binny tiba-tiba mengundurkan diri dari Flipkart menyusul setelah penyelidikan internal terhadap tuduhan pribadi yang serius terhadap dirinya.

Investigasi tidak menemukan bukti untuk mendukung tuduhan tersebut, tetapi itu menunjukkan "kesalahan penilaian" pada Binny.

Meskipun telah meninggalkan Flipkart, Binny tidak berhenti menjadi seorang pengusaha. Ia saat ini bekerja pada startup yang berbeda dan juga membantu sekitar 10.000 startup tumbuh dan menjadi Flipkart berikutnya.

Didirikan dan didanai oleh Binny dan mantan konsultan McKinsey, Saikiran Krishnamurthy, startup ini bertujuan untuk menargetkan startup seri B dan C dan akan menawarkan mereka bantuan dengan memberikan perangkat lunak.

Dengan membantu startup tumbuh, Binny Bansal telah memastikan untuk menggunakan semuanya yang dia pelajari selama di Flipkart untuk kemajuan orang-orang yang bekerja pada startup mereka sendiri.
 
 
 
 

 
 
 
 
 
 
 
 

 
 
 
 
 
 
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
tokoh

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top