Anita Angelovska Bezhoska, Wanita Pertama yang Pimpin Bank Sentral Makedonia Utara

Ketika Anita Angelovska Bezhoska diberi kesempatan untuk menjalankan bank sentral di negaranya, ia nyaris menolak pekerjaan ini.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 25 Maret 2019  |  12:37 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Ketika Anita Angelovska Bezhoska diberi kesempatan untuk menjalankan bank sentral di negaranya, ia nyaris menolak pekerjaan ini.

Rupanya mantan ekonom Dana Moneter Internasional (IMF) tersebut sempat khawatir kesulitan membagi waktu antara pekerjaan dan tiga anaknya. Namun posisi itu memang sudah ditakdirkan untuknya dijalani.

Bezhoska kini bertindak sebagai Gubernur National Bank of the Republic of Macedonia (NBRM) sekaligus satu dari empat wanita di Eropa yang berwenang menjalankan otoritas moneter. Selain Makedonia Utara, hanya bank sentral di Siprus, Serbia, dan Rusia yang dipimpin oleh wanita.

Lahir pada tanggal 5 November 1971 dari pasangan imigran, Bezhoska menghabiskan masa kecil di Gothenburg, Swedia. Selama bersekolah ia tinggal bersama kakek-neneknya.

Karier pertamanya dibangun di Kementerian Keuangan di Skopje, Makedonia, untuk memimpin kelompok yang ditugaskan membangun sistem keuangan negaranya pascaperpecahan Yugoslavia.

“Saya katakan kepada Menteri [Keuangan] bahwa saya tidak tahu bagaimana melakukannya. Tetapi jawabannya adalah: kamu dan rekan-rekan kamu masih muda dan cukup pintar untuk mengetahui cara kerjanya,” kisah Bezhoska.

Sekitar delapan tahun lamanya ia mengabdikan diri pada negeri tercintanya itu. Ia memegang beberapa posisi strategis di Kementerian Keuangan di antaranya ekonom dan analis anggaran.

Pada 2003-2004, kariernya memuncak dengan menjadi Menteri Keuangan yang bertanggung jawab atas koordinasi seluruh departemennya. Prestasinya semakin bertambah dengan pindah ke IMF, di mana dia berpartisipasi dalam misi Balkan dan Baltik.

Pada November 2006-Juli 2010, ia kembali bertugas untuk Tanah Airnya dengan menjadi kepala ekonom NBRM. Setelah itu ia ditunjuk menjadi Wakil Gubernur NBRM. Pada Mei 2018, ketika terpilih menjadi orang pertama di bank sentral tersebut, ia hampir menolaknya.

“Aku ragu karena keluargaku. Anak bungsuku berusia delapan tahun,” jelas Bezhoska.

Sebanyak 81 suara mendukung penunjukannya, tak ada yang menentang atau pun abstain. Bezhoska otomatis menjadi Gubernur wanita pertama di NBRM, menggantikan Dimitar Bogov, yang masa jabatannya berakhir pada 21 Mei 2018.

Kenaikan yang ditorehkan Bezhoska telah membuatnya menjadi sorotan di negaranya. Di Makedonia Utara, sebagian besar pekerjaan eksklusif masih dipegang oleh pria.

Di negara ini, hanya 40% dari total jumlah wanita dewasa yang berkarier. Angka persentase ini adalah yang terendah kedua dari 35 negara yang dilacak oleh badan statistik Uni Eropa Eurostat serta jauh di bawah rata-rata wanita bekerja di Uni Eropa yakni 62%.

Fakta ini pula yang ia coba untuk ubah. Kini, sekitar 60% dari manajemen NBRM adalah wanita, termasuk dua wakil gubernur yang dia tunjuk.

“Ini adalah dunia yang didominasi pria, saya merasakannya terutama ketika saya menghadiri sebuah pertemuan. Saya memasuki ruangan dan kadang-kadang saya merasa satu-satunya wanita. Bagi kami itu lebih sulit karena kami harus lebih menyeimbangkan diri ketimbang pria,” jelas Bezhoska.

Sejak terpilih sebagai Gubernur NBRM pada Mei 2018, Bezhoska mengarahkan kebijakan di Makedonia Utara, di mana satu dari lima orang dewasanya tak memiliki perkerjaan tetap.

Ia harus turut mengupayakan pemulihan pertumbuhan ekonomi setelah krisis politik mendorong negara ini ke jurang resesi dua tahun lalu.

Bezhoska juga berupaya membuat persiapan untuk adopsi euro, setelah negara Balkan dengan populasi sebanyak 2,1 juta orang ini menyelesaikan perselisihan seputar penamaan negaranya dengan Yunani tahun lalu.

Sebagian warga Yunani menentang penggunaan nama Makedonia karena dianggap tidak sesuai dan membingungkan mengingat sudah ada wilayah dengan nama yang sama di Yunani.

Wilayah bersejarah Makedonia sebelumnya merupakan wilayah Yunani modern yang sekarang menjadi negara berdaulat Makedonia.

Pada Juni 2018, Yunani dan Makedonia pun mengambil sebuah langkah besar guna menyelesaikan sengketa yang telah berlangsung selama lebih dari seperempat abad tersebut.

Dengan langkah itu, nama Makedonia berganti menjadi Republik Makedonia Utara. Perjanjian yang disepakati kedua negara tersebut sekaligus membuka jalan menuju keanggotaan Makedonia Utara di NATO dan Uni Eropa.

“Makedonia Utara adalah negara kecil yang di masa lalu telah terdampak banyak risiko, jadi memiliki tanggung jawab atas stabilitas ekonomi makro di Makedonia bukanlah tugas yang mudah,” terang Bezhoska dalam sebuah wawancara di Umag, Kroasia, sebagaimana diberitakan Bloomberg.

Ia menegaskan bahwa warga Makedonia memiliki kepercayaan besar pada sektor perbankan, yang tetap stabil, bermodal tinggi, dan likuid sepanjang seluruh periode.

Hal tersebut menunjukkan kemampuan sektor ini yang tinggi untuk mengatasi guncangan-guncangan. Di sisi lain, ia juga mengingatkan tingkat tabungan domestik di bawah rata-rata.

“Terlepas dari perkembangan positif, tingkat tabungan domestik dalam ekonomi Makedonia tetap di bawah rata-rata. Kontribusi aktif dari seluruh pemangku kepentingan diperlukan,” tuturnya, dilansir MBA.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
gubernur bank sentral

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top