Berbisnis Skin Care Berbahan Alami Kian Digemari

Dalam dua tahun terakhir, semakin banyak beautypreneur yang mengembangkan brand kosmetik dan skincare lokal. Hal ini tidak lepas dari besarnya peluang bisnis dalam bidang tersebut. Apalagi kesadaran wanita Indonesia untuk tampil cantik dengan kulit yang sehat semakin tinggi.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 30 Oktober 2019  |  10:31 WIB
Berbisnis Skin Care Berbahan Alami Kian Digemari
Kulit berminyak - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Dalam dua tahun terakhir, semakin banyak beautypreneur yang mengembangkan brand kosmetik dan skincare lokal. Hal ini tidak lepas dari besarnya peluang bisnis dalam bidang tersebut. Apalagi kesadaran wanita Indonesia untuk tampil cantik dengan kulit yang sehat semakin tinggi.

Berdasarkan data Kementerian Perindustrian (Kemenperin) pada 2018, perkembangan industri kosmetik nasional mengalami kenaikan pertumbuhan 20% atau empat kali lipat dari pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun 2017.

Salah satu tren skincare dan kosmetik yang saat ini tengah berkembang adalah back to nature atau yang memiliki berbagai kandungan alami karena dinilai lebih aman dan mengandung berbagai anti oksidan. Sebelum menjadi campuran dari skincare, tanaman-tanaman tersebut akan diekstrak terlebih dahulu sebagai bahan dasar pembuatan toner, facial wash, serum, dan lain sebagainya.

Tak heran semakin banyak beautypreneur yang memanfaatkan bahan-bahan alami tersebut, salah satunya Merry, pemilik brand kosmetik EverShine.

Merry mengatakan keputusannya untuk mengembangkan brand skincare berbahan alami itu berangkat dari pengalaman buruknya usai bergonta-ganti produk perawatan wajah dengan kandungan bahan-bahan kimia.

Saat itu, yang ada dibenaknya adalah bagaimana bisa memiliki kulit wajah yang putih dan mulus tanpa peduli akan kandungan serta izin BPOM dan sertifikat halal dari produk tersebut. Sampai akhirnya, Merry terlalu ketergantungan terhadap produk skincare tersebut.

Sekira delapan tahun penggunaan dia sempat sakit dan melepas semua produk kosmetik tersebut. Ternyata, wajahnya langsung bruntusan penuh jerawat.

“Saya dulu tidak peduli produk skincare itu aman atau tidak, saya pakai saja, muka saya dulu putih dan kinclong banget padahal di dalamnya itu rusak parah. Sampai pasa saya lepas dan tidak menggunakan lagi karena waktu itu saya sempat sakit muka saya jadi hancur banget, radang satu muka. Coba ke berbagai dokter sudah tidak bisa lagi karena memang kulit saya sudah jenuh dan sensitif sekali,” kisahnya.

Sampai akhirnya Merry berpikir membuat skincare dengan brand sendiri yang menggunakan produk-produk alami. Dia kemudian memilih formula dari ekstrak tanaman daun kelor (Moringa oleifera) yang saat itu belum ada yang menggunakan.

Moringa sendiri memiliki 18 kandungan asam amino yang sangat baik untuk kulit dan membantu menyamarkan noda hitam di wajah, merawat kulit yang berjerawat, mengatasi peradangan akibat jerawat, membantu memperbaiki jaringan kulit yang rusak, menghilangkan kerutan halus di kulit, mencerahkan sekaligus melembabkan kulit.

“Kandungan vitamin C pada moringa juga lebih banyak dari jeruk, dan baik untuk kulit sebagai antioksidan pencegah sel kulit rusak paparnya,” terang Mery.

Rupanya produk tersebut sangat cocok digunakan di kulitnya hingga akhirnya kulit wajah Mery yang awalnya penuh dengan radang dan bruntusan, kini mulai membaik. Salah satu produk yang menjadi unggulan adalah Refresh Toner Essence yang mengandung Moringa, Curcuma, dan Citrus.

“Saat ini saya bisa memproduksi 100.000 pieces per bulan dari yang awalnya saya hanya memulai dengan 5.000 pieces perbulan. Ini karena produk yang saya produksi memang terbukti khasiatnya, bahkan banyak direview oleh para influencer dan beauty vlogger,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan oleh Irvyn Wongso, pemilik brand Innertrue yang memilih menggunakan formula mosseltech dari ekstrak tumbuhan lumut yang mampu membuat kulit menjadi mudah beradaptasi.

Formula mosseltech ini mengandung zat anti blue light yang memancarkan radiasi, contohnya sinar handphone. Pasalnya, bila kulit terpapar radiasi sinar biru, UV maupun polusi, akan terus menggerus lapisan dinding di kulit yang dapat membuat kulit menjadi lebih sensitif, berjerawat hingga menyebabkan kanker kulit.

“Rangkaian skin care ini untuk tripple protection. Kita fokus di anti blue light, anti aging dan anti inflamasi," ucapnya.

Sementara itu, Maska skincare yang dikembangkan oleh Raditya Bayu juga memanfaatkan berbagai esktrak tumbuhan seperti licorice, ekstrak buah beet, ekstrak algae, ekstrak bunga chamomile, dan ekstrak tumbuhan pegagan.  Berbagai bahan aktif dari tanaman ini diformulasikan untuk memberikan manfaat lebih bagi penggunanya.

“Keunggulan kami ada pada formula dari daun pegagan (Centella Asiatica) yang dapat meningkatkan produksi kolagen sehingga kulit menjadi kencang tanpa kerutan,” tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perawatan kulit

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top