25 Persen Generasi Milenial Tidak Punya Koneksi Kerja yang Tepat

Dengan populasi yang muda dan terus bertambah, tidak mengherankan jika generasi Millenial mulai mewarnai dunia kerja di Indonesia. Hanya dalam beberapa tahun, generasi tersebut akan mewakili demografis terbesar di semua tempat kerja.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 12 Februari 2020  |  10:22 WIB
25 Persen Generasi Milenial Tidak Punya Koneksi Kerja yang Tepat
Generasi milenial China. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA -   Dengan populasi yang muda dan terus bertambah, tidak mengherankan jika generasi Millenial mulai mewarnai dunia kerja di Indonesia. Hanya dalam beberapa tahun, generasi tersebut akan mewakili demografis terbesar di semua tempat kerja.

Sebagai contoh, kabinet presiden Indonesia yang baru terpilih dan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) merekrut lebih banyak talenta muda untuk bergabung sebagai manajemen senior mereka.
 
Penelitian LinkedIn Opportunity Index 2020 menunjukkan bahwa usia lebih banyak menjadi hambatan utama bagi generasi yang lebih tua untuk mencari kerja. Artinya, ini dialami oleh Gen X dan Boomer sedangkan Gen Z dan Millenial cenderung lebih mudah mendapatkannya. Mungkin ini karena mereka saat ini dalam masa usia produktif.

Meski demikian dua generasi ini memiliki dua tantangan dalam soal mencari pekerjaan. Yakni sebanyak 25 persen generasi Z terkendala masalah pengalaman kerja yang tidak mencukupi, sedangkan 25 persen generasi milenial terhambat karena masalah tidak memiliki koneksi yang tepat.
 
“Melihat hal ini, sudah waktunya bagi perusahaan untuk mengesampingkan diskriminasi terhadap usia di tempat kerja, dan menjadikan tenaga kerja multigenerasi sebagai peluang,” ungkap Olivier Legrand, Managing Director, LinkedIn Asia Pacific dalam siaran pers yang diterima Bisnis.com.

"Kesenjangan keterampilan terbesar yang kita lihat saat ini adalah soft skill di antara Gen Z dan Millennial, dan keterampilan teknologi di antara generasi yang lebih tua. Kami mendorong perusahaan untuk merekrut untuk keterampilan tambahan dan untuk mempromosikan kolaborasi serta bimbingan dua arah di antara tenaga kerja mereka"
 
Dia juga menambahkan bahwa tenaga kerja multigenerasi dan keberagaman pekerja dapat menguntungkan perusahaan serta mendorong pertumbuhan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
generasi milenial

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top