Jurus Jitu Panorama Sentrawisata Tangkal Dampak Virus Corona pada Bisnisnya

PT Panorama Sentrawisata, Tbk. (PANR), grup usaha pariwisata di Indonesia yang memiliki pilar usaha Inbound dan Travel & Leisure (outbound) melakukan upaya risk management dengan memetakan tantangan dan peluang.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 14 Februari 2020  |  08:45 WIB
Jurus Jitu Panorama Sentrawisata Tangkal Dampak Virus Corona pada Bisnisnya
Ilustrasi Panorama sentrawisata

Bisnis.com, JAKARTA - PT Panorama Sentrawisata, Tbk. (PANR), grup usaha pariwisata di Indonesia yang memiliki pilar usaha Inbound dan Travel & Leisure (outbound) melakukan upaya risk management dengan memetakan tantangan dan peluang.

Hal itu dilakukan untuk menghadapi situasi merebaknya virus Corona khususnya di Asia Tenggara agar tidak mengganggu bisnis mereka.

Merebaknya virus corona di Wuhan, China menjadi perhatian dunia karena penyebaran coronavirus yang cepat, dapat mengancam perlambatan ekonomi. Adapun negara-negara yang terdampak dari ancaman ini akan terasa di berbagai sektor, salah satunya pariwisata.

AB Sadewa, VP Brand & Communications Panorama memerinci, China merupakan penghasil wisatawan mancanegara (wisman) global dengan persentase 10 persen lebih atau setara 135 juta wisman setiap tahunnya. China juga merupakan destinasi wisata dunia yang populer, walaupun Wuhan bukan destinasi wisata yang umum dan sering dikunjungi. Dengan kondisi tersebut dia menilai akan ada penurunan pergerakan wisatawan dunia dari market China dan pengalihan destinasi wisata non-China 

AB Sadewa meyakini coronavirus tidak memberi dampak langsung terhadap Panorama Destination atau PT Destinasi Tirta Nusantara, Tbk. (PDES) sebagai anak usaha Panorama yang bergerak di pilar bisnis yang menangani wisatawan mancanegara. Hal ini dikarenakan Panorama Destination tidak menargetkan China sebagai sourcemarket, sehingga tidak berdampak secara langsung kepada perseroan. Asal tahu saja, pangsa pasar PDES terbesar dari Eropa Barat, Eropa Timur, Skandinavia disusul beberapa negara Asia Tenggara dan Asia Selatan, lalu Afrika serta Timur Tengah dan Arab. Namun demikian, AB Sadewa mengakui masih ada dampak tidak langsung yang terjadi, terkait persepsi pasar.

 “Bagaimanapun pariwisata ini dipengaruhi persepsi, maka sebaiknya kita membangun persepsi positif bahwa Indonesia tetap sebagai destinasi yang aman dan nyaman untuk dikunjungi,” ujar AB Sadewa dikutip dari keterangan resmi yang diterima Bisnis.com, Kamis (13/2/2020).

Panorama Destination sendiri secara aktif melakukan update kepada mitra-mitra di negara yang merupakan sourcemarket. Caranya dengan mengirimkan berita positif terkait perkembangan pariwisata Indonesia.

Dia menjelaskan, ada peluang market leisure dan MICE switching destination ke Indonesia. Kondisi inilah yang harus diupayakan pemerintah untuk melobi maskapai internasional serta travel agent di negara-negara yang menjadi target market inbound Indonesia.

"Jika mungkin dapat diberikan insentif untuk wholesaler dan pemain MICE yang berhasil membelokkan kunjungan wisman ke Indonesia” tambah Sadewa.

Sementara itu, Travel & Leisure Panorama melalui merek Panorama JTB Tours sebagai tour operator yang menyediakan beragam paket wisata luar negeri dan domestik, juga tidak melihat penurunan secara signifikan akibat coronavirus. 

Hal ini dikarenakan portfolio produk wisata China dan Hongkong yang dimiliki tak lebih dari 9 persen. Pertumbuhan justru terjadi sepanjang masa booking kuartal I/2020 sebesar 83 persen, dimana portfolio produk terbesar adalah destinasi Eropa Barat, Eropa Timur, Inggris, Skandinavia, Rusia, Turki dan negara sekitarnya dengan persentase diatas 50 persen. 

Bukan hanya sekedar paket wisata, Panorama JTB Tours juga menyediakan layanan incentive tour management bagi perusahaan yang ingin memberikan reward bagi mitra, pelanggan maupun karyawannya. Panorama juga memberikan perlindungan terhadap coronavirus melalui asuransi perjalanan dan menyediakan masker pelindung mulut dan hidung, hand sanitizer untuk setiap peserta group tour demi keamanan dan kenyamanan berlibur.

Untuk meningkatkan pertumbuhan usaha pilar travel & leisure, Panorama JTB Tours telah menyiapkan paket wisata domestik overland alias jalan darat dengan armada bus Panorama ke beragam destinasi di Jawa, Bali, Lombok seperti Bromo, Dieng, Yogyakarta, Banyuwangi, Bali, Lombok dengan durasi mulai 5 hari hingga 12 hari. 

Paket ini akan diluncurkan dalam waktu dekat agar dapat menjadi pilihan bagi wisatawan nusantara yang ingin menjajal tol Trans-Jawa sambil berwisata kuliner ke destinasi-destinasi yang instagrammable. 

AB Sadewa menambahkan, hal pertama yang harus dilakukan pemerintah adalah meningkatkan status Indonesia sebagai negara bebas virus corona. Tujuannya, untuk mempromosikan negara, karena hingga saat ini tidak ada kasus virus corona yang ditemukan di Indonesia. 

“Kami berharap pemerintah dapat segera memberikan statement bahwa Indonesia bebas virus corona,” tuturnya.

Hal ini dapat membantu memperkuat persepsi Indonesia sebagai destinasi yang aman dan nyaman. Secara umum, bisnis pariwisata Panorama selain inbound dan travel & leisure yaitu media, hospitality dan transportation tidak terganggu dengan wabah virus corona.

Dia menambahkan, panorama saat ini mulai menjalankan kampanye “Keep Traveling and Stay Healthy” dimana seluruh unit bisnis Panorama menyebarkan informasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan sehingga masyarakat tetap bisa melakukan perjalanan wisata dengan tenang.  

Menjaga tubuh tetap bersih dan sehat membuat tubuh lebih kuat terhadap virus. Dia pun mengharapkan penyebaran virus corona dapat segera teratasi, sehingga masyarakat dapat dengan aman dan nyaman dalam beraktivitas.
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
virus corona

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top